Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 28 ~ Z A D ~


__ADS_3

Mata Jeje terus melihat jepitan rambut yang ada di kepala safira,rasanya dia tidak bisa terima saat Lukas membelikan hadiah kepada Safira.


"Dari mana kamu mengambil jepitan yang ada di rambut mu?" Tanya Safira Jeje dengan wajah yang sangat kesal.


"Tuan Lukas memberikan itu kepada ku nyonya?" Jawab Safira.Jeje langsung merampas jepitan itu dari rambut Safira,seketika Safira meringis kesakitan karena beberapa helai rambutnya ikut tertarik.


"Apa yang terjadi kenapa kamu berteriak?" Lukas yang duduk di ruang tamu langsung menghampiri mereka berdua saat mendengar suara teriak kecil dari dapur.


"Sayang..Kenapa dia mengambil jepitan rambut yang kamu belikan tadi,sepertinya wanita ini bukan wanita baik-baik bagaimana bisa dia berani mengambil sesuatu yang bukan miliknya." Ucap Jeje dengan tatapan yang sangat sinis kepada Safira.Kali ini dia benar-benar benci kepada Safira karena dia mengira Safira diam-diam menggoda Lukas calon suaminya.


"Aku yang memberikan itu kepadanya,kembalikan itu,bukan kah kamu juga sudah membeli apa pun yang kamu mau hari ini,apa kamu belum puas?" Ucap Lukas dengan wajah yang terlihat tidak senang atas sikap Safira kali ini.


"Untuk apa kamu membelikan ini kepadanya,memangnya dia siapa...Bukan kah kamu bilang dia hannya pelayan,kenapa kamu seperti menutupi sesuatu dariku?"


"Jeje....."


"Tidak, aku tidak terima kamu mengistimewakan wanita itu,aku tidak terima kamu membelikan sesuatu kepadanya sekali pun itu hannya barang murah." Safira salah tingkah di antara mereka,dia bingung harus bersikap bagaimana sementara Jeje terlihat sangat marah dan kesal kepada Lukas.


"Nyonya,tuan aku minta maaf kalau kehadiran ku membuat kalian jadi ribut seperti ini,tuan biarkan aku pergi dari apertemen ini,aku merasa tidak enak kenapa Nyonya Jeje aku juga_

__ADS_1


"Kalau kamu masih punya hati lebih baik kamu pergi dari tempat ini,kamu kan tau nyonya Dewi sudah menjodohkan kami,jadi kamu keluar dari tempat dan jangan kembali lagi." Ucap Jeje dengan nada ketus memotong ucapan Safira.


"Baik nyonya." Safira yang sudah merasa tidak enak akhirnya memutuskan untuk pergi dari apertemen Lukas,sebenarnya dia juga tidak punya tujuan tapi karena tidak ingin melihat keributan di antara mereka akhirnya dia memutuskan untuk pergi.


Di saat Safira melangkahkan kakinya tiba-tiba terdengar bel pintu yang artinya ada tamu yang datang,Safira yang memang sudah pergi dari dapur langsung menuju pintu.


"Mas Arya,kamu datang lagi apa kamu tidak takut kamu datang lagi kemari?" Tanya Safira dengan wajah masih sedih karena tidak tau harus kemana saat keluar dari apertemen Lukas.


Arya mengikuti langkah kaki Safira menuju ruang tamu,disana terlihat Lukas dengan wajah datar berubah menjadi amarah,sepertinya pria itu ingin mengucapkan sesuatu tapi dia menahannya karena disana ada Jeje.


" Safira...Kapan kamu keluar jangan lama-lama,kamu harus tau diri jadi wanita!!" Tiba-tiba Jeje menjerit dari ruang tamu membuat Lukas dan Arya kaget.


"Apa maksudnya ini? kamu mengusir Safira keluar dari tempat mu ini?" Arya menatap Lukas yang terlihat masih marah Arya menatap Lukas dan Jeje bergantian seakan meminta penjelasan atas ucapan Jeje barusan.


"Tidak salah dengan kata-kata mu,Safira menggoda Lukas,itu tidak mungkin,yang ada pria mu inilah yang sudah menggoda Safira kamu jangan terlalu percaya diri atas perasaan laki-laki ini kepadamu!!" Jawab Arya mengeluarkan semua rasa kesal di hatinya.Arya tidak menyukai kata-kata Jeje yang seakan menuduh Safira wanita penggoda.


Jeje semakin marah dan kesal,apalagi saat mendengar ucapan Arya yang begitu pedas kepadanya.Saat itu Safira keluar dari dapur lalu sambil membawa bungkusan hitam yang berisi pakaiannya yang tidak terlalu banyak.


Jeje yang menghampiri Safira lalu merebut kantong kresek yang ada di tangannya dan membongkar plastik itu lalu mengeluarkan isi tas ke lantai.

__ADS_1


"Aku harus memeriksa apa saja yang kamu bawa keluar dari apertemen ini,sudah biasa kalau orang miskin kadang tidak punya etika membawa barang-barang mahal untuk di jual di luar." Ucap Jeje lalu dengan sengaja memijak pakaian Safira.


Tentu saja hal itu membuat Lukas murka,dia tidak menyangka di balik wajah lemah lembut Jeje memiliki sifat yang kurang baik membuat perasananya semakin tidak suka dan sekarang dia tidak ingin menjalani hubungan ini lagi karena baginya bagaimana pun dia memaksakan perasananya kepada Jeje tetap saja itu sia-sia karena dari awal dia memang tidak mencintai wanita itu.


" Jeje..Kamu keterlaluan sekali,aku kira kamu itu wanita baik dan memiliki etika yang baik ternyata aku salah,mulai hari ini juga kita putus dan sekarang juga pergi dari apertemen ku." Ucap Lukas dengan lantang membuat Safira tidak berkutik.


"Apa....Kamu memutuskan hubungan kita hannya karena wanita ini baik....Aku ingin lihat bagaimana wanita ini bisa lepas dari Tante Dewi..." Ucap Jeje lalu segera beranjak keluar dari tempat itu meninggalkan mereka bertiga.


Jeje meninggalkan Apertemen yang di tempati Lukas dengan perasan marah,malu dan kesal bercampur jadi satu di saat dirinya di permalukan Lukas di hadapan Safira dan juga Arya.


" Dia mengusirku demi membela bocah ingusan itu,apa hebatnya babu seperti itu,ternyata diam-diam wanita itu telah menggoda Lukas selama ini."Dia mengomel sepanjang jalan,dia memesan Taksi lalu berangkat menuju rumah keluarga besar Lukas.


Setelah Jeje keluar dari apertemen nya,Safira memasukkan kembali semua bajunya ke dalam kantong kresek dia sudah tidak tahan lagi tinggal bersama Lukas dan calon istrinya dan dia juga tidak mau menjadi duri di hubungan kedua pasangan itu.


Tanpa berkata apa pun kepada Lukas Safira melangkah kan kakinya keluar dari hadapan Lukas,begitu juga dengan Arya dia mengikuti Safira dari belakangnya.


Tidak terima Savira pergi dari apertemennya,Lukas mendorong tubuh Arya ke samping lalu menarik tangan Safira dan menahannya untuk tidak meninggakan apertemennya.


"Safira kamu tidak boleh pergi kemana pun_"

__ADS_1


"Lepaskan tangannya,kamu memang lelaki tidak punya pendirian bisa-bisanya kamu menahannya disini sementara calon istrimu selalu merendahkan Safira seperti tadi,kalau saja aku tidak datang aku tau kamu pasti tidak membela Safira sama sekali,jadi lepaskan tangan kotor mu,aku tidak akan membiarkan pria sepertimu mendekati Safira." Ucap Arya dia menghempaskan tangan Lukas yang memegangi tangan Safira dengan kasar.


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Šbersambung ๐ŸŒบ ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2