Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 26 ~ Z A D ~


__ADS_3

Setelah Jeje meninggalkan dirinya,Lukas kembali ke restoran lalu memesan makanan yang akan diberikan kepada Safira yang memang tadi belum makan malam.


Entah kenapa keberadaan Jeje di apertemennya bukannya memberikan perasaan suka yang ada kehadiran Jeje membuatnya tidak bebas dan merasa terikat.


Jeje mendorong pintu yang memang tadi hannya di tutup gitu saja,Jeje kaget saat melihat Safira yang sudah mulai membersihkan ruangan.


"Kamu darimana saja,tadi aku mencari mu kemana-mana kenapa tidak ada dan sekarang kamu sudah disini?" Tanya Jeje penuh keheranan melihat keberadaan Safira.


"Aku di ruang belakang nyonya," Jawab Safira polos dan entah kenapa Jeje sangat senang saat Safira memanggilnya dengan sebutan nyonya.


"Nyonya....Iya aku ini nyonya mu,dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Lukas aku akan tetap memakai jasamu sebagai pelayan di apertemen ini." Ucap Jeje dengan senyum yang mengambang di bibirnya entah kenapa dia sangat senang saat Safira memanggilnya dengan panggilan nyonya.


" Oohh begitu,ini aku bawa makanan bawakan ke dapur dan sajikan dulu menunggu Lukas kembali entah kenapa dia jadi lama begitu."Ucap Jeje lalu menyerahkan kantong yang berisi makanan yang tadi dia bawa dari restoran.


Safira membawa makanan ke dapur lalu menyajikan di atas meja,air ludahnya hampir mengalir melihat menu makanan yang begitu menggoda apalagi sekarang dia sudah sangat lapar.


"Kamu lama sekali sih sayang,aku kira kamu pergi entah kemana yuk kita masuk dan makan,lah kamu bawa apalagi itu sayang?" Jeje langsung mengambil bungkusan yang ada di tangan Lukas lalu mengandeng tangan Lukas dan membawanya ke dapur.


Sesampainya di dapur tiba-tiba saja Safira melihat mereka,dan matanya tertuju ke tangan Jeje yang mengandeng tangan Lukas dengan erat keduanya tampak sangat cocok menjadi nyonya dan tuan rumah.


Bagi Safira tidak ada masalah sama sekali,karena memang tidak pernah terpikirkan sesuatu yang aneh di pikiran Safira tetang Lukas,lain halnya dengan Lukas entah kenapa dia merasa salah tingkah saat Safira menatapnya barusan.


Lukas melepaskan tangan Jeje dari lengannya,seakan dia ingin menjaga perasaan Safira saat itu untung saja Jeje tidak curiga atas sikapnya.

__ADS_1


"Safira buatkan aku air jeruk,aku tidak biasa minum dengan air putih." Ucap Jeje mereka berdua sudah duduk kursi masing-masing.


"Baik nyonya...Apakah tuan ingin air jeruk juga?" Tanya Safira saat itu Safira mengalihkan pandangannya kepada Lukas yang ternyata pria itu menatapnya dari tadi.


"A_ tidak usah,aku minum air putih saja." Ucapnya dengan nada gugup membuat Jeje menatap aneh dengannya.


Safira terlihat biasa saja,walaupun hatinya tiba-tiba bergetar saat mereka berdua saling bertabrakan dia tidak ingin wanita itu salah paham atas mereka.


"Sayang kamu kenapa...Kamu kayak menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Jeje dia memegang tangan Lukas yang saat itu berada di atas meja.


"Tidak aku tidak menyembunyikan apa pun." Jawab Lukas dengan wajah datar.Jeje menarik napas berat,dia tidak paham atas sikap Lukas,tapi biar pun demikian Jeje berusaha untuk sabar karena sebelumnya orang tua Lukas sudah mengingatkan dirinya untuk sabar dengan sikap Lukas.


" Nyonya ini minumnya." Safira meletakkan satu gelas jus jeruk di atas meja,saat dia hendak meninggalkan mereka Lukas mencegatnya membuat Jeje dan Safira merasa heran apalagi selama ini mereka tidak pernah makan bersama.


"Sayang...Untuk apa kamu mengajak pelayan makan bersama kita,biarkan dia makan belakangan kamu harus punya batas untuk pelayan agar dia menghargai mu,kamu mau lama-lama wanita ini menggoda mu?" Jeje terlihat kesal saat Lukas mengajak Safira makan bersama dengan mereka.


"Maaf tuan,nyonya aku makan nanti saja." Ucap Safira lalu dia meninggalkan keduanya di dapur.Tiba-tiba saja nafsu makan Jeje yang sudah besar hilang begitu saja saat Lukas mengajak Safira makan bersama mereka.


Lukas melihat perubahan wajah Jeje,dia tau kalau Jeje marah karena masalah barusan,tidak ingin wanita itu mengadu kepada ibunya akhirnya Lukas meminta maaf walau menurutnya itu biasa saja.


"Aku minta maaf kalau menurutmu itu salah lebih baik kamu makan." Lukas membujuk Jeje,dan saat itu Jeje memakai kesempatan itu untuk membuat lukas semakin merasa bersalah.


Jeje keluar dari tempat duduknya,dia ingin masuk ke kamar Lukas,sebelum dia menghilang dari dapur dia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Lukas yang masih duduk dengan tenang di tempatnya.

__ADS_1


"Aku akan pergi dari apertemen mu,kalau kamu merasa aku menganggu mu."Ucap Jeje lalu dia segera pergi meninggalkan Lukas.


Lukas tersedak saat mendengar ucapan Jeje,sebelumya dia makan dengan lahap,dia tidak menyangka Jeje begitu kesal dengannya.


" Sialan masalah kecil itu saja harus di perbesar Jeje," Lukas menahan rasa kesal di hatinya melihat sikap Jeje.


" Lebih baik aku menyuruhnya pergi dari apertemen ini dari pada hannya menimbulkan emosi untukku." Ucapnya dalam hati lalu dia menyusul Jeje yang masuk ke dalam kamarnya.Sementara itu Safira yang melihat keduanya sedang berantem hannya bisa menghela napas berat tidak ada niat dalam hatinya untuk membuat wanita itu cemburu.


Lukas berdiri di depan pintu sambil menatap punggung mulus Jeje,sekarang dia mengerti wanita itu ingin menggodanya terlihat dari caranya yang hannya memakai kaos tipis yang memperlihatkan punggung mulusnya,sayangnya Lukas sama sekali tidak tertarik akan dirinya.


" Jeje aku minta maaf kalau tadi sudah membuatmu bad mood," Ucap Lukas sambil tetap berdiri di depan pintu.


Jeje semakin besar kepala dia senang sekali saat pria itu menyusul dan meminta maaf kepadanya,semula dia mengira kalau Lukas menaruh hati kepada Safira tapi melihat pria itu datang dan membujuknya itu artinya Lukas juga takut kalau dia marah.


Jeje bangkit dari tempat tidurnya,lalu dia berdiri dan menghampiri Lukas yang masih di tempatnya.Jeje menghampiri Lukas lalu memeluk pria itu dengan erat bahkan dia berusaha untuk menggoda pria itu.


"Sayang,aku sudah lama jatuh hati kepada mu,dan aku rasa kamu tahu akan hal itu,aku mohon jangan pernah menolak atau menyakiti perasaan ku." Ucap Jeje tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh kekar Lukas.


Lukas menarik napas berat,entah apa yang dia rasakan saat ini yang jelas dia sama sekali tidak mencintai Jeje sama seperti dulu tidak ada cinta sama sekali.


" Baiklah Jeje,kita jalani saja dulu," Jawabnya dengan nada rendah dan itu sudah cukup membuat Jeje bahagia dia langsung mencium bibir Lukas dan memeluknya semakin erat.


Safira yang melihat pemandangan itu hannya bisa tersenyum,entah apa yang dia pikirkan saat itu yang jelas dia sedikit melow dengan pemandangan itu.

__ADS_1


😊😊😊 bersambung 😊😊😊


__ADS_2