Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 21 ~ Z A D ~


__ADS_3

Arya membeli begitu banyak barang untuk Safira dari Scancare dan beberapa baju,sepatu,tas dan banyak sekali aksesoris rambut.Safira sangat senang hari ini karena Arya memberinya begitu banyak barang.Safira sama sekali tidak menolak pemberian Arya,dia mengira itu semua karena pria itu sangat baik kepadanya dia lupa seorang pria tidak akan memberikan apa pun tanpa tujuan tertentu.


"Mas terima kasih untuk hadiah yang mas berikan hari ini,aku sangat bahagia." Ucapnya polos sambil menoleh ke arah Arya yang sedang menyetir dengan tenang.


" Apa kamu sangat senang?"


"Iya aku sangat bahagia,aku belum pernah menerima begitu banyak hadiah dari orang lain." Ucapnya dengan wajah yang penuh senyuman membuat Arya semakin tertarik dengan Safira.


Arya membawa mobilnya sampai ke apertemen Lukas,dia langsung mengantar Safira pulang karena tidak ingin membuat Lukas semakin marah dan berpikiran yang aneh-aneh tentangnya.


Setelah mereka sampai di depan apertemen,Arya langsung menekan bel dan tidak lama kemudian Lukas langsung membuka pintu tatapannya langsung tertuju kepada Safira yang membawa banyak barang belanjaan.


"Aku menepati janjiku,mengantar Safira tepat waktu tanpa kekurangan apa pun." Ucapnya Lukas tampak acuh dia buru-buru masuk ke dalam.


"Safira mas pulang dulu ya,besok aku akan membawamu jalan-jalan lagi selamat tidur ya." Ucap Arya lalu dia segera meninggalkan Safira yang masih berdiri memandangi Arya yang pergi turun dari lift.


"Apa kamu akan terus berdiri di sana sambil memandangi pria itu? apa dia sangat hebat?" tiba -tiba saja Lukas sudah berdiri di belakangnya sambil melipat kedua tangannya.Safira gugup saat Lukas menatapnya dengan tatapan yang tidak menyenangkan.


"Aku minta maaf tuan,aku hannya ingin melihat mas Arya pergi rasanya tidak sopan saat dia belum pergi aku langsung masuk." Jawab Safira lalu dia membawa barang belanjaannya.Dia mengangguk ke arah Lukas karena dia merasa takut dengan Lukas akhirnya dia membawa semua belanjaannya ke dalam dan meninggalkan Lukas.


Safira mengira Lukas tidak mengikutinya,hal itu membuatnya semakin salah tingkah dia berjalan ke atas sopa lalu meletakkan barang belanjaannya di bawah kakinya.


Safira duduk di atas sopa dia sangat takut kalau berduaan dengan pria itu,dia ingin pergi tapi dia tidak tau mau kemana entah kenapa pria itu sangat betah di ruang tamu membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


"Apa kamu sangat senang menerima banyak barang dari pria itu,apa dia memintamu untuk membayar ini semua?" Tanya Lukas.Dia tidak tahan lagi untuk tidak bertanya setelah dari tadi dia menahan diri untuk tidak kepo ternayata dia tidak bisa dia sangat penasaran.


" Aku tidak punya uang tuan,jadi mas Arya yang membayar semua ini."


"Apa dia meminta sesuatu darimu?" Tanya Lukas tidak tahan lagi melihat kepolosan Safira.


"Ti_tidak tuan,mas Arya tidak meminta apa pun dariku!!" Ucapnya dengan nada gemetaran dan wajahnya terlihat ketakutan.Lukas tidak puas dengan jawaban Safira akhirnya dia mendekatinya dan berbicara dengan bahasa yang mungkin langsung di mengerti oleh Safira.


"Apa pria itu meminta tubuhmu,apa dia mencium atau memelukmu?" Savira begitu kaget mendengar pertanyaan Lukas.


"Tidak tuan,mas Arya tidak melakukan hal rendahan seperti itu kepada ku.." Safira terlihat sedih mungkin dia tersinggung dengan kata yang di lontarkan Lukas.


Entah apa yang ada dipikiran Lukas saat itu tapi yang jelas hatinya lega saat mendengar jawaban Safira,dia mengabaikan wajah sedih Safira lalu dia segera meninggalkan Safira di ruang tamu.


"Aku senang sekali punya barang-barang imut seperti ini,sepertinya aku harus memakainya." Ucapnya lalu menjepit rambutnya depannya dengan jepitan yang sangat imut di matanya.


Sementara itu lukas bersiap-siap untuk tidur,perasananya sudah tenang saat Safira sudah ada di apertemennya dan dia tidak melakukan apa pun dengan Arya.


Saat matanya hampir terlelap tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi kecil menandakan ada pesan masuk.


" Sayang besok aku tiba di bandara pukul lima belas wib kamu harus menjemput ku." Begitulah isi pesan yang datang ke ponselnya dia langsung duduk dan membacanya sekali lagi memastikan pesan itu benar dari Jeje wanita yang tidak tau apa status mereka.


Lukas memang pernah jatuh hati kepada Jeje,walaupun itu hannya sekilas tapi setelah tidak bertemu beberapa tahun perasaan itu hilang lagi,tapi walaupun demikian Jeje adalah wanita pilihan ibunya.

__ADS_1


Lukas dengan langkah malas beranjak dari tempat tidurnya lalu dia kembali keluar dari dalam kamar dan menghampiri Safira yang sedang sibuk memilah-milah aksesoris yang ada di dekatnya.


"Apa kamu sangat senang mendapat semua itu hingga kamu selalu melihat barang-barang murahan mu itu?" Lukas duduk di sopa lalu mengangkat satu kakinya ke kakinya yang lain dan menatap Safira dengan sinis.


"Maafkan aku tuan." Jawab Safira lalu dia memasukkan barang-barang itu ke dalam paper bag.


"Apa hebatnya barang-barang murahan itu,sejak dia kembali dia terus memandangi pemberian dari pria bajingan itu dasar wanita murahan." Makinya dalam hati dengan tatapan sinis ke arah Safira apalagi saat jepitan rambut yang sangat cantik lengket di rambut Safira.


"Besok kalau saudara dan kekasih ku datang kemari dan mereka bertanya kamu siapa katakan saja kamu itu pembantu di rumah ini kamu mengerti?" Ucap Lukas.Safira hannya mengangguk rasanya dia sudah mulai takut.


Setelah mengucapkan kata-katanya Lukas segera masuk ke dalam kamarnya,dia tidak ingin besok saat ibunya berkunjung ke apertemennya Safira bingung apalagi dia wanita yang sangat polos.


Keesokan harinya di saat hari masih sangat pagi,Safira sudah bangun lalu dia mulai melakukan pekerjaan ringan yang bisa dia lakukan karena dia merasa tidak enak kalau hannya makan dan menumpang di apertemen itu secara gratis.


" Apa yang kamu lakukan? biarkan saja nanti juga akan ada yang datang membersihkan semua ruangan ini kamu tidak perlu repot melakukan hal itu." Lukas menegur Safira saat dia baru saja bangun tidur.


"Biarkan aku melakukannya tuan,aku juga merasa tidak nyaman tinggal di tempat ini tanpa melakukan apa pun,sebenarnya aku ingin mencari kontrakan agar aku tidak menyusahkan tuan tapi aku belum punya uang untuk bayar kontrakan." Wajahnya terlihat sedih,Lukas tampak iba mendengar ucapan wanita itu.


"Terserah kamu saja,aku tidak pernah keberatan kamu tinggal di tempat ini." Ucapnya lalu dia duduk di sopa sambil menatap Safira yang sedang membersihkan meja dari kotoran yang tidak terlihat.


Terkadang dia begitu kagum dengan Safira disaat umurnya masih muda tapi sifatnya sangat dewasa walau dia terkadang sangat polos,dia memaki pria yang sudah membiarkan safira menjadi wanita malam.


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2