
"Apa....Baiklah aku akan segera kesana?" Ucap Burhan lalu dia menutup telepon genggamnya dan mulai berkemas membuat Ririn sedikit curiga.
Ririn pura-pura tidak melihat Burhan saat ini meninggalkan rumah,dia membiarkan Lia menemani suaminya sampai ke depan pintu,itulah adalah kebiasaan mereka menemani suaminya sampai ke depan pintu.
Setelah suaminya pergi Ririn mengambil kunci dari kamar lalu dia memakai jaket dan membawa tas kecilnya.
"Mau kemana mbak?"
" Aku mau mengikuti mas Burhan,aku ingin tau kemana dia membawa Safira,aku terus kepikiran dengannya." Ucap Ririn lalu dia segera pergi dari sana.
" Aku ikut mbak..." Lia mengikutinya dari belakang lalu mereka masuk ke dalam mobil dan segera mengejar mobil suaminya yang sudah semakin jauh dari mereka.
Budi baru saja sampai di rumah bordir,dia sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karena dia sangat takut kalau Burhan menghubunginya sementara para penjaga itu tidak muncul sampai pagi ini di rumah bordir.
"Apa mereka belum juga pulang?" Tanya Budi kepada Rika yang kebetulan sedang duduk di ruangannya.
"Belum aku rasa mereka belum bertemu dengan wanita itu makanya mereka takut kembali." Jawab Rika santai.Budi beberapa kali menggaruk kepalanya yang tidak gatal menyesal sekali dia telah menghajar Safira tadi malam hingga akhirnya wanita itu Kabur.
Budi semakin ketakutan karena dia mendengar mobil Burhan yang berhenti di depan rumah itu,dia belum sempat lari Burhan sudah masuk ke dalam rumah.
"Apa yang terjadi....Wanita itu kabur kenapa dia bisa kabur apa yang terjadi?" Burhan terlhat sangat emosi hingga membuat Budi ketakutan.
"Bug....Jelaskan apa yang terjadi hingga dia bisa kabur,aku sudah membayar mu mahal untuk menjaganya bahkan aku pernah menyuruhmu untuk menikmati tubuhnya tapi kamu tidak bisa menjaganya dasar tolol...Bodoh idiot...Bisa-bisanya dia kabur dari tanganmu.." Burhan memukuli Budi beberapa kali hingga dia terpental ke lantai.
__ADS_1
Burhan mendekatinya lalu menarik lehernya hingga mendekati wajahnya,belom juga Safira menghasilkan banyak uang tapi dia sudah keburu kabur membuat Burhan sangat marah.
" Keluar dari rumah ini,kalau kamu tidak bisa membawanya kembali ke hadapan ku maka kamu akan bertanggung jawab dan aku akan menjadikan tunangan mu sebagai psk." Ancamnya lalu mendorongnya kembali dengan kasar ke lantai.
Budi sangat ketakutan, dia tau Burhan bukan orang yang suka bermain dengan ucapannya, dia sangat ketakutan saat mendengar ancaman pria itu.
Budi segera meninggalkan rumah bordir dia ingin turun tangan sendiri mencari Safira yang kabur kemarin malam apalagi para penjaga yang kemarin di suruh mencari belom ada kabar sampai detik ini.
*****
Safira membuka matanya saat seseorang membangunkan dirinya, perasaannya mulai tenang hannya saja dia sangat kelaparan tapi dia tidak berani meminta apa pun kepada orang-orang yang di kenalnya.
" Aku periksa dulu keadaanya kalau sudah mendingan hari ini juga kamu bisa pulang." Ucap seorang tenaga medis dan saat itu dari belakang dokter Arya sudah bergabung dengan mereka.
"Dokter keadaanya sudah membaik."
"Dek apa kamu memang tidak mau pulang kepada keluarga mu?" Tanya Arya dengan hati-hati.
"Tidak...Aku tidak mau pulang." Arya menghela napas panjang lalu dia meninggalkan Safira di dalam kamar,sebenarnya dia datang kesana ingin memastikan kalau Safira tadi malam hannya bergurau dan nyatanya sampai pagi ini dia tetap pada pendiriannya kalau dia tidak mau kembali ke keluarganya.
"Aahh sudah lah kalau Lukas tidak mau membayar biaya rumah sakitnya biarkan aku yang membayarnya." Ucapnya lalu dia kembali menyusul para tenaga medis yang sudah memasuki ruangan lain.
Sementara itu Lukas baru saja bangun dari tidurnya,tadi malam dia kembali ke rumah ibunya yang tidak jauh dari lokasi rumah sakit,biasanya dia jarang sekali pulang karena begitu bosan dengan ocehan mamanya.
__ADS_1
Dia anak yang paling kecil dari tiga bersaudara kedua abangnya sudah menikah dan memiliki anak,dan mereka juga mengembangkan perusahaan milik keluarganya berbeda dengan Lukas sejak kembali ke negara ini dia membuka perusahan sendiri yang bergerak di bidang perhotelan dan properti yang sudah sangat maju.
Kedua Abangnya tinggal di rumah milik keluarganya yang memang sangat besar,dan mereka juga hidup aman dan damai mungkin karena mereka memiliki banyak uang hingga tidak pernah sekalipun ada keributan.
"Dari mana kamu semalam anak nakal? bisa-bisanya kamu datang ke rumah ini disaat malam sudah sangat larut,kamu mabuk-mabukan?" Tanya Dewi ibunya yang selalu menganggapnya anak kecil mungkin karena dia anak paling bungsu.
" Sudahlah ma..Jangan cari masalah terus dengannya kalau dia tidak datang mama selalu marah,kalau dia datang mama juga marah entah apa yang mama inginkan."Ucap abangnya yang paling besar.
Dewi tersenyum benar apa yang di katakan anak paling besarnya,dia selalu emosi kalau Lukas tidak mengunjunginya tapi dia juga kesal melihat tingkah lukas yang selalu melawan apa pun yang dia suruh.
"Ma...Hari ini aku agak terlambat aku akan menemani istriku periksa kehamilannya." Ucap anak keduanya.Saat itu Lukas baru sadar kalau ada seseorang yang menunggunya di rumah sakit.
Dia sama sekali tidak ingat dengan Safira yang dia tinggalkan tadi malam,dia sengaja pulang karena tidak nyaman tidur di ruangan yang sama dengan seorang pelacur.
" Lukas Minggu ini Jeje kembali ke Indonesia,kamu harus menunggunya di bandara,ibu sangat merindukan anak itu ,ingat umur mu sudah semakin tua itu artinya kamu harus segera menikah." Mamanya mengingatkan dia yang selalu tidak mau peduli dengan Jeje putri dari temannya.
"Sudah lah ma jangan memaksa kenapa sih?" Ucapnya dengan wajah masam lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi dengan perasan kesal.
"Lukas kamu belum sarapan kamu mau kemana?" Mamanya menjerit saat melihat Lukas yang pergi begitu saja.
"Anak ini memang selalu membuatku darah tinggi,ini karena kalian selalu membelanya,Jeje wanita yang pantas dengannya,entah wanita kayak mana lagi yang aku dia cari." Sungut mamanya dan anak keduanya tidak peduli dengan omelan mamanya dia memilih meninggalkan ibunya.
" Selalu saja memaksa keinginannya sendiri padahal dia juga sudah dewasa,orang tua yang terlalu egois juga tidak baik." Ucapnya lalu dia menyetir mobilnya menuju kantor.
__ADS_1
" Jeje...Jeje..Siapa juga yang mau sama wanita murahan itu,sekali pun dia lulusan luar negri dan punya latar belakang keluarga yang lumayan aku tidak menyukai wanita seperti itu." Ucapnya dalam hati.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺