Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 17 ~ Z A D ~


__ADS_3

Sebenarnya Safira sudah sangat kelaparan,sejak masuk rumah sakit dia tidak makan teratur,tapi dia cukup tau diri untuk tidak meminta makanan kepada Lukas.Selain tidak ingin merepotkan pria itu Safira juga tidak berani meminta apa pun kepada pria yang terlihat sombong.


Lukas pergi dari hadapannya,dia tidak tau mau kemana pria itu ingin bertanya tapi dia takut.Tidak lama kemudian pria itu datang lagi membawa beberapa baju.


Lukas berjalan ke arah dapur,dengan wajah datar,hal itu membuat Safira semakin enggan untuk bertanya dia belom mengikuti Lukas hingga pria itu menatapnya aneh.


"Bukannya kamu mau mandi kenapa kamu malah berdiri disana,satu lagi aku tidak suka wanita yang lamban." Ucap Lukas membuat Safira kaget akhirnya dia berjalan mengikuti pria itu hingga akhirnya sampai di sebuah kamar mandi.


Safira


"Ini baju milikku yang tidak aku pakai lagi kamu bisa mandi dan mengganti pakaian mu." Ucap Lukas lalu melemparkan baju itu untuk Safira hingga menutup wajahnya karena dia telat menangkapnya.


"Terima kasih tuan.Aku mandi dimana tuan?" Tanya Safira,dia sebenarnya enggan untuk bertanya tapi dia terpaksa melakukannya karena memang dia bingung dengan kecanggihan semua yang ada di dalam rumah.


Lukas menunjukkan kamar mandi,setelah itu dia segera meninggalkan kamar mandi karena tidak ingin wanita itu salah kaprah tentangnya.Lukas memang pria yang tampan,bahkan banyak wanita yang mengejarnya,wanita mana yang sanggup menolak seorang Lukas,sudah tampan kaya raya keluarganya adalah keluarga yang terpandang.


Lukas mendaratkan bokongnya di atas sopa,setelah itu dia melihat-lihat aplikasi makanan setelah mendapat sesuatu yang enak dia lansung pesan.Dia memesan banyak makanan untuk mereka berdua.


Setelah menutup ponselnya tiba-tiba dia ingat dengan Safira yang ada di dalam kamar mandi padahal dia belum menghidupkan air.


"Bodohnya aku,aku yakin kalau wanita itu pasti sedang duduk atau berdiri disana entah apa yang membuatnya begitu bodoh." Omelnya lalu dia kemabli menemui Safira dan benar saja wanita itu berdiri di depan kamar mandi tanpa melakukan apa pun.


" Kamu mandi? kenapa tidak memanggilku kalau kamu tidak tau menghidupkan air?" Tanya Lukas wajahnya terlihat marah dan kesal kepada Safira.


" Aku minta maaf tuan."

__ADS_1


"Sudah lah kamu memang selalu membuatku emosi."Jawab Lukas lalu dia menghidupkan air setelah itu keluar dengan wajah masam.


"Apa dia benar-benar miskin hingga tidak tau cara menghidupkan air,lama-lama aku bisa stres menghadapi wanita bodoh itu." Ucapnya dalam hati.


Safira membersihkan seluruh tubuhnya,sudah beberapa hari tidak mandi membuat tubuhnya terasa lengket.Ada beberapa macam botol disana Safira bingung membedakan botol sampo dan botol sabun untung saja di setiap botol ada gambarnya hingga dengan mudah dia mengenalinya.


Setelah puas mandi dan tubuhnya sudah bersih Safira mematikan air,dia sengaja memperhatikan Lukas saat menghidupkan air tadi dia tidak ingin pria itu marah lagi kepadanya.


Sebelum keluar dari kamar mandi,Safira sengaja membersihkan kamar mandi dulu,karena sudah terbiasa dari kecil hidup bersih sampai besar pun Safira selalu melakukan kebiasaan baiknya itu.


" Lama sekali kamu di kamar mandi apa yang kamu lakukan?" Tanya Lukas yang sudah berdiri di depan pintu sambil memperhatikan dia membersihkan kamar mandi.


"Maaf tuan aku membersihkan kamar mandi."


Safira kembali ke ruang tamu,dia sangat kaget saat di meja sudah banyak makanan yang tersaji.Safira menghampiri Lukas yang sudah menunggunya,lalu duduk di hadapan pria itu.


Lukas merasa aneh dengan dirinya kadang dia sangat kesal dengan safira yang sangat polos atau bodoh dia bingung sendiri di saat makanan sudah di hidangkan bukannya makan wanita itu malah memandang semua hidangan padahal air liurnya hampir menetes.


"Kalau kamu sudah lapar silahkan makan,air liurnya mu hampir menetes."Ucap Lukas membuat Safira menunduk malu.Dia malu untuk mengakui kalau dia memang sangat kelaparan.


Keduanya makan dengan sangat lahap,melihat nafsu makan Safira yang tunggi membuat Lukas senang karena dia paling tidak suka melihat wanita yang makan pilih-pilih.


****


Tidak terasa Safira sudah seminggu tinggal bersama Lukas,dia tidak pernah melakukan apa pun dan bahkan makanannya selalu datang tepat waktu setiap hari.

__ADS_1


Terkadang ada rasa tidak enak di hati Safira saat dia menikmati makanan yang enak setiap hari tapi tidak melakukan apa pun di rumah itu.Ingin bekerja membersihkan seluruh ruangan tapi dia sama sekali tidak tau memakai peralatan di apertemen itu.


Seminggu tinggal di rumah mewah orang lain membuat Safira kadang bosan tidak melakukan apa pun kecuali makan tidur dan jalan-jalan di seluruh ruangan.


Safira merasa hidupnya sangat bahagia selama tinggal di apertemen mewah milik Lukas,bagaimana tidak setiap hari dia makan makanan yang enak,dia bebas makan apa saja yang ada di dalam kulkas.


Sejak kecil sering kali dia kelaparan, karena keluarga tantenya sering menghabiskan makanan dengan sengaja.Saat ini Safira hannya berharap kehidupannya ke depan semakin bahagia.


Sejak seminggu tinggal di rumah pria yang menolongnya malam itu,mereka sudah jarang bertemu,Lukas sibuk dengan semua bisnisnya bahkan dari dua hari kemarin dia berkunjung ke Surabaya hingga keduanya jarang bertemu.


Pagi ini Lukas baru saja sampai di perusahan miliknya,dia dan asistennya baru saja mendarat di kota ini dan mereka lansung ke perusahaan untuk mengadakan rapat seperti biasa yang dilakukan oleh Lukas setelah dia melakukan perjalanan bisnis.


" Baiklah cukup sampai di sini rapat kita pada hari ini semoga perusahaan kita semakin jaya ke depannya." Ucap Lukas lalu keluar dari ruang rapat.


Seluruh peserta rapat menghela napas lega karena hari ini berjalan lancar tanpa ada drama pemecatan di ruang rapat seperti kejadian-kejadian bulan sebelumnya.


Lukas kembali ke ruangannya,lalu menatap paper bag yang berisi beberapa gaun untuk wanita,Lukas menatap bungkusan itu lalu tersenyum kecil.


"Untuk apa aku membeli pakaian untuk wanita yang bahkan baru saja aku kenal,Lukas sadarlah dia itu seorang pelacur...Dia itu wanita kotor kamu jangan perlakukan dia seperti itu." Ucapnya lalu memukul paper bag itu hingga jatuh ke bawah mejanya.


"Sayang......" Tiba-tiba ibunya membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu membuat Lukas kaget dia segera menendang paper bag lebih dalam kebawah meja karena dia tidak ingin ibunya tau tentang Safira.


Kalau sampai ibunya melihat dia membeli pakaian wanita maka ibunya akan selalu kepo membuatnya tidak nyaman sama sekali.


🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2