Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 19 ~ Z A D ~


__ADS_3

Untuk sesaat Lukas hannya terpaku melihat penampilan Safira yang memang sangat cantik.Dia menggeleng dan merasa wajar banyak pria yang mengincarnya selain dia sangat cantik dia juga masih sangat muda walaupun sikapnya sedikit dewasa mungkin itu semua karena faktor keadaannya.


" Tuan terima kasih karena sudah membelikan pakaian ini untukku,aku tidak tau harus bagaimana membalas kebaikan tuan." Ucapnya mengagetkan Lukas dari lamunannya.


" Santai saja semua orang akan melakukan hal yang sama saat ada orang lain yang membutuhkan bantuan." Jawab Lukas dengan wajah datar lalu dia duduk di sopa.


Safira merasa sungkan untuk duduk disana apalagi saat itu Lukas memakai pakaian rumah yakni celana pendek dan juga kaos oblong yang membentuk tubuh Lukas.


Safira memilih menjauh dari sana dia tidak ingin pria Lukas menilai hal buruk tentangnya sekali pun dia sudah pernah menjadi kupu-kupu malam itu semua diluar kemauannya.


"Seharusnya aku punya pekerjaan sendiri agar aku bisa menghabiskan uang dan bisa menyewa kamar sendiri tidak enak rasanya tinggal bersama pria sejatinya bukan siapa-siapa dalam hidup ku,apalagi pria itu terlihat cuek mungkin dia sudah bosan melihatku di rumahnya." Ucapnya dalam hati.Dia menarik kursi dari bawah meja berhubung Lukas sedang di ruang tamu dia memilih duduk di kursi makan.


"Entah apa maksudnya membeli rumah semewah ini kalau kamar saja hannya ada satu,coba kalau ada dua aku bisa istrahat di kamar tanpa bertemu pria itu." Ucapnya kembali dalam hati.


Tapi untuk saat ini setidaknya dia sangat bersyukur untuk semua bantuan dari pria itu,walaupun hari-harinya sangat membosankan setidaknya dia bisa di rumah tanpa harus melayani pria hidung belang yang menginginkan tubuhnya yang mulus.


Di saat dia sedang suntuk di dapur dan tidak tau harus ngapain tiba-tiba dia mendengar suara pintu,perasaannya mulai takut,dia khawatir kalau sampai orang tua dari pria itu mengunjunginya.


" Tuan di luar ada tamu?" Safira menegur Lukas yang tidak beranjak dari tempat duduknya sama sekali sementara di luar orang itu sudah menunggu.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Lukas berjalan ke arah pintu lalu dia membuka pintu dia cukup kaget saat melihat dokter Arya sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman yang sangat menjijikan bagi Lukas di tambah penampilan Arya malam ini membuatnya sedikit heran.


" Ngapain kamu datang kemari sepertinya aku tidak mengundang mu."Ucap Lukas dengan nada sindiran tapi Arya tidak peduli sama sekali karena yang ingin dia temui adalah Safira.


" Siapa bilang aku ingin bertemu denganmu,aku ingin bertemu dengan Safira aku merindukannya dimana dia?" Arya langsung menerobos masuk ke dalam tanpa menghiraukan tatapan tidak suka dari lukas.


"Dia pikir ini apertemen nya makanya dia tidak punya sopan santun." Sungut Lukas lalu dia mengikuti Arya yang masuk ke dalam.


Saat itu Safira sedang berdiri di ruang tamu,dia menghela napas lega saat yang tamu yang datang bukan lah keluarga dari pria dingin berwajah datar itu.Dia tidak berani jika suatu saat keluarga pria itu datang dan mengetahui dia tinggal bersama wanita hina seperti dirinya.


"Safira....Benar dugaan ku ternyata kamu tinggal di apertemen nya Lukas apa kabarmu?" Tanya Arya dengan ramah membuat Safira sedikit lebih tenang setidaknya pria itu jauh lebih ramah di bandingkan Lukas yang sangat kaku dan dingin.


Safira tersenyum mendengar ucapan dokter Arya dia yang masih polos dan tidak tau apa-apa selalu merasa bingung saat ada orang yang mengajaknya untuk berbicara.


"Aku hannya menduga-duga saja, kalau kamu tinggal disini,tapi sekali lagi kamu jangan bilang ini rumah ya..Ini apertemen..Apa kamu suka tinggal disini bersama Lukas?" Tanya dokter Arya mencari tau dia sedikit penasaran dengan Safira dia sedikit kurang yakin kalau Lukas dan Safira tidur di kamar yang sama sementara dia melihat sekeliling ruangan ini walaupun cukup luas tapi hannya ada satu kamar.


Arya sangat penasaran dia ingin bertanya tapi dia takut Safira tersinggung akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Terus kalau malam kamu tidur dimana?" Seketika Lukas menoleh ke arahnya terlihat sekali wajahnya yang masam seakan tidak terima kalau Arya curiga dengannya.

__ADS_1


" Aku tidur di sopa mas,kalau tuan Lukas tidur di kamarnya lagian tuan Lukas sudah beberapa hari ini tidak kembali ke tempat ini." Jawab Safira tanpa curiga apa pun dengan pertanyaan Arya.


Wajah Lukas sudah benar-benar kesal dia terus menatap Arya dengan tatapan tidak suka tapi Arya menghiraukan itu,karena dia masih ingin berbicara dengan Safira.


"Kalau tidak ada urusan lagi kamu bisa pulang?"


" Aduh ..Aku hampir lupa,ini aku bawain kamu makanan." Arya mengalihkan ucapan Lukas dia memberikan bungkusan yang berisi cake kepada Safira.


Kesal dengan sikap Arya,lukas segera beranjak dari tempat duduknya lalu kembali ke kamarnya meninggalkan Arya dan Safira dia sudah sangat kesal kepada Arya entah apa yang membuatnya emosi.


"Dasar laki-laki brengsek,dia mencoba untuk tegar pesona kepada Safira,silahkan ambil wanita itu aku juga tidak menyukainya." Lukas mengomel sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang mewah miliknya.


Hatinya benar-benar panas saat mendengar suara tawa Arya dari luar rasanya dia sudah ingin melempar pria itu keluar dari apertemen nya.Penasaran apa yang membuat Arya tertawa keras Lukas mendekati pintu dan mencoba menguping dari sela-sela pintu yang terbuka tapi sayang dia tidak mendengar apa pun.


"Arngg...Sialan aku tidak bisa mendengar percakapan mereka!! kenapa aku harus marah tadi dan membiarkan mereka bahagia di luar sana." Ucapnya dalam hati lalu dia kembali merebahkan tubuhnya dengan sejuta rasa kesal di hatinya.


"Hahaha....Ternyata kamu lucu juga Safira,aku sangat senang menjadi sahabatmu.Memangnya kamu mau keluar dari tempat ini kalau kalau sudah punya tempat tinggal?" Tanya Arya disaat Mereka sedang asik bercerita.


"Iya mas,aku tidak enak sama tuan Lukas,aku sudah tinggal bersamanya beberapa hari ini,aku takut membuatnya repot." Jawab Safira dengan wajah yang lesu seakan begitu banyak beban pikiran.

__ADS_1


"Kamu mau tinggal bersamaku,aku sangat senang kalau kamu tinggal bersama ku."Tiba-tiba Arya menawarkan diri dan saat itu Lukas sudah berdiri di belakangnya.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2