
Lukas tampak gugup, dia mendorong paper bag yang ada di dekat kakinya ke bawah meja dia takut ibunya melihat pakaian itu.
"Kenapa wajah mu panik...Hayo kamu menyembunyikan apa dari ibu katakan." Ucap ibunya menggoda Lukas.Wajah datar Lukas membuat ibunya segan untuk mendekati putranya.
"Tidak ada apa-apa Bu aku baru saja selesai meeting ibu langsung datang jadi aku sedikit kaget.Terus ibu ngapain kesini?" Tanya Lukas mengalihkan perhatian ibunya yang sudah semakin dekat dengannya hingga pada akhirnya ibunya duduk di sopa yang ada di ruangan itu.
" Aku cuma merindukan kamu saja sayang,apa itu salah? memangnya seorang ibu salah jika merindukan anak sendiri? hiks....Beginilah kalau umur sudah mulai tua anak pada menjauh dan aku kesepian." Ucap mamanya penuh drama membuat Lukas tidak berkutik.
Ibunya memang selalu merasa paling menderita di dunia ini kalau salah satu dari ketiga anaknya melakukan sesuatu yang tidak sesuai keinginannya.
"Ma...Aku minta maaf aku tadi sibuk ma makanya aku seperti itu dan akhir-akhir banyak sekali tugas kantor yang menumpuk aku minta maaf ya ma.Sebagai permintaan maaf ku,aku akan membelikan apa pun yang mama inginkan aku akan berikan." Ucap Lukas merayu mamanya.Itu selalu dia lakukan untuk merayu ibunya yang memang kadang sangat menyebalkan baginya.
" Mama tidak mengingkan apa pun,tapi kalau kamu memaksa tidak papa deh semalam ibu ke counter tas branded yang limited aku ingin kamu membelikan itu untukku,aku ingin teman-teman arisan mama iri dengan penghasilan ku." Ucap nya dengan senyum penuh arti.
"Baik ma,aku akan transfer uangnya kalau mama sudah di toko." Ucapnya.Mamanya langsung berdiri karena tujuannya sudah tercapai dia juga malas kalau lama-lama duduk di kantor anaknya.
"Baiklah mama pamit selamat kerja sayang..Eh...Mama lupa dua hari lagi ternyata Jeje akan kembali kamu harus menjemputnya di bandara tidak nyangka anak itu pulang secepat itu setelah sukses menjadi desainer hebat." Puji mamanya lalu segera keluar dari ruangan Lukas.
"Jeje....Entahlah aku tidak tertarik sama sekali dengannya, entah kenapa hati ini terlalu sulit menerima hadirnya orang lain." Ucapnya dalam hati lalu dia beranjak dari tempat duduknya lalu mengenakan jas yang tadi sempat dia buka.
__ADS_1
Lukas bergegas untuk pulang ke apertemen miliknya,dia sudah sangat kelelahan setelah beberapa hari ini sibuk dengan urusan bisnisnya dan sekarang dia ingin pulang untuk istrahat.
Saat dia hendak keluar dari kursinya tiba-tiba kakinya menyentuh paper bag yang tadi sempat dia letakkan disana dia hampir melupakan barang itu.
"Hampir saja aku melupakan ini." Ucapnya lalu dia mengambil barang itu dan membawanya keluar dari ruangannya.
Sementara itu Safira sedang duduk di ruang tamu sambil menonton siaran televisi acara di televisi benar-benar membuatnya bosan.Seminggu di kunci di apertemen tanpa melakukan apa pun membuatnya benar-benar bosan dia tidak tahu melakukan apa pun,hannya acara televisi yang kadang membuatnya lupa masalah hidupnya.
Saat dia sedang mencari siaran yang dia inginkan tiba-tiba dia memutar siaran Korea dia menonton satu cerita yang membuatnya benar-benar tersentuh.
"Aku tidak percaya di kehidupan nyata ada pria sebaik itu mau menerima cinta seorang wanita kotor...Mana mungkin seorang pria hebat mau melamar wanita Pel4cur seperti itu." Ucapnya menikmati acara televisi.
Sepanjang menonton beberapa kali dia menyeka air mata yang hampir menetes dia benar-benar tersentuh menonton drama yang menguras air mata itu.
Safira terus larut dalam drama itu,cerita yang penuh menguras air mata hingga tanpa sadar dia juga meneteskan air mata.Dia seakan ikut merasakan kesedihan dari drama itu dia terbawa perasaan hingga tanpa sadar Lukas sudah berdiri dari tadi di belakangnya sambil menatapnya dengan tatapan yang aneh.
Safira sangat kaget saat Lukas tiba-tiba melempar paper bag ke atas meja lalu dia duduk di atas sopa sambil menatap televisi dia penasaran dengan filim yang di tonton Savira hingga dia bisa menagis sesenggukan.
" Tu_tuan sudah pulang maafkan aku tuan." Ucapnya gugup lalu dia menyeka air mata yang membasahi wajahnya dia salah tingkah dan malu saat Lukas menatap aneh dengannya.
__ADS_1
" Kamu bodoh ya...Hannya karena kamu menonton kamu sampai menagis mulai besok kamu tidak bisa menonton lagi dasar bodoh.." Lukas bukannya bertanya apa yang membuatnya sedih malah dia mengomel kepada Safira membuat wanita itu sedih.
Lukas beranjak dari tempat duduknya dia ingin ke kamar dia lupa barang bawaannya barusan saat dia menoleh ke belakang baru dia melihat paper bag yang ada di atas meja.
"Hmm...Aku sudah tidak punya pakaian lagi kamu bisa memakai pakaian yang ada di dalam tas itu." Ucapnya lalu pergi begitu saja dari hadapan Safira.
Setelah Lukas menghilang dari pandangannya Safira membuka paper bag itu lalu dia mengeluarkan isinya dia cukup kaget dan malu saat melihat isinya yang terdiri dari beberapa pakaian dalam yang aneh menurutnya dan juga beberapa bra yang ukurannya sama persis seperti yang dia pakai.
" Tau dari mana dia kalau aku pakai ukuran seperti ini,apa dia dukun atau apa dia pernah memeriksa milikku?"Ucapnya dalam hati dia sedikit malu karena pria itu membeli sesuatu yang sangat rahasia miliknya.
Safira lalu menyimpan semua pakaian dalamnya sekarang tiba waktunya untuk membuka pakaian yang dibeli oleh Lukas.
"Cantik sekali gaun ini,aku rasa ini gaun cantik." Ucapnya terharu.Seumur hidupnya ini yang pertama baginya dibelikan pakaian oleh orang lain selama ini dia selalu memakai pakaian bekas milik tante dan kedua anaknya dan bahkan dia juga pakaian dalamnya juga bekas dari keluarganya.
Safira sangat terharu,karena tidak pernah merasakan memakai pakaian yang baru dia buru-buru ke kamar mandi lalu membawa bajunya.
Setelah mandi dia langsung mengenakan pakaian barunya dia tidak menyangka pria itu begitu pintar memilih pakaian untuknya sekaligus pakaian dalam.
Setelah selesai mandi dan dia juga sudah memakai pakaian pemberian Lukas dia kembali ke ruang tamu dia ingin menunggu Lukas disana sekaligus mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan pakaian yang sangat cantik untuknya.
__ADS_1
Lukas keluar dari dalam kamar,dia sudah memakai pakaian santai,saat melihat Safira memakai pakaian yang belinya dia cukup tertegun melihat kecantikan Safira.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺