Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 41 ~ Z A D ~


__ADS_3

Safira tersenyum sinis mendengar setiap kata-kata yang di lontarkan Kinan,rasanya dia cukup puas melihat semua penderitaan keluarganya yang pernah menghancurkan hidupnya bahkan di bawah yang paling rendah.


Safira mendorong,Kinan yang memegangi ke dua kakinya dengan kasar,dia begitu muak melihat Kinan yang mulai bersandiwara di hadapannya.


"Sayang ada apa ini,kenapa kamu kasar dengan keluargamu,memangnya ada apa?"


"Dia bukan keluargaku,dan jangan katakan sekali lagi kalau dia keluargaku." Ucap Safira dengan wajah penuh amarah.


"Safira...Tolong maafkan kami,aku tau mungkin kami tidak layak di maafkan tapi kamu tidak harus seperti ini,biar bagaimana pun kamu besar itu semua karena ibuku telah memberikan kamu makan." Ucap Kinan yang sudah terpental di lantai karena dorongan dari Safira.


"Mas lebih baik kita pulang." Safira membalikkan tubuhnya lalu pergi begitu saja tapi Kinan dengan cepat beranjak dari tempatnya lalu memegangi tangan Safira dan menahannya.


"Safira tolong jangan seperti ini,maafkan keluargaku,tidakkah kamu ingat kalau keluargaku juga keluargamu,ibuku adalah tante mu,maafkan semua kesalahan kami." Ucap Kinan sambil menahan tangan Safira yang semakin muak dengan semua kata-kata Kinan.


Safira kembali mendorong tubuh Kinan,hingga orang-orang yang mulai menyantap mereka,bahkan banyak yang mencemooh sikap kasar Safira terhadap Kinan yang sudah beberapa kali meminta maaf kepadanya.


"Belagu banget wanita ini,Tuhan saja maha pemaaf kenapa dia yang hannya manusia biasa tidak bisa mengampuni wanita itu." Ucap salah satu wanita yang juga seorang pengunjung restoran.


"Diam kamu,memangnya tau apa kamu tentang hidupku,jangan menilai seseorang dari luarnya_


" Sudah lebih baik kita pergi sayang,kita belom jadi belanja." Ucap Lukas sambil merangkul pundak istrinya.Safira yang masih menatap wanita itu hanya bisa mengikuti Lukas dan meninggalkan tempat itu.Sementara Kinan yang masih kukuh ingin Safira memaafkannya hannya bisa diam saat Lukas melarangnya untuk menganggu istrinya.

__ADS_1


"Nyonya,tuan aku pamit sebentar untuk melihat saudaraku itu." Ucap Kinan lalu dia berlari mengejar Safira dan Lukas yang sudah meninggalkan tempat dan sudah berada di pintu keluar.Kinan hannya penasaran dengan kehidupan Safira saat ini, dari penampilan Lukas memang dia sudah yakin kalau pria itu bukan pria sembarangan.


Matanya terbelalak saat melihat Safira dan Lukas menaiki mobil mewah yang ada di parkiran dan hal itu semakin menyakinkan dirinya kalau suami dari Safira bukan orang sembarangan.


"Mas kita ikuti mobil mewah yang ada di depan." Ucap Kinan saat dia menyetop taksi yang kebetulan lewat dari depannya.


"Beruntung sekali safira,bagaimana bisa sekarang hidupnya begitu enak,suami tampan dan kaya,kapan aku seperti itu dan kenapa harus dia yang menjadi kaya bukan aku."Ucapnya dalam hati serasa tidak terima dengan kehidupan Safira.


Taksi yang dia ikuti berhenti tepat di depan rumah yang sangat mewah,dan mobil yang dinaiki Safira memasuki rumah mewah itu membuat hatinya semakin iri akan hidup Safira yang sekarang.


Setelah mengetahui kehidupan baik yang di jalani oleh Safira,Kinan segera kembali ke rumah orang tuanya,rasanya dia sangat kesal atas hidup yang dia jalani saat ini.


Setelah membayar ongkosnya,kinan keluar dari dalam taksi lalu dia berjalan ke depan pintu dan mendorong pintu dengan kasar saat itu kedua orang tuanya kaget setengah mati saat pintu rumahnya di banting kasar dari luar.


Wajah Kinan terlihat sangat marah,ibunya menatap aneh kepada Kinan,memang sejak ibunya memaksanya bekerja di rumah orang kaya dan meminta gajinya satu tahun ke depan hubungan keduanya semakin tidak baik,kinan sangat membenci ibunya.


"Kenapa kamu pulang,bukankah seharusnya kamu bekerja,jangan sampai majikan mu marah dan meminta ganti rugi atas gaji yang sudah kami minta." Ucap Maya tanpa menoleh sedikit pun kepada Kinan dan bahkan dia terlihat tidak peduli dengan kemarahan wajah Kinan.


"Dasar ibu jahat,tidak Safira,tidak Bella juga Bella semua ibu manfaatkan,aku doakan ibu hidup menderita setelah ini sampai mati pun aku tidak peduli dengan dirimu." Maki Kinan yang sudah tidak tahan akan sikap ibunya.


"Hahaha....Dasar anak kecil,jadi apa gunanya aku melahirkan dan membesarkan kamu kalau tidak bisa di manfaatkan,dan sepertinya aku harus meminta gaji untuk tiga tahun ke depan,berhubung uang kami sudah menipis." Ucap ibunya sinis semakin membuat amarah Kinan naik turun.

__ADS_1


Tidak ingin mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut ibunya Kinan terpaksa beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan kedua orang tuanya.Sebelum mencapai pintu Kinan membalikkan tubuhnya lalu menatap kedua orang tuanya.


"Silahkan lakukan apa yang kalian suka,pada akhirnya kalian akan menyesal,lihat saja Safira sekarang sudah menikah dengan pria kaya dan hebat, dia akan kembali untuk balas dendam kepada wanita jahat seperti mu." Ucap Kinan setelah itu dia benar-benar meninggalkan rumah orang tuanya.


Maya tersentak akan ucapan Kinan, dia berlari kecil mengejar Kinan,bukannya menyesali perbuatannya atau takut akan semua ancaman Kinan tapi dia ingin tau alamat rumah yang di tempati Safira sekarang dia ingin meminta uang kepada keponakannya itu.


"Cepat sekali dia larinya,sial sekali..Aku malah udah malas menemui Kinan ke rumah majikannya yang angkuh." Ucapnya dengan kesal lalu kembali ke rumahnya.


"Pa...Kita harus mencari tau dimana rumah Safira sekarang,aku ingin meminta uang kepadanya tapi kekmana caranya aku malas menemui Kinan ke rumah majikannya."Keluh Maya sambil duduk di tempat duduknya tadi.


Sementara itu Kinan duduk sebuah taman yang kebetulan dia lewati tadinya,dia merasa malas kembali ke rumah majikannya yang selalu menyiksanya setiap hari.


" Bodohnya aku,kenapa aku tidak kembali saja ke rumah Safira,aku bisa meminta pekerjaan kepada Safira,tidak masalah sekali pun itu pelayan di rumahnya,mungkin aku harus menebus semua dosa masa lalu ku." Ucapnya.Dia segera beranjak dari tempat duduknya lalu memesan ojek yang tidak jauh dari tempatnya barusan duduk.


Sesampainya di depan rumah Safira, dia berdiri di depan pagar,dia ingin mengetuk tapi hatinya sedikit ragu,mengingat kerasnya Safira menolaknya tadi.


Di saat yang bersamaan pintu pagar terbuka,seorang wanita paru baya berdiri di hadapan Kinan membuatnya salah tingkah.


"Maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu sopan seketika Kinan menghela napas karena dia merasa lega karena wanita itu sopan dan baik.


"Saya mencari Safira Bu..." Ucap Kinan."

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺 🌺


__ADS_2