Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 35 ~ Z A D ~


__ADS_3

Setelan Ririn meninggalkan kamarnya Burhan menghela napas berat,selama dirinya sakit satu pun dari kedua istrinya tidak ada yang peduli akan dirinya membuatnya semakin menderita.Memang sudah beberapa bulan ini dia sering kali batuk disertai darah yang keluar dari mulutnya dia tau kalau sakitnya sudah parah tapi dia tidak mau ke rumah sakit karena biaya perobatannya sudah pasti butuh biaya banyak.


Sekarang Burhan baru merasakan betapa sakitnya menjadi orang menderita,tiba-tiba saja dia teringat dengan Safira yang telah dia sakiti dengan begitu kejam beberapa bulan yang lalu dan benar kata Ririn mungkin ini balasan untuknya atas semua perbuatannya.


Sementara itu Ririn kembali ke ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya di atas sopa,wajahnya terlihat kesal mungkin karena kesal kepada suaminya yang tidak pernah lagi memberi mereka berdua uang.


"Lia,sepertinya mas Burhan sudah tidak berguna lagi dan hartanya juga sudah mulai habis,bagaimana kalau kita jual saja rumah ini lalu kita bagi dua uangnya dan kita bisa buka usaha,kalau kita terus menerus di rumah ini lama-lama penyakitnya itu menular sama kita bagaimana menurutmu?" Tanya Ririn.Tiba-tiba saja pikiran jahat merasuki pikirannya.


Lia tampak berpikir,selama ini dia hannya menuruti apa pun yang dikatakan oleh Ririn dia tidak pernah sekali pun melawan apa pun yang di katakan oleh Ririn mereka persis seperti kaka adik dan itu juga yang membuat Ririn tidak pernah marah atau cemburu kepada Lia.


"Terserah mbak saja,aku akan mengikuti apa pun yang mbak katakan,kalau menurut aku rencana mbak ini memang yang terbaik untuk kita dari pada kita terus di kurung disini,toh mas Burhan juga sudah tidak mampu apa-apa lagi." Ucap Lia menyetujui semua rencana Ririn.


"Baiklah serahkan semua ini kepada ku,kita akan segera meninggalkan si tua bangka itu,dia pantas mendapatkan ini semua karena sudah jahat kepada kita dan juga Safira." Ucap Ririn lalu dia masuk ke dalam kamar dan mencari sertifikat rumah yang di tempati mereka dan selembar kertas putih yang polos.


Setelah mendapat sertifikat rumah,Ririn keluar dari dalam kamar lalu pergi menuju kamar yang di tempati Burhan dia membuka pintu kamar ternyata pria itu sedang duduk sambil melamun.Ririn menutup pintu kembali dia bingung mencari cara agar mendapat tanda tangan dari pria itu.


" Ya sudah aku coba saja dengan berbagai alasan." Ucapnya lalu dia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar suaminya.Ririn sangat hati-hati dia takut penyakit suaminya menular kepadanya.


"Mas aku mau minta tanda tangan mu,aku butuh tanda tangan mu untuk mengurus surat miskin agar kamu bisa berobat ke rumah sakit,kami takut penyakitmu semakin parah,kalau menunggu kamu ada uang kami takut sesuatu terjadi kepada mu." Ucap Ririn dia pura-pura iba atas penyakit yang di derita suaminya.

__ADS_1


"Benarkah,kalian peduli dengan ku,terima kasih ya sayang kalian memang istri yang baik." Ucap Burhan tanpa ada rasa curiga sedikit pun.


"Ini kertasnya,tanda tangan disini saja." Ucapnya sambil menyodorkan selembar kertas putih.Burhan tampak mengerutkan keningnya dan Ririn sedikit takut kalau sampai pria itu curiga.


" Kenapa kertasnya kosong,kenapa belum ada tulisan apa pun?"


"Itu karena aku belum menulisnya mas,nanti aku akan menulisnya langsung,aku takut tulisan ku tidak lurus jadi kalau sudah ada patokan itu akan lebih muda bagiku." Ucap Ririn percaya diri.


"Sudah mas tanda tangan saja,aku harus secepatnya mengurus surat tanda tidak mampu itu agar kamu bisa di bawa berobat." Ririn terus mendesaknya hingga akhirnya Burhan menandatangani kertas itu walau hatinya sedikit ragu.


"Baiklah mas tunggu saja di rumah ini,aku dan Lia segera mengurusnya." Ucap Ririn dengan wajah gembira membuat Burhan semakin curiga dan hatinya mulai takut.


Ririn keluar dari dalam kamar,lalu menutup pintu kamar, dia buru-buru menemui Lia di ruang tamu yang memang sengaja tidak di ijinkan untuk masuk ke dalam kamar.


Ririn memesan taksi online, dia tidak ingin orang-orang curiga kepada mereka,rasanya dia tidak sabar untuk membuat Burhan menderita.


Keduanya menunggu taksi online pesanannya,di dalam rumah tapi mereka mengintip keluar berharap jemputan segera datang.


Benar saja tidak lama kemudian sebuah mobil datang persis di depan pintu,keduanya mengangkat koper masing-masing lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah yang sudah lama mereka tinggali.

__ADS_1


"Sedih juga ya mbak meninggalkan rumah ini,tapi kita juga tidak mungkin terus bertahan disana." Ucap Lia seakan tidak tega meninggalkan rumah itu.


"Sudahlah tidak usah pikirkan itu,kita juga memiliki masa depan,pria seperti kadang harus mendapat pelajaran baru tau dan sadar akan dosa-dosanya." Ucap Ririn.


****


Dua bulan kemudian semuanya sudah berubah,Safira yang dulu polos dan selalu menderita sekarang sudah berubah,sejak malam dimana dia setuju atas tawaran Eva untuk menjadi seorang psk dia benar-benar berubah.


Safira yang polos ternayata sudah tidak ada lagi yang ada hannya Safira yang cantik,seksi dan pandai sekali menggoda pria-pria untuk memakai tubuhnya.Safira sudah memiliki kontrakan sendiri dan sekarang juga dia membayar seorang mahasiswa untuk mengajarinya membaca dan menulis.


Walaupun Safira bekerja sebagai psk,dia selalu menolak kalau ada pria yang menyuruhnya untuk minum dan merokok,itu sudah menjadi komitmennya dari awal kalau dia tidak akan menyentuh barang itu.


" Sayang tampan sekali malam ini?" Ucapanya kepada seorang pria yang sudah lumayan tua,pria itu sedang minum di bar tempatnya nongkrong malam ini dan sepertinya pria itu orang baru yang datang kesana.


Walaupun sedikit jijik saat pria itu mulai menyentuhnya dia tidak peduli dan bahkan dia dengan agresif membalas sentuhan pria itu berharap pria itu mengajaknya keluar dan memberi bayaran tinggi kepadanya.


Safira benar-benar jatuh cinta dengan uang hingga dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang,berhubung dia masih sangat muda banyak sekali pria yang mau membayarnya mahal.


Safira menerima bayaran dari pria itu setelah mereka selesai melakukannya di sebuah ruangan,dia cukup senang karena pria itu degan mudah KO di pelukannya jadi dia tidak perlu repot-repot melayani pria itu.

__ADS_1


Safira masuk ke dalam toilet lalu membersihkan tubuhnya hingga benar-benar bersih bahkan dia gosok gigi beberapa kali itu selalu dia lakukan setelah selesai melayani setiap tamunya.


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2