Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 39 ~ Z A D ~


__ADS_3

Safira sangat kaget saat melihat Lukas sudah berdiri di depannya,kali ini dia benar-benar salah tingkah dan seperti orang yang ketahuan mencuri ,selama ini dia sudah berusaha untuk menghilang dari hadapan pria itu.


" Ikut aku.." Lukas menarik tangan Safira dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.Bram tidak terima Safira di bawa begitu saja sementara dirinya juga sangat merindukan Safira selama ini.


"Lepaskan tangan mu bajingan,memangnya kamu pikir kamu saja yang mengingkan dirinya,aku bisa menghabisi mu kalau kamu berani macam-macam." Ucap Bram lalu menarik Safira dari Lukas yang hendak memasukkan Safira masuk ke dalam mobilnya.


" Aku bisa menuntut mu,berani sekali kamu membawa calon istri orang lain,...Apa kamu ingin mati..."


" Apa...Calon istri,katakan sekali lagi calon istri hahahah....Kamu pikir aku tidak tahu siapa safira,ingat aku adalah pria yang selalu memakainya saat dia masih istri orang lain...Jadi berhenti..."


"Bug..." Lukas yang sudah tidak tahan lagi dengan semua ucapan penghinaan Bram langsung melayangkan pukulan keras ke wajah Bram hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.Safira yang melihat keributan itu hannya bisa berteriak kecil lalu dia membuka pintu dan menarik Lukas yang ingin kembali memukul Bram,dia tidak ingin di sana terjadi keributan apalagi orang-orang mulai memandangi mereka.


" Sudah hentikan atau aku menjerit,dasar orang-orang yang tidak ada aturan,bisa-bisanya kalian membuat keributan di tempat ini." Ucap Safira hingga akhirnya Lukas menghentikan keributan mereka.


Lukas dengan kasar mendorong tubuh Bram lalu dia masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.Bram beberapa kali memaki karena hari ini dia batal membawa Safira bersamannya dan tidur bersama wanita yang sudah lama dia rindukan.


Sementara itu Lukas membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi,rasanya dia sangat emosi saat mengingat kata-kata Bram barusan,dia muak dan kesal karena jatuh hati dengan wanit seperti Safira.


" Berhenti disini saja,kontrakan ku sudah ada di depan sana." Ucap Safira mengingatkan Lukas yang tampak emosi dan wajahnya terlihat penuh amarah.


"Ckik....." Suara gesekan roda mobinya dengan aspal, karena pada saat itu dia tiba-tiba berhenti dari kecepatan tinggi dan bahkan Safira terdorong ke depan membuatnya sedikit gemetaran.

__ADS_1


Dengan penuh emosi,Lukas menepikan mobilnya di pinggir jalan persis di area yang lumayan gelap dan sepi lalu dia menarik tubuh Safira dan memegangi kepalanya lalu mencium bibir Safira penuh gairah.


"Lepaskan....Kamu memang brengsek...bisa-bisanya kamu memaksaku..." Lukas memgabaikan kata-kata Safira,lalu membuka tas kecil yang ada di dalam mobilnya dam mengambil satu gepok uang lalu dia letakkan di paha Safira.


"Jadilah istriku,aku akan membayar setiap aku melakukannya,dan kamu tidak di ijinkan untuk melayani pria lain."Ucap Lukas.Safira tersentak mendengar ucapan Lukas dan entah apa yang dia pikirkan tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca tapi dia berusaha untuk tidak menagis.


"Aku tidak mau menikah dengan mu,karena aku tidak ingin menyakiti perasaan ku sendiri_


"Berhenti berbicara apa pun,aku tidak ingin mendengar penolakan darimu,berani sekali kamu meninggalkan aku dan kamu melakukan hal seperti ini!!" Lukas membentak Safira dia memang sangat marah dan kecewa kepada Safira tapi semua itu di kalahkan oleh rasa cinta di hatinya.


Safira tidak berani lagi menjawab,hingga akhirnya Lukas membawa Safira ke sebuah rumah mewah dia tidak tau itu rumah siapa yang jelas itu bukan apertemen yang pernah dia tinggali.


Safira semakin ketakutan,dia takut kalau sampai Lukas membawa dirinya ke rumah orang tuanya,dan jelas itu membuat jantungnya seakan mau lompat dari tempatnya.


"Tenang sayang,ini rumah masa depan kita,aku tidak akan membawa mu ke rumah itu." Jawabnya lalu memegangi tangan Safira yang sudah berkeringat lalu membuka pintu mobilnya karena mereka sudah sampai dan seorang pelayan tersenyum di luar menunggu mereka.


"Selamat datang tuan,nyonya!!" Sapa wanita itu dengan senyum yang sangat manis membuat Safira semakin salah tingkah.


Lukas menarik tangan Safira lalu masuk ke dalam rumah yang cukup mewah dan bahkan semua perabotan nya begitu mewah pria itu seakan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.Jujur saja dalam hati Safira sangat bangga melihat semua ini,hannya satu yang dia takutkan keluarga pria itu yang belum bisa menerimanya dan juga masa lalunya.


"Apa kamu menyuakai rumah ini,aku sengaja membeli rumah ini untukmu,sebagai hadiah pernikahan kita,besok aku akan mengundang penghulu ke rumah ini untuk menikahkan kita." Ucap Lukas tanpa meminta persetujuan dari Safira.

__ADS_1


" Aku belum memberikan keputusan kepadamu,kenapa semuanya kamu lakukan sesuka hatimu_


" Stop...Aku tidak butuh jawaban apa pun dari bibirmu,yang ku inginkan kamu harus menerima semua keputusan ku dan jadilah istri yang baik.Bahkan orang tua ku tidak tau akan hal ini,hannya satu yang kuharapkan suatu saat mereka menerima mu." Ucap Lukas memotong ucapan yang dilontrakan oleh Safira.


Safira tidak bisa lagi berkata-kata,intinya jauh di dalam hatinya dia juga sangat bahagia walau sebenarnya dia belum bisa memastikan perasaanya.


Benar saja Lukas,menepati janjinya,keesokan harinya beberapa orang datang ke rumahnya, dan salah satu dari mereka itu adalah penghulu untuk menikahkan Safira dan Lukas mereka tidak membuat pesta besar karena yang mereka butuhkan hannya pernikahan mereka sah di mata agama dan juga negara.


"Bagaimana para saksi sah...


"Sah...." Jawab para saksi pernikahan itu,tidak ada perasaan apa pun di hati Safira hannya yang perlu dia lakukan adalah menjalaninya saja.


"Tuan kami kembali ke kantor,semoga tuan bahagia dengan pernikahan ini."Ucap Seorang pria yang dijadikan sebagai saksinya dan pria itu tidak lain adalah supir pribadinya yang lebih sering mangkal di kantor.


"Baiklah...Untuk beberapa hari ini mungkin aku cuti kamu suruh sekretaris untuk menghubungiku nanti karena dari tadi nomornya sibuk aku tidak tau dia berbicara dengan siapa." Ucap Lukas lalu menutup pintu saat semua orang sudah pergi meninggalkan rumah.


Pernikahannya benar-benar tertutup,bahkan dia menyuruh beberapa saksinya untuk tidak menceritakan pernikahannya di kantor karena dia tidak ingin orang tuanya menganggu kebahagiannya lagi.


Lukas kembali masuk ke dalam rumah,yang ternyata Safira sudah berganti pakaian santai,Lukas lalu mendekati dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"Terima kasih sayang karena sudah menerima ku sebagai suami mu,aku berharap kita segera punya anak." Ucapnya penuh kebahagian.

__ADS_1


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Šbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2