Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 29 ~ Z A D ~


__ADS_3

Lukas melepaskan cengkraman tangannya terhadap Savira,dia balik menatap Arya dengan tatapan ingin membunuh.Rasanya dia cukup menyesal pernah menyuruh Arya untuk merawat Safira.


"Safira mari kita pergi dari tempat ini,kamu tidak perlu menjadi duri di hubungan orang lain,kamu sudah tau orang tuanya seperti apa mereka bukanlah orang sembarangan yang bisa kamu hadapi." Ucap Arya lalu dia menggenggam tangan Safira dan ingin membawa Safira keluar dari apertemen Lukas.


" Kamu juga tidak berhak membawanya dari sini,lepaskan tangan mu." Lukas menarik Safira dari dekat Arya lalu mendorong Arya keluar dari dalam dan langsung mengunci pintu dari dalam.


Beberapa kali terdengar suara bel pintu hingga akhirnya mungkin Arya menyerah karena dia yakin Lukas tidak akan mungkin membuka pintu untuknya.


"Kalau kamu berani melangkah keluar dari rumah ini,aku tidak segan-segan mengantar mu kembali kepada suami mu,agar kamu kembali di tempatkan bekerja di rumah bordir." Ancam Lukas membuat Safira tidak berani bergerak sama sekali.


Safira segera pergi ke dapur disana dia duduk sambil memeluk kedua kakinya,tubuhnya gemetaran karena rasa takut yang ada di hatinya saat melihat amarah Lukas terhadapnya.


Safira beberapa kali menarik napas dalam,baru beberapa bulan ini dia merasakan hidup nyaman tanpa ada yang mengusik hidupnya,makan makanan enak setiap hari melakukan segala sesuatunya tanpa ada yang mengaturnya,tapi sekarang sudah ada masalah baru lagi yang menghampirinya.


" Apa aku tidak berhak bahagia makanya masalah ada saja yang datang,jangankan untuk menggoda tuan Lukas menatapnya saja aku takut,kalau pun beberapa hari yang lalu dia melakukan sesuatu yang tidak terpuji aku sudah berusaha melupakannya." Ucapnya dalam hati.


Sementara itu Lukas yang duduk di atas sopa beberapa kali memukul sopa dengan kasar,entah apa yang membuatnya emosi kali ini bahkan dengan kasar dia sudah mengusir Arya dari Apertemennya.


" Kenapa...Kenapa aku harus memikirkan pelacur murahan ini,kenapa aku harus ada rasa kepadanya,aku sudah berusaha untuk menepis perasaan yang ada di hatiku tapi kenapa perasaan ini semakin dalam...."Ucapnya penuh amarah.


Lukas tidak bisa terima akan perasaan cinta yang ada di hatinya terhadap Safira,dia sudah berusaha keras untuk menepis perasaan itu tapi entah ke apa rasa itu semakin besar.

__ADS_1


Lama sekali dia duduk di sana hingga akhirnya dia teringat dengan Safira yang tidak dilihatnya sejak tadi.Lukas beranjak dari tempat duduknya lalu dia pergi menyusul Safira yang tadi pergi ke belakang.


Safira tertidur di tempat duduknya dengan kepala di meja,Lukas menatap wajah polos Safira,dia juga bingung entah apa yang membuatnya jatuh hati dengan wanita yang begitu hina di matanya.


" Kenapa dia malah tidur disini? dasar bodoh." Ucapnya lalu pelan-pelan menarik kursinya lalu mengangkat tubuh Safira perlahan.


" Apa yang kamu lakukan tuan,lepaskan aku." safira terjaga saat tubuhnya sudah berada di pangkuan pria bertubuh atletis itu,jantungnya langsung berdebar kencang saat Lukas tidak melepaskan tubuhnya tapi membawanya ke dalam kamar.


Tidak peduli sekeras apa Safira meronta,Lukas tetap membawanya ke dalam kamar lalu menguncinya kamarnya dan meletakkan Safira di atas ranjangnya


Safira langsung beranjak dari tempat tidur dia berlari ke sudut kamar lalu duduk sambil meringkuk disana berharap Lukas melepaskan dirinya.


Pria itu membuka lemarinya lalu membawa handuknya ke dalam kamar,entah apa yang akan di lakukan pria itu di dalam kamar mandi di malam yang lumayan dingin karena kota itu baru saja kedatangan hujan.


" Apa yang terjadi sayang,kenapa kamu terlihat sangat suntuk,bukan kah kamu sudah janji akan berhenti minum kalau kamu sudah kemabli ke negara ini." Ucap seorang pria teman semasa kuliahnya saat masih di luar negri dan sekarang pria itu tinggal di indonesia bekerja di sebuah perusahaan besar milik Lukas.


"Arng ...Kepala ku pusing Frans...Bagaimana bisa aku tidak suntuk calon suamiku sepertinya menyukai wanita lain." Ucap Jeje sambil meneguk minuman yang ada di gelasnya.Frans menarik napasnya perlahan lalu menepuk pundak wanita yang sudah lama menjadi sahabatnya.


" Je...Kalau kamu sangat mencintainya kamu harus bisa mendapatkannya,memangnya apa kekurangan mu,kamu itu wanita yang sempurna dan sangat cantik aku tidak yakin ada pria yang tidak menyukai mu." Ucap Frans memberi nasehat kepada Jeje.Di saat yang bersamaan,seorang pria menabrak kursi yang di duduki Jeje dan saat itu Poto Safira jatuh dari tangan pria itu dan mengenai kaki Safira.


"Maaf ya Nona aku tidak sengaja,sekali lagi aku minta maaf." Ucap pria itu dengan nada ketakutan.Safira tidak peduli dengan ucapan pria itu dia hannya mengambil poto yang ada di kakinya lalu menatap poto itu dengan saksama dan memastikan kalau pengliahtannnya belum bermasalah.

__ADS_1


"Nona tolong berikan gambarnya padaku,aku ingin pulang." Ucap pria itu.Jeje langsung berdiri lalu menoleh ke arah pria itu.


"Ikut dengan kami maka aku akan menunjukkan wanita itu kepada mu,kamu pasti sedang mencarinya kan?" Tanya Jeje dan tentu saja pria itu kaget mendengar ucapan Jeje.


"Benarkah nyonya,dimana dia sekarang aku sudah lama mencarinya." Ucap pria itu balik bertanya seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jeje.


"Ikutlah kalau memang kamu ingin bertemu dengannya." Jeje dan Frans meninggalkan tempat itu dan Budi mengikuti mereka dari belakang.


Sudah sekian lama Budi mencari keberadaan Safira tapi sampai detik ini dia belum menemukan wanita itu dan bahkan Burhan sudah beberapa bulan tidak memberi gajinya secara full karena belum menemukan Safira.


" Setelah mereka sampai di luar Jeje membelokkan kakinya menuju cafe yang tidak jauh dari tempat itu dia ingin tau siapa pria yang mencari Safira itu.


Setelah mereka bertiga duduk dan memesan kopi Safira menatap pria itu,rasanya dia ingin tau apa hubungan Safira dengan pria jelek yang ada di hadapannya.


"Katakan kepada ku,siapa wanita ini dan apa hubungannya dengan mu,untuk apa kamu membawa gambarnya kemana-mana?" Tanya Jeje penuh antusias.


"Dia seorang psk di rumah bordir milik bos ku,dia melarikan diri bersama seorang pria beberapa bulan yang lalu dan sampai saat ini aku belum menemukan pria wanita ini." Jawab Budi dengan wajah yang terlihat banyak beban pikiran.


Jeje tercengang mendengar ucapan pria itu,dia seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Budi.


"Benarkah...Dia seorang psk,bukan kah umurnya masih sangat muda?" Tanya Jeje dengan wajah yang masih belum percaya dengan apa yang di katakan pria itu.

__ADS_1


😊😊😊 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2