
Safira tidak menjawab apa pun yang dikatakan oleh Lukas,sampai saat ini dia masih tidak percaya kalau dia sudah menjadi istri orang lain dan bahkan sudah menikah.
"Kamu kenapa diam,dari kemarin kamu hannya diam saja,apa kamu tidak menyukai pernikahan ini?" Tanya Lukas sambil menatap lirih kepada Safira.
" Tidak,aku hannya belum percaya saja kalau aku sudah menikah,dan aku juga merasa semua ini seperti mimpi."Jawab Safira dengan nada yang hampir tidak terdengar.
"Sudah lah semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana kita yang terpenting kamu harus selalu ada di sisiku,aku melupakan semua masa lalu mu,dan kita mulai lembaran baru di rumah tangga kita ini." Ucapnya.
Jauh di lubuk hati Safira dia merasa dirinya begitu tidak pantas menikah dengan pria yang nyaris sempurna seperti Lukas,selain kaya raya dia juga tampan dan menerima semua kekurangannya,dia begitu menyesal kembali ke terjerumus ke lembah hitam.
" Mas aku minta maaf karena tidak bisa menjadi orang pertama dalam hidupku,aku begitu hina dan kotor,aku benar-benar tidak layak menjadi istrimu." Ucapnya dengan wajah menunduk karena merasa malu dengan dirinya.
Lukas meraih tubuh Safira,lalu memeluknya dan mengelus rambut indahnya,dia begitu bahagia karena pada akhirnya bisa hidup bersama dengan Safira walau dia masih menikah Diam-diam dari keluarganya.
"Jangan berbicara seperti itu sayang,cintaku tulus kepadamu,apa pun masa lalu mu aku tidak peduli sama sekali.Sudah kita tidak perlu membahas itu semua,tidak perlu kita membahas masa lalu yang sudah lewat lebih baik kita ke mall membeli semua kebutuhan mu." Ucap Lukas yang sudah melepaskan tubuh Safira dari pelukannya lalu menarik tangannya beranjak keluar dari rumah mewahnya.
"Tunggu mas aku ganti pakaian dulu,tidak mungkin aku memakai pakaian seperti ini ke mall."
"Tidak papa apa pun yang kamu pakai kamu tetap cantik." Jawab Lukas dengan senyum yang indah.Safira hannya membalas ucapan suaminya dengan senyuman lalu dia pergi ke kamar dan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya meninggalkan rumah,lalu masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju sebuah mall yang tidak jauh dari rumahnya hannya butuh waktu lima belas menit naik mobil.
Sementara itu sepasang suami istri,beserta pembantunya juga memasuki mall itu,wanita itu tidak lain adalah Kinan yang sudah bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang kaya setelah ibunya memaksanya untuk bekerja bersama keluarga itu.
"Kinan...Kamu lelet sekali jalannya,lama-lama kamu semakin bodoh,lihatlah masak untuk keluar dari dalam mobil saja kamu butuh waktu begitu lama." Omel wanita itu membuat Kinan malu karena orang-orang memandang rendah kepadanya yang di hina majikannya.
"Maaf nyonya_
"Maaf...Maaf hannya itu yang selalu keluar dari mulut busuk itu,apa kamu lupa kalau ibumu sudah meminta gaji mu satu tahun ke depan jadi kamu jangan banyak tingkah." Wanita itu terus mengomel membuat Kinan semakin malu dan kesal tapi dia tidak berbuat apa-apa selain pasrah saja.
"Sudahlah ma,kita masuk saja." Ucap majikannya yang pria lalu menarik tangan istrinya dan mereka masuk ke dalam.Kinan hannya bisa menghela napas lega setelah kedua majikannya masuk ke dalam dia hannya mengikuti langkah kaki keduanya dan menelan ludah saat istri majikannya bisa belanja sesuka hati tanpa melihat harga barang.
Setelah wanita kaya itu puas belanja,mereka mampir di sebuah restoran yang ada di dalam Mall,sebenarnya Kinan paling malas kalau sudah mampir di restoran karena nasibnya akan semakin malang nantinya,karena wanita tidak akan memberinya makan kalau pun di kasih makan dia hannya dapat makanan sisa dari mereka kalau ada.
"Lelah sekali belanja hari ini,lapar juga." Ucap wanita itu sambil menarik kursi lalu duduk disana.Kinan hannya bisa berdiri tidak jauh dari mereka sambil menelan ludah melihat kedua majikannya makan,hal itu sudah biasa terjadi.
Sementara itu tidak jauh dari tempat duduk mereka, Lukas dan Savira juga mampir untuk makan di sana,sebenarnya Lukas tidak suka makan di tempat ramai seperti ini tapi karena Savira sudah mengajaknya dia tidak kuasa menolaknya.
"Kinan....Itu Kinan kan,ngapain dia berdiri disana,barangnya begitu banyak tapi kenapa dia hannya berdiri." Tiba-tiba saja saat menunggu pesanan Savira melihat Kinan berada di tempat yang sama bersama anak tantenya yang dulu selalu menyiksanya.
__ADS_1
Savira terus mengawasi Kinan yang tetap berdiri di tempatnya,dia penasaran dengan apa yang dia lakukan di tempat itu apalagi berdiri padahal tempat duduk yang kosong masih banyak disana.
" Kamu...Ambil ini,bawa ke meja sebelah dan makan." Ucap wanita itu sambil memberikan makanan sisa yang tinggal hannya sedikit dan ada sisa tulang-tulang makanan.Kinan hannya bisa menahan sakit dalam hati saat melihat makanan itu lalu membawanya ke meja sebelah lalu mulai memakan sisa makanan majikannya.
Savira tersenyum puas,dia benar-benar puas melihat Kinan merasakan apa yang pernah dia lakukan kepadanya.Savira berdiri lalu keluar dari tempat duduknya dan mendekati Kinan yang sedang menikmati makanan sampah itu.
" Apa kamu begitu menikmati makanan sisa dari majikan mu? hahaha cepat ya...Begitu cepat karma itu menghampirimu,setelah apa yang kamu lakukan kepada ku sekarang kamu menikmatinya sendiri." Kinan yang hapal akan suara Savira langsung menghentikan kegiatannya lalu menegakkan kepalanya dan menatap Savira dengan tatapan yang aneh.
"Savira....Ini kamu Savira...Kamu cantik sekali." Dia beranjak dari tempat duduknya,lalu berdiri di hadapan Savira lalu dia ingin memeluknya tapi Savira langsung mundur beberapa langkah ke belakang.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu...Aku hannya memastikan kalau Karma itu tidak salah alamat dan ternyata apa yang aku rasakan bisa kamu rasakan." Ucap Safira dengan wajah penuh kebencian.
"Siapa dia sayang...." Lukas menghampirinya lalu memegang pundak Safira dan menatap Kinan yang diam mematung dan menunduk tidak berani menatap Safira.
"Ada apa ini,jangan membuat keributan dengan pembantuku."Wanita itu berdiri di tempat duduknya,dan orang-orang mulai menatap ke arah mereka.
Tiba-tiba Kinan berlutut di hadapan Safira lalu memeluk kedua kaki Safira sambil menagis,melihat Safira yang sudah berubah jauh dia ingin Safira menolongnya.
" Maafkan aku Kaka....Aku tau aku wanita bodoh dan jahat,mungkin aku tidak pantas di maafkan,tapi kali ini aku memohon ampuni aku." Ucap kinan mulai bersandiwara.
__ADS_1
πππ bersambung πΊπΊπΊ