
Hubungan Jeje dan Lukas berjalan biasa saja bagi Lukas,sudah seminggu ini mereka pacaran dan tinggal di atap dan kamar yang sama.Sebenarnya Lukas tidak menyukai situasi saat ini selain dia merasa tidak bebas,entah kenapa semakin hari perasaannya terhadap Savira semakin dalam saja.
Savira memang semakin cantik,tubuhnya semakin berisi dan kulitnya semakin putih membuat Lukas semakin jatuh cinta kepadanya.
Siang ini Jeje menemui Lukas ke perusahaannya,sejak beberapa hari ini Lukas selalu pulang larut malam dan perginya juga sangat pagi membuat Jeje merindukan pria itu.
"Sayang..." Jeje berlari menghampiri Lukas di kursi kebesarannya dan langsung memeluk pria itu dengan erat bahkan dia duduk di paha pria itu tanpa merasa malu-malu.Lama tinggal di luar negri membuat Jeje hidup seperti orang luar kadang dia tidak bisa menjaga batasan dirinya seperti saat ini bahkan dia beberapa kali menggoda Lukas untuk melakukan hubungan pasangan layaknya suami istri.
"Sayang kamu kenapa selalu pulang larut malam dan perginya juga pagi sekali aku sangat merindukanmu." Ucap Jeje dengan wajah yang manja.
Lukas tersenyum kepada Jeje,sebisa mungkin dia tetap mencoba melawan keinginan hatinya dan mencoba menerima cinta Jeje dengan baik.
" Aku minta maaf ya sayang,aku tidak bisa menemanimu.Aku sibuk dengan pekerjaanku tapi untuk hari ini aku akan menemanimu kemana pun yang kamu mau." Ucap Lukas membuat Jeje semakin salah tingkah dia memeluk pria itu sangat erat bahkan membuat Lukas sesak napas.
" Aku tidak bisa bernapas."Lukas mengingatkan,hingga akhirnya Jeje melepaskan pelukannya yang sangat erat kepada Lukas.
"Hahaha aku sangat senang karena kamu begitu tampan hari ini sayang." Ucapnya dengan senyuman yang begitu mengambang di bibirnya.
Akhirnya mereka keluar dari ruangan Lukas dan berjalan berdampingan hingga beberapa kariawan melihat mereka dan saling menatap.
"Sepertinya tuan besar kita yang sudah jomblo akut bakal menikah ya...Cantik juga pacar tuan lukas ya." Ucap beberapa orang yang kebetulan melihat mereka.
Semua kariawan perusahan memang tahu kalau Lukas tidak pernah membawa wanita ke perusahannya bahkan banyak rumor yang beredar di antara kariawan kalau Lukas pria yang tidak normal.
__ADS_1
"Biarlah dia menikah,sayang tampan-tampan tapi jomblo." Jawab yang lainnya hingga mereka tertawa riuh hingga asisten Lukas turun dari lantai atas dan mereka langsung diam.
Sementara itu Jeje dan Lukas masuk ke sebuah mall,mereka masuk ke dalam mall tidak lupa Jeje mengapit lengan Lukas seakan tidak ingin jauh dari pria itu.
Mereka memasuki satu persatu toko-toko barang branded,Jeje membeli semua yang dia inginkan dan Lukas dengan senang hati membayar semua barang belanjaannya.
Saat mereka masuk ke dalam counter tas mewah,Jeje memilih-milih tas yang tertata rapi disana,yang biasanya Lukas hannya duduk saat masuk ke dalam toko kali ini dia berjalan mendekati sebuah tas yang cukup cantik dan imut.
Lukas menyuruh seorang pelayan untuk membungkus tas itu,Jeje yang melihat itu pura-pura tidak melihatnya apa yang dilakukan oleh Lukas, dia mengira Lukas akan menghadiahkan tas itu untuknya.
Jeje membeli dua tas yang dia inginkan,hari ini dia benar-benar puas membeli semua barang yang dia inginkan.Berhubung semua barang yang dia inginkan sudah dia beli akhirnya mereka memilih untuk pulang apalagi hari sudah mulai malam.
Saat mereka ingin turun ke lantai bawah,tiba-tiba Lukas melihat penjual aksesoris wanita,dia berjalan kesana dan membeli beberapa jepitan rambut yang sangat unik.
Sepanjang jalan Jeje banyak bicara dia terlihat sangat bahagia hari ini karena Lukas membeli semua barang yang dia inginkan tanpa pamrih.
Sesekali Lukas tersenyum untuk semua pujian dan godaan dari bibir Jeje.
Sesampainya mereka di apertemen,Safira menyambut mereka seperti biasa,seharian ini safira tidak makan karena tidak ada bahan makanan di kulkas dan memang Lukas jarang sekali menyedikan makanan di dalam kulkas.
"Safira bawa belanjaan ku ke dalam kamar,aku mau ke toilet." Ucapnya lalu dia segera berlari ke kamar mandi yang ada di belakang.Lukas sebenarnya tidak suka atas sikap Jeje terhadap Safira yang selalu menyuruh nya sesuka hatinya.
"Tuan aku lapar sekali,seharian aku tidak makan." Safira memberanikan diri berbicara kepada Lukas,karena memang dia sudah tidak tahan merasakan perih di lambungnya.
__ADS_1
"Apa...Kamu belum makan dari pagi? memangnya Jeje tidak memesan makanan untuk kalian tadi siang sebelum dia keluar dari rumah?"
"Tidak tuan,bisakah tuan memberikan aku uang agar aku pergi ke luar mencari makan." Ucap Safira dia tidak peduli lagi dengan Lukas yang selalu menatapnya aneh belakangan.
" Dasar wanita tidak punya perasaan!!" Makinya dalam hati, dia mengambil ponselnya lalu memesan beberapa menu makanan untuk Safira sementara Dia dan Jeje sudah makan tadi restoran.
"Terima kasih tuan aku mengantar barang nyonya Jeje ke dalam kamar dulu."
"Tidak usah biarkan dia yang membawa barangnya,dan mulai hari ini kamu jangan memanggilnya nyonya,kamu panggil saja namanya." Lukas memegang pergelangan tangan Safira lalu keduanya saling menatap,Lukas selalu menatap wajah Safira dengan tatapan aneh membuatnya lagi-lagi bingung atas sikap Lukas.
"Kamu pakai ini,dan juga ini untukmu." Lukas membuka bungkusan yang ada di tangannya lalu menjepitkan jepitan rambut di poninya membuatnya sangat cantik dan Lukas semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya yang ingin dia hindari.
" Apa ini tuan?"
"Jangan buka hiasannya dan pergilah ke dapur,kamu sangat cantik memakai itu."Ucapnya,Safira keluar dari dari dapur lalu pergi menuju balkon disana dia berdiri lalu memegangi dadanya yang berdebar sangat hebat.
"Safira sadarlah dia milik orang lain,dan perbedaan kalian seperti langit dan bumi,jangan menyakiti perasaan mu,hindari pria itu."Ucapnya dalam hati sambil menghela napas panjang.
Jeje keluar dari kamar mandi menemui Lukas yang sedang duduk di ruang tamu dan belanjaannya masih di ruang tamu.
"Kenapa belanjaku masih disini dimana wanita itu..Safira...Safira..." Jeje berteriak dengan keras memanggil Safira,dan Safira yang sedang berada di balkon segera berlari menghampiri Jeje yang memanggilnya.
"Ada apa nyonya?" Seketika mata Jeje terbelalak melihat jepitan rambut yang di beli Lukas ada di kepala Safira membuatnya sangat marah dan cemburu.
__ADS_1
😊😊😊 bersambung 😊😊😊