Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 34 ~ Z A D ~


__ADS_3

Safira menoleh ke asal suara yang mengajaknya berbicara,setelah itu dia menggeleng karna memang dia tidak tau kemana tujuannya untuk saat ini.


"Lebih baik kamu masuk ke dalam dulu,kita bicara disini."Ajak Eva kepada Safira yang terlihat memang tidak punya tujuan sama sekali apalagi Safira selalu terlihat bingung.


Safira menoleh ke seluruh ruangan seakan mencari sesuatu yang tidak dia temukan dan Eva tersenyum melihat tingkah polos Safira.


"Kamu mencari pria yang bersama kita tadi pagi,dia sudah pergi jadi kamu tidak perlu takut atau sungkan.Safira bisa kah kamu menceritakan kisah hidupmu,apa kamu pernah sekolah sebelumnya? tanya Eva ingin tau.Lagi-lagi Safira menggeleng.


" Aku sudah pernah menikah beberapa bulan yang lalu dan pria yang menikahi ku telah menjual ku kepada setiap pria yang mengingkan diriku," Safira menghentikan ceritanya dia tampak ragu-ragu melanjutkan ceritanya,sementara itu Eva benar-benar kaget mendengar cerita Safira.


"Jadi sebelumnya kamu...." Tanya Eva tapi dia tidak melanjutkan kata-katanya karena Safira langsung mengangguk dan Eva sudah mengerti akan hal itu.


" Kamu masih sangat muda,kepala kamu harus menerima semua itu,kenapa kamu menikah dengan pria kejam seperti itu,dan aku lihat kamu bukanlah wanita yang nakal." Ucap Eva sambil memandangi Safira dari atas kebawah dia cukup iba melihat hidup Savira yang sangat memprihatinkan.


"Panjang ceritanya kak,aku juga tidak tau harus bagaimana,aku tidak pernah sekolah dan aku tidak tau membaca." Safira semakin terbuka menceritakan semua kisah pahit hidupnya,kepada wanita baik yang baru saja di kenalannya itu.


"Maafkan kakak ya Safira aku tidak bermaksud untuk mengingatkan kamu dengan hidup mu yang pahit,tadinya kakak hannya ingin membantu mu mencari pekerjaan tapi melihat kamu yang tidak tau membaca mustahil ada yang mau menerima mu." Ucap Eva kembali.


Keduanya tampak diam,karena kehabisan cerita,sebenarnya Eva ingin mengajak Safira bekerja seperti dirinya tapi dia sedikit takut kalau Safira menolaknya sementara dirinya sudah pasti tidak mampu untuk membiayai Safira mengingat dia juga punya anak yang harus dia tanggung di kampung bersama ibunya.


" Safira kakak minta maaf sebelumnya ya,berhubung karena kakak juga masih ada tanggungan kakak tidak bisa membantu mu,sebelumnya kakak mengira kamu bisa membaca dan ternayata kamu juga buta huruf,jadi disini kakak mau bertanya apa kamu mau bekerja seperti kakak,ya..Hannya itu yang bisa kakak lakukan untukmu,kakak bekerja sebagai psk." Ucap Eva dengan wajah ragu-ragu.

__ADS_1


Safira tidak mau menjawabnya,dia tampak berfikir entah apa yang dia pikirkan hingga akhirnya Eva kembali merebahkan tubuhnya memberikan waktu untuk Safira untuk memberi keputusan yang baik tanpa merasa di paksakan.


" Aku mau tidur lagi,kamu pikiran saja dulu nanti setelah aku bangun berikan jawaban sesuai keinginanmu kakak tidak memaksa apa pun itu." Ucapnya lalu dia membelakangi Safira lalu memejamkan matanya.


Sementara itu Lukas berangkat ke perusahannya,dia duduk di kursi kebesarannya tanpa melakukan apa pun sejak dia duduk dari tadi pagi di tempat itu.Lukas hannya menatap kosong ke luar jendela, pikirannya benar-benar kosong dia merasa kesepian sejak kepergian Safira dari apertemennya.


" Selamat siang tuan,seorang wanita yang bernama Jeje ingin bertemu dengan tuan!!" Ucap seorang wanita dengan sopan.


"Suruh dia masuk."Jawabnya dengan nada sedikit meninggi mendengar nama Jeje seketika dia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu dimana Jeje lah yang membuat Safira pergi dari apertemennya.


Jeje membuka pintu ruangan Lukas setelah sekretaris menyuruhnya masuk barusan,tanpa merasa bersalah sama sekali Jeje lansung masuk dan menyapa Lukas dengan penuh ceria.


"Berhenti menyentuh tubuhku,kamu itu seorang wanita cantik dan berpendidikan tinggi,diluar sana pasti banyak pria yang mencintaimu,dan jangan pernah memaksaku untuk jatuh cinta karena hal itu tidak akan terjadi." Ucap Lukas dengan wajah datar.


Jeje terdiam mendengar ucapan Lukas,senyum yang tadinya sempat merekah di bibirnya hilang begitu saja saat mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh pria yang dicintainya tapi cintanya tidak berbalas alias bertepuk sebelah tangan.


" Apa kamu akan terus bertahan mencintai Safira? kamu terlalu egois kamu tau sendiri keluarga mu seperti apa tapi kamu terlalu memaksakan keinginan." Ucap Jeje mulai terisak mendengar penolakan Lukas atas dirinya.


"Aku bisa menyelesaikan sendiri masalahku dan kamu hannya orang luar,tidak perlu ikut campur urusan keluarga ku,kalau sudah tidak ada lagi yang perlu di bahas kamu bisa meninggalkan tempat ini." Ucap Lukas lalu pura-pura membuka laptopnya dan memandangi layarnya.


Jeje meninggalkan ruangan Lukas sambil berderai air mata,hatinya sangat terluka saat Lukas lagi-lagi menolak cintanya dan kali ini kata-katanya jauh lebih menyakitkan hatinya.

__ADS_1


Lukas tidak peduli dengan Jeje yang keluar dari ruangannya sambil menagis,dia bahkan sedikit puas setelah mengungkapkan semua isi hatinya kepada Jeje dan dia juga berharap setelah ini Jeje tidak menganggunya lagi.


****


Sementara itu di rumah Burhan,Ririn dan Lia sedang menonton di ruang tamu,keduanya hampir melupakan safira karena mereka tidak pernah menemukan Safira baik di rumah keluarganya atau di mana pun berada.


Apalagi belakangan ini Burhan sering sekali memaki keduanya apalagi semua usaha Burhan yang semakin merosot dan bahkan banyak sekali usahanya yang sudah bangkrut dan dia tidak bisa memberikan gaji untuk beberapa kariawan nya.


Beberapa mobil dan bahkan rumah bordirnya sudah dia jual,Budi yang dulu setia menemaninya sekarang sudah pindah bos semenjak dia menjual rumah bordirnya.


Sudah hampir dua Minggu ini Burhan sakit keras,tapi dia menolak untuk berobat ke rumah sakit karena keuangannya sudah mulai menipis.


"Lia....Ririn tolong buatkan aku obat alami,rasanya dadaku sangat panas dan sakit." Burhan memanggil dari dalam kamar tapi Lia dan Ririn pura-pura tidak mendengar jeritannya dari dalam kamar.


"Ririn....." Kesal dengan suaminya akhirnya Ririn beranjak dari tempat duduknya sambil mengomel menuju kamar dapur tempat suaminya tidur.


" Apaan sih mas, berisik banget sih...Kenapa...Kamu sakit...Rasakan sendiri itu hukuman atas semua dosa-dosa mu terhadap Safira yang pernah kamu sakiti." Ucap Ririn dengan wajah yang terlihat emosi.


Burhan terdiam mendengar ucapan istrinya,sejak dia sakit kedua istrinya tidak peduli dengan keadaannya bahkan saat ini mulutnya sudah berlumur darah Ririn sama sekali tidak mau membantunya.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2