Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 30 ~ Z A D ~


__ADS_3

" benar nona,tolong beritahu dimana alamat Safira sekarang,gara-gara wanita sialan itu,bos ku tidak memberikan semua gaji ku,aku harus membawanya malam ini juga." ucap Budi dengan penuh semangat, dia yakin kalau Jeje akan memberikan Safira kepadanya.


Jeje terdiam untuk sesaat,dia tidak menyangka Lukas pria terhormat harus jatuh cinta kepada wanita rendahan seperti Safira.Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau sampai Lukas benar-benar jatuh hati kepada Safira, apalagi keluarganya bukan orang sembarangan terlebih ibunya yang sangat selektif dalam memilih bibit,bebet,bobot calon menantunya.Tiba-tiba saja senyum mengambang di bibir Jeje karena dia merasa tidak akan mungkin Lukas berani jatuh hati kepada Safira.


"Berikan aku nomor ponsel mu, aku akan menghubungimu saat aku sudah bertemu dengan wanita itu." Ucap Jeje.


"Tapi nona aku mau_


"Ya sudah kalau kamu tidak mau,aku juga tidak memaksamu,aku juga tidak yakin kamu bisa membawanya saat kamu menemui wanita itu,karena pria yang membawanya bukan pria sembarangan." Ucap Jeje lalu dia beranjak dari tempat duduknya.


Budi terdiam saat Jeje mulai meninggalkan cafe tempat dimana mereka minum kopi,dia merasa wanita itu mengerjainya.Dia mengira Jeje lansung membawanya ke tempat Safira lalu menyeretnya dan membawanya menemui Burhan yang sudah tidak mempercayainya.


" Tunggu...Baiklah aku akan memberikan nomor ponselku,aku berharap kamu segera menghubungiku,wanita itu sudah membuatku kesal,gara-gara wanita itu gaji ku malah tidak full." sungutnya dengan nada menahan kesal.


Jeje menghentikan langkahnya,dia menunggu Budi yang sudah berjalan mendekatinya,lalu pria itu memberikan nomor ponselnya setelan itu Jeje masuk ke dalam mobil mewah milik Frans.


" Dasar wanita tidak jelas,kalau memang dia tau dimana Safira, kenapa dia tidak membawaku langsung menemui Safira! kenapa harus menunggu...Sia-sia saja aku menghabiskan waktuku." Budi keluar dari dalam cafe sambil mengomel membuat beberapa wanita tertawa kecil melihat dia yang berbicara sendirian.


Karena malam sudah semakin larut,Jeje menyuruh Frans mengantarnya ke sebuah hotel yang tidak jauh dari tempat itu,dia sudah tinggal satu Minggu lebih di kota ini tapi dia belum mengirim kabar kepada orang tuanya kalau dia sudah di Jakarta.


"Hahaha...Safira...Safira,mimpimu terlalu tinggi untuk menjadi nyonya,aku tidak percaya Tante Dewi mau menerima wanita murahan seperti mu menjadi bagian dari keluarganya." Ucap Jeje dengan tawanya yang sangat tinggi dia sangat bahagia saat dia sudah tau masa lalu dari Safira.

__ADS_1


"Sepertinya besok aku akan kembali ke apertemen Lukas,aku ingin tau bagaimana reaksi Safira dan Lukas saat aku tau masa lalu dari pria itu." Ucapnya kembali.


Keesokan paginya,Jeje bergegas bangun tidur lalu masuk ke kamar mandi dan cuci muka, dia tidak mandi karena tidak punya baju untuk gantinya.


Setelah merasa lebih segar dia keluar dari dalam kamar dan segera meninggalkan Hotel padahal hari masih sangat pagi,untung saja saat memesan taksi online dia langsung dapat.


Sementara itu,Safira keluar dari dalam kamar,setelah sepanjang malam Lukas menahannya di dalam kamar dan mereka tidur di dalam ranjang yang sama walau tidak terjadi sesuatu dengan mereka.


"Kamu mau kemana,temani aku tidur aku belum mau bangun." Ucap Lukas lalu menarik Safira kembali naik ke atas ranjang.Lukas sudah tidak merasa enggan lagi,dia melakukan semuanya tanpa ragu-ragu karena tidak bisa melawan perasan yang ada di hatinya lagi.


"Tuan lepaskan aku." Safira berusaha memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan seorang Lukas.


"Jangan membuatku marah...Aku ingin kita tidur lagi,aku tidak melakukan apa pun untukmu,aku hanya ingin kamu menemaniku, berada di pelukan mu,aku sangat bahagia." Ucap Lukas lalu memeluk pinggang Safira yang membelakanginya.


"Sudah jangan takut aku tidak akan memakan mu...Tenang dan jangan banyak bergerak,kalau kamu ingin aku tidak memakan mu." Ucapnya kembali membuat Safira semakin salah tingkah dan tidak berani bergerak.


Safira merasa ada yang mengganjal di sekitar bokongnya dia ingin memeriksanya tapi dia tidak berani sama sekali.


Safira mencoba untuk bergerak karena dia merasa semakin sesak dan tidak bisa bernapas,


"Kamu tidak mengerti apa yang aku katakan barusan jangan banyak bergerak kalau kamu tidak ingin ku makan."Ucap Lukas kembali membuat Safira benar-benar diam dan menguraikan semua yang terjadi.

__ADS_1


Di saat Safira sudah mulai tenang,tiba-tiba terdengar bel pintu berbunyi dari luar,Lukas melepaskan pelukannya,dia mengomel sambil bangun dari tempat tidurnya dan Safira memakai kesempatan itu untuk bangun lalu lari ke dapur karena dia sudah sesak napas karena ulah Lukas yang menahannya.


Lukas berjalan menuju pintu,dia takut kalau yang mengunjunginya pagi ini mamanya yang cerewet karena dia mengira Jeje sudah mengadu kepada keluarganya.


Disaat dia membuka pintu,Jeje sudah berdiri di depan pintu dan tanpa menunggu lebih lama wanita itu menerobos masuk ke dalam.


"Untuk apa kamu kembali bukan kah kamu sudah pergi? Tanya Lukas dengan wajah yang terlihat emosi.


"Santai sayang...Kenapa,kamu marah,seharusnya aku yang marah kepadamu." Ucap Jeje dengan santai lalu dia mendaratkan bokongnya di atas sopa empuk milik Lukas.


" Sudah lah Jeje,aku minta maaf karena aku tidak bisa mencintaimu,aku harap kamu mengerti dan mau mundur dari hubungan ini,kamu juga tau kalau cinta tidak bisa di paksakan." Ucap lukas dengan nada terlihat putus asa.


"Apa semua ini karena Safira,pelacur yang sudah menjual tubuhnya kepada setiap lelaki...Lukas sadarlah dia hannya wanita murahan,kamu hannya menggali kubur mu sendiri di saat kamu berani jatuh cinta kepada pelacur seperti itu." Jeje berbicara dengan nada tinggi hingga Safira yang ada di belakang mendengar semua ucapan Jeje.


"Dari mana kamu tau tentang semua ini?" Lukas tampak kaget dan wajahnya memerah saat Jeje berbicara kencang di hadapannya membongkar semua masa lalu Safira.


"Tentu saja aku tau,sekarang usir dia dari apertemen ini dan mari kita menikah,aku janji tidak akan memberi tahu tentang Safira kepada Tante." Ucap Jeje memanfaatkan keadaan.


Sementara itu Safira yang sedang berada di dapur menangis mendengar semua kata-kata hinaan dari mulut Jeje,dia merasa dirinya sangat tidak pantas bersanding bersama pria mana pun karena diri dan tubuhnya yang sudah kotor dan hina.


" Aku minta maaf...Aku tidak bisa menciantai mu,dan aku telah jatuh hati kepada Safira sejak pertama bertemu dengannya."Tolak Lukas membuat wajah berubah menjadi merah padam.

__ADS_1


Dia tidak menyangka kalau Lukas benar-benar tidak ada rasa untuknya dan pria itu lebih memilih Safira yang seorang wanita malam dari pada dirinya seorang wanita baik-baik dan memiliki gelar pendidikan yang baik.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2