
Kinan mengusap punggung kakaknya saat dia menagis sesenggukan di dalam kamarnya.Sudah beberapa Minggu ini mereka makan tidak teratur,uang hasil penjualan Safira hannya dipakai ibunya untuk membeli makanan untuk mereka berdua sementara Bella dan Intan jarang dikasih makan hingga keduanya kadang menahan lapar.
"Kak,sepertinya ibu tidak akan memberikan kita makanan lagi bagaimana kalau kita mencari pekerjaan saja,diluar sana banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan uang." Ucap Intan memberi masukan kepada kakaknya yang masih menagis.
Bella yang sudah sakit hati atas ucapan papanya langsung mengangguk tanpa pikir panjang keduanya langsung mengemasi pakaian masing-masing karena rencananya mereka akan pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang kejam.
Hari sudah mulai sore,Lukas dan keluarganya sudah selesai makan,Lukas bergegas membayar makanan mereka,dia sudah mulai lelah dan ingin segera meninggalkan restoran.
" Lukas kita mampir ke apertemen mu dulu,untuk sementara Jeje akan tinggal bersama mu." Ucap ibunya sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.Lukas sudah menduga hal ini akan terjadi dia memang sangat berharap Jeje bisa menjadi menantunya.
Di keluarga kami semuanya harus melalui ijinnya dan bahkan kedua abangnya juga menikah isteri mereka masing-masing itu semua atas pilihan ibunya dan untungnya mereka cocok dan pernikahan mereka berjalan dengan baik.
Sementara itu Lukas kadang bingung,karena hatinya yang paling dalam dia sama sekali tidak menyukai Jeje,walaupun dia termasuk wanita yang sempurna mungkin di hadapan orang lain tapi baginya tidak ada hal apa pun di dalam diri Jeje yang bisa membuatnya jatuh cinta dan bahkan tidak ada alasan yang membuatnya jatuh cinta dengan wanita itu.
Untuk saat ini Lukas hannya menerima saran dari ibunya untuk membiarkan mereka tinggal bersama untuk beberapa waktu berharap perasaan dihatinya tumbuh terhadap Jeje dan mereka pun menikah mengingat umurnya yang sudah semakin dewasa.
"Baiklah ma..Mari kita pulang aku juga sudah sangat lelah."Ucapnya lalu dia beranjak dari tempat duduknya diikuti ibu dan Jeje.Sepanjang jalan Lukas teringat dengan Safira,dia takut ibunya tidak setuju kalau Safira tinggal bersama mereka,apalagi safira yang masih sangat polos dan belum pandai sama sekali menggunakan semua peralatan yang ada di apertemennya.Lukas sedikit menyesal tidak mengajari Safira memakai semua peralatan mewah yang ada di apertemennya,setidaknya ada alasan baginya untuk menahan Safira tinggal bersama mereka nantinya kalau ibunya keberatan dengan kehadiran Safira disana.
Sepanjang jalan Jeje tidak bosan-bosannya menceritakan kehebatannya kepada mereka berdua dan ibunya begitu antusias mendengar ceritanya sementara dirinya dia sedikit bosan dari tadi mendengar Jeje berbicara.
__ADS_1
Saat mobilnya sudah sampai di gedung apertemennya dia langsung memarkirkan mobilnya lalu buru-buru meninggalkan keduanya masuk ke gedung apertemennya.
" Kenapa sih Lukas meninggalkan kita,dasar anak tidak ada sopan santunnya."Mamanya mengomel sambil keluar dari dalam mobil bersama Jeje.
Pintu terbuka otomatis saat Lukas memasukkan kata sandinya,dia tercengang melihat ruangan yang sudah mengkilat di tambah beberapa perabotan yang berpindah dia sangat senang karena Safira bisa melakukannya dengan baik.
Lukas semakin tercengang saat dia sampai di sopa dia melihat Safira tidur dengan sangat nyenyak mungkin dia kelelahan melakukan semua pekerjaan nya secara manual.
"Safira bangun....Ngapain kamu tidur di sopa,mama ku sudah datang." Lukas memegangi lutut Safira yang sedang tertidur.Mendengar ucapan Lukas yang samar-samar Safira langsung beranjak lalu duduk dengan kesadaran yang belum pulih.
"Apa....Mama,mereka sudah datang?" Safira segera berdiri dia terlihat linglung mungkin karena belum sadar secara sempurna.
Lukas menarik Safira ke kamar mandi,lalu menutup pintu dia menahan pintu dengan tangannya dan Safira berdiri di balik pintu.Keduanya saling menatap entah apa yang terjadi hingga keduanya tampak salah tingkah Lukas sebagai pria dewasa merasa aneh dengan jantungnya saat mereka berdua saling menatap dengan wajah yang hannya berharap beberapa senti meter.
Lukas segera menjauh dari hadapan Safira,tiba-tiba jantungnya berdebar hebat,dia segera membuka pintu kamar mandi lalu keluar dari dalam meninggalkan Safira.
Safira menghela napas lega saat Lukas sudah keluar dari dalam kamar mandi dia lega saat Lukas melepaskan dirinya dari kukungan pria yang sudah menyelamatkan dirinya.Safira tidak mengerti kenapa Lukas melakukan itu padanya dan akhirnya dia hannya diam dan bingung dengan apa yang terjadi.
Lukas menetralkan napasnya yang sempat sesak lalu membuka pintu untuk Jeje dan ibunya yang memang tadi sempat dia tutup.
__ADS_1
"Lukas kamu ngapain saja,untuk apa kamu menutup pintu." Ibunya mengomel sambil menerobos masuk ke dalam,lalu menatap seluruh ruangan yang terlihat lebih rapi dari yang biasanya.
"Tumben apertemen mu rapi,apa kamu baru memanggil orang untuk merapikan semua ruangan ini?" Tanya mamanya yang langsung mendaratkan bokongnya di atas sopa.Sebelumnya dia memang rajin datang mengunjungi apertemen putra bungsunya itu,kadang dia datang bersama pelayan hannya untuk membersihkan seluruh ruangan.
Lukas mengabaikan ibunya yang sedari tadi mengoceh dia juga ikut duduk bersama Jeje dan ibunya.
Saat itu Savira keluar dari kamar mandi,dia berjalan ke dapur dan mengabaikan mereka,dan ibunya lumayan kaget melihat keberadaan Savira di apertemen putranya.
"Hei...Hei kamu siapa...Apa yang kamu lakukan di apertemen putraku?" Ibunya langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Safira dan menatapnya dari atas sampai ke bawah.
" Dia pelayan di apertemen ini ma,sudah dua minggu ini dia bekerja disini?" Ucap Lukas dengan wajah datar.
"Dia menginap di apertemen ini?"
"Iya ma.."
"Ibu tidak setuju,mulai hari ini kamu saya pecat,apa yang kamu lakukan di apertemen putraku,siapa yang menjamin kamu anak baik-baik,aku tidak suka ya..Kamu membiarkan orang lain apalagi orang miskin tinggal disini,untuk apa kamu memelihara orang yang tidak jelas disini,dia masih sangat muda tapi mama yakin dia bukan orang yang baik." Ucap mamanya membuat Safira sedikit gemetaran.
Walaupun sudah biasa baginya mengalami penolakan dari orang-orang di luar sana kali ini dia tetap merasa sedih dia juga merasa bingung kalau sampai mereka benar-benar mengusirnya dia tidak punya uang dan juga tujuan hidup.Apalagi diluar sana masih belum aman untuknya.
__ADS_1
"Sudah lah ma..Dia masih kecil dan polos,dia belum tau apa-apa dia kerja sangat rapi jadi aku tidak keberatan kalau dia bekerja disini,dia itu saudara dari klien ku yang kebetulan istrinya tidak mau dia tinggal bersama mereka dia hannya sementara tinggal disini." Ucap Lukas berbohong.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺