
Arya tersenyum mendengar makian yang keluar dari dari mulut Lukas,dia juga merasa lucu dengan penampilan Lukas yang acak-acakan seperti orang yang tidak punya semangat hidup,dia terlihat berantakan sekali padahal dia mau berangkat ke kantornya.
" Aneh sekali dengan penampilan mu,apa kamu begitu frustasi atas perginya Safira dari hidupmu?" Tanya Arya dengan senyum merendahkan dirinya yang membuat Lukas semakin kesal dan emosi.
"Minggir,jangan ganggu hidupku,pergilah aku tidak ingin ribut hari ini." Jawab Lukas lalu dia segera pergi meninggalkan Safira dengan mendorong tubuh Arya dari hadapannya.Arya semakin merasa aneh dengan sikap Lukas.
"Kemarin aku tidur dengan Safira di apertemen ku," Lukas langsung menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya,saat mendengar ucapan itu sontak jantung Lukas naik turun.
Lukas yang sudah emosi,langsung berjalan mendekati Arya lalu menarik kerah baju Arya hingga tubuhnya naik ke atas sedikit.
"Jaga mulutmu kalau bicara,kalau kamu masih ingin melihat matahari terbit besok,dari dulu aku tidak menyukai mu." Ancam Lukas lalu mendorong tubuh Arya beberapa langkah ke belakang.Arya tersenyum kecil,dia menelan ludah dengan kasar merasa bodoh akan dirinya yang jatuh cinta kepada wanita malam dan bahkan dia punya saingan yang tidak kalah hebatnya dengan dirinya.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak,yang jelas aku melihatnya dan bersamanya tadi malam ,kamu bisa mencarinya di jalan Thamrin,aku melihatnya di sana." Ucap Arya.Belum sempat menyelesaikan kata-katanya Lukas segera pergi meninggalkan tempat itu,dia buru-buru pergi ke jalan thamrin berharap dia bertemu Safira di sana.
Lukas membatalkan semua jadwalnya hari ini,dia keliling sepanjang hari mengelilingi seluruh lokasi jalan Thamrin tapi dia sama sekali tidak melihatnya.
Hingga hari sudah mulai sore Lukas menghentikan pencariannya, dia benar-benar putus asa tidak bisa bertemu dengan Safira dan dia sangat yakin kalau Arya tidak mungkin berbohong.
Lelah dengan pencariannya yang sia-sia akhirnya Lukas meninggalkan tempat itu berhubung hari sudah mulai gelap.Dan tanpa dia sadari Arya juga ada di lokasi yang tidak jauh dari sana dia sengaja datang pada hari yang sudah mulai gelap berharap hari ini dia bertemu dengan Safira kembali.
Sementara di lain tempat,Safira sedang duduk di atas ranjangnya,sejak pertemuannya malam itu dengan Arya dia sedikit malas meladeni pria-pria hidung belang yang mengingkan tubuhnya.
__ADS_1
" Di rumah terus rasanya bosan sekali lebih baik aku menerima tawaran om Bram untuk menemaninya ke klub malam,lumayan bayarannya apalagi dia pria yang tidak pelit,aku tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria itu." Ucapnya dalam hati lalu dia membalas pesan dari langganan lamanya yang bernama Bram.
Kemarin tanpa sengaja mereka bertemu di suatu tempat tentu saja Bram yang sudah merindukan Safira langsung meminta nomor ponselnya agar mereka mudah komunikasi dan malam ini Safira membuat alasan agar pria itu tidak mengajaknya melakukannya karena dia sedang tidak mood.
Safira mengunci rumahnya lalu keluar dari gang itu,menemui bram yang sudah menunggunya di ujung gang,Safira yang sangat cantik malam ini membuat Bram semakin tergoda.
"Cantik sekali kamu sayang,aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan mu." Ucap Bram dengan senyum nakalnya sambil membukakan pintu mobil untuk Safira.
Safira hannya tersenyum kecil lalu duduk di sebelah Bram dan menatap lurus ke depan,sebenarnya malam ini dia tidak ingin keluar tapi berhubung Bram mengajaknya ke klub malam entah kenapa tiba-tiba dia ingin kesana.
" Kenapa sih sayang tidak bisa melakukannya malam ini,aku sudah tidak tahan ingin mencicipi tubuh mu yang indah,wow...Kamu pakai tato di pinggang sama paha kamu benar-benar cantik sayang." Puji Bram tanpa henti membuat Safira sedikit kesal.
"Sekali lagi kamu menatap ku seperti itu apalagi sampai menyentuhku,aku akan turun disini." Ancam Safira membuat Bram sedikit takut.
" Cih....Aku juga punya perasaan,aku tidak melakukan hal kejam seperti itu,karena aku juga seorang wanita." Jawabnya dengan tatapan lurus ke depan.
"Tapi aku mencintaimu Safira...Aku sudah lama jatuh hati kepada mu_
"Hentikan omong kosong mu,aku ingin main-main dan aku tidak ingin mendengar omong kosong mu." Jawab Safira dengan wajah datar membuat Bram tidak bisa berkata-kata.
Tidak lama kemudian mobil yang di bawa Bram memasuki sebuah klub malam yang sangat mewah dan kelas atas,Safira belum pernah ke tempat seperti itu dia cukup kagum dengan kemewahan yang di tawarkan pemilik klub malam.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam lalu memilih duduk di pojokan agar terhindar dari orang-orang yang terlalu berisik Safira duduk sambil memandangi orang-orang yang lalu lalang sambil mendengar suara musik yang besar.
" Safira kamu dimana selama ini taukah kamu kalau mantan suami mu Burhan sudah bangkrut dan dengar-dengar dia juga sedang sakit keras." Bram menceritakan kisah pilu yang di alami Burhan.
"Safira tertawa kecil mendengar cerita Bram,rasanya dia cukup puas mendengar kabar itu.
"Hahaha....Itu semua balasan atas kejahatan yang dia lakukan kepada ku,ternyata melihat musuh kita hancur rasanya cukup puas dan menyenangkan,belum sempat aku balas dendam,ternyata alam yang membalasnya." Ucapnya dengan nada tinggi dan wajahnya penuh dendam.
Di saat keduanya sedang asik bercerita seorang pria masuk ke dalam juga lalu duduk tidak jauh dari mereka,baik Safira atau Lukas tidak saling melihat karena Lukas tampak sangat frustasi.
Lukas yang sudah lelah seharian,memutuskan mampir di sebuah klub malam,pikirannya yang semakin berantakan hannya bisa menuangkan rasa kesal dan kerinduan dalam hati dengan minum minuman yang beralkohol.
Di saat Lukas menegakkan kepalanya tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang sangat dia rindukan,dia beberapa kali mengusap matanya karena merasa itu hannya sebuah halusinasinya.
Lukas semakin percaya kalau itu bukan halusinasi dan itu nyata,saat melihat Safira tertawa lepas bersama pria paruh baya,ada rasa cemburu yang sangat dalam di hatinya.
"Safira....Itu benar kamu!!! aku sangat merindukan mu." Ucapnya lalu dia beranjak dari tempat duduknya dia ingin menghampiri mereka bersamaan Safira dan Bram juga ingin keluar dari tempat itu karena Safira sudah mulai bosan.
" Safira kamu mau kemana..." Lukas memanggil nama Safira tapi mereka tidak mendengarnya hannya saja samar-samar Safira merasa ada orang yang memanggilnya.
" Safira..." Lukas menarik tangan Safira saat mereka sudah keluar dari gedung itu,Safira yang kaget langsung menepis tangan Lukas dengan hentakan yang kasar.
__ADS_1
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺