Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 42 ~ Z A D ~


__ADS_3

Wanita paruh baya itu menatap Kinan dari atas sampai ke bawah,berhubung majikannya sudah memberinya pesan untuk berhati-hati dengan orang baru makanya dia sangat teliti.


"Baik lah aku akan memanggil nyonya Safira,kamu bisa menunggu disini sebentar." Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Kinan di depan pintu.


"Nyonya!! seorang wanita menunggu anda di luar katanya dia ingin bertemu nyonya." Ucap pelayan dengan sopan.Safira tampak malas dia sudah bisa menebak kalau itu Kinan yang tidak akan berhenti menganggunya.


"Ngapain lagi sih dia kesini,apa dia tidak malu bertemu denganku setelah apa yang telah keluarganya lakukan kepada ku beberapa tahun silam." Sungutnya dengan wajah yang tidak senang.


"Sudahlah sayang,mana tau ada yang ingin dia katakan,kamu bisa memberinya kesempatan kedua." Lukas mencoba membujuk Safira.Dia sadar sikap Safira sangat jauh berbeda dengan Safira yang dia kenal beberapa bulan yang lalu Safira terlihat lebih berani dan pemarah tapi itu tidak mengurangi rasa cintanya kepada Safira.


"Mas kamu tidak tau bagaimana jahatnya mereka dulu kepadaku,aku masih ingat betapa bangganya mereka menyiksa dan menyakiti ku setiap hari mengingat itu rasanya aku tidak bisa mengampuni keluarga terkutuk itu." Ucapnya penuh kemarahan di wajahnya walau dia berbicara lembut.


"Sayang setiap orang pasti menyadari setiap kesalahannya,kamu jangan terlalu keras dengan hidupmu,toh juga mereka juga sudah menerima setiap hukumannya." Lukas terus menasehatinya hingga akhirnya hati Safira mulai luluh.


"Bibi...Suruh orangnya masuk." Ucap Safira setelah Lukas menasehatinya dengan penuh cinta yang tulus.Tidak lama kemudian Kinan masuk ke dalam rumah dengan hati yang bergemuruh takut Safira mengusirnya dan tidak memaafkan dirinya.


"Kaka sekali lagi aku mohon,tolong maafkan semua kesalahan ku di masa lalu,aku tau mungkin kakak terlalu sulit maafkan diriku." Ucap Kinan dengan wajah menunduk.


" Baguslah kalau kamu sadar akan kesalahan mu,sebenarnya aku sulit memaafkan dirimu,kalau pun aku memaafkan mu,aku tidak ingin ada hubungan dengan kalian lagi." Ucap Safira.Dia kembali duduk setelah tadi dia berdiri saat Kinan mengampuninya.


Kinan hannya bisa diam mendengar ucapan Safira, dia sadar akan semua rasa benci Safira kepada keluarganya makanya dia tidak bisa memaksa Safira.

__ADS_1


"Kakak...Bisa kah kamu menerima ku di rumah ini,jadi pembantu pun aku tidak papa..Aku tidak kuat bekerja di rumah majikan ku yang kemarin kakak lihat apalagi ibuku sudah meminta gaji ku untuk satu tahun ke depan aku mohon kak,kakak bisa mengusirku kalau Kaka merasa aku tidak pantas." Mendengar ucapan Kinan yang begitu memelas tentu saja hati Safira mulai tersentuh.


"Aku tidak tau,terserah kamu saja." Jawab Safira lalu dia beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Kinan yang masih berdiri sambil menunduk.


"Jika kamu ingin bekerja disini,usahakan jangan mengecewakan istriku." Ucap Lukas lalu mengikuti Safira masuk ke dalam kamar.


Kinan menghela napas panjang,setelah perjuangan dan permohonan yang begitu panjang,akhirnya dia di terima bekerja di rumah Safira,tidak masalah baginya dia menjadi pelayan Safira yang jelas dia bisa bekerja dengan baik dia berjanji dalam hati menjadi orang yang baik dan menebus semua kesalahan di masa lalu terhadap Safira.


Sementara itu di lain tempat,Dewi dan Sinta sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Lukas setelah kemarin dia tidak bisa menemui Lukas di apertemennya dan nomornya juga tidak bisa di hubungi.


Sesampainya di perusahan,para kariawan yang bekerja di sana tampak menghindari Dewi dan juga Sinta,mereka takut kedua wanita itu menanyakan tentang lukas yang desas desus nya sudah menikah dengan wanita yang bukan pilihan orang tuanya.


Dewi sedikit kesal karena orang-orang tampak menghindari mereka,dia tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap Lukas yang sudah menikah dan menolak Jeje pilihan ibunya.


"Kemana sih anak itu? dan kenapa ya orang-orang kayak menghindar gitu dari kita,apa sesuatu terjadi di sini?" Tanya Dewi berulang kali tapi Sinta hannya diam saja karena dia juga sedikit bingung.


" Aku juga bingung ma...Lebih baik mama bertanya kepada sekretarisnya yang ada di ruangan itu ma." Ucap Sinta memberi saran.


"Kita kesana..." Dewi yang di antar oleh Sinta langsung keluar dari ruangan Lukas lalu menemui seorang wanita yang memegang kendali atas perusahaan setelah Lukas.


" Kamu...Siapa nama kamu?" Tanya Dewi tanpa basa-basi karena memang wajah wanita itu sedikit garang.

__ADS_1


"Namaku Dita nyonya,ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya Dita yang tidak sempat menghindar saat kedua wanita itu masuk ke ruangannya padahal dia paling malas mengurusi pribadi Lukas.


"Dimana Lukas,kenapa sudah dua hari ini dia tidak masuk kerja dan apertemennya kosong,kamu pasti tau kemana dia karena kamu yang paling sering bertemu dengannya." Tanya Dewi dengan wajah yang tegang.


"Hmm...Maafkan aku nyonya,aku memang dekat dengan tuan Lukas tapi dari awal aku bekerja dengannya kami sudah janji untuk tidak mengurusi pribadi masing-masing jadi saya tidak tau,yang saya tau seminggu ini tuan Lukas tidak masuk kantor." Ucap Dita memilih berbohong dari pada harus jujur tapi ujungnya malah banyak masalah.


"Tidak mungkin,kamu pasti menyembunyikan sesuatu,apa dia punya alamat lain selain apertemennya?" Dewi terus menyelidiki tapi sayang dia benar-benar tidak dapat informasi apa pun membuatnya benar- benar kesal.


"Sudah lebih baik kita keluar,sepertinya mereka semua sedang menyembunyikan sesuatu,kalau sampai nanti ada rahasia yang kalian tutupi aku tidak akan memaafkan dirimu." Ancam Dewi lalu keluar dari ruangan Dita penuh emosi.


Dita hannya bisa tersenyum kecil,ancaman seperti ini sudah biasa dia dengarkan dari wanita angkuh itu dan hal itu sudah biasa baginya.


" Terserah dia saja,dia pikir aku takut akan ancaman darinya,aku lebih memilih menutupi rahasia ini dari wanita itu dari pada aku dapat masalah nantinya." Ucapnya dalam hati lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Dewi dan Sinta keluar dari perusahaan,Dewi benar-benar kesal entah kenapa dia merasa Lukas sedang menghindarinya.


"Sinta..Apa mungkin Lukas menikah diam-diam?" Tanya Dewi setelah mereka masuk ke dalam mobil.


"Entahlah ma...Aku juga sedikit curiga kepada Lukas yang menikah diam-diam dengan wanita malam itu." Jawabnya membuat perasan Dewi semakin tidak menentu.Keduanya meninggalkan gedung perusahaan lalu kembali ke rumah mewahnya dengan hasil yang sama dengan yang kemarin-kemarin.


"Kalau sampai Lukas menikahi wanita itu aku benar-benar tidak memaafkannya." Ucap Dewi sedikit putus asa.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2