Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 22 ~ Z A D ~


__ADS_3

Lukas bergegas keluar dari apertemennya setelah menikmati kopi pagi yang di buatkan oleh Safira kepadanya pagi ini.Sudah tinggal seatap beberapa hari ini baru kali ini dia menikmati kopi buatan Safira itu pun entah keberanian dari mana wanita itu menawarkan kopi untuknya pagi ini.


" Ingat ya!!! kamu harus pintar kalau keluargaku berkunjung ke tempat ini,kamu tidak mau kan di usir ibuku kalau dia berkunjung kesini kamu tidak mau kan kembali menjadi pelayan pria-pria hidung belang di luar sana?" Lukas kembali mengingatkan Safira saat dia hendak meninggalkan rumah.


Safira yang sibuk mengelap debu-debu halus yang ada di perabotan menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah Lukas entah apa maksudnya sampai pria itu mengingatkan dirinya beberapa kali.


"Ya tuan aku mengerti,tuan sudah mengingatkan aku dari semalam,memangnya kapan ibu itu berkunjung?"


"Jangan panggil dia ibu,panggil nyonya,kamu belum tau sifat ibuku yang sulit memaafkan orang lain yang membuat kesalahan di hari pertama bertemu." Lukas meninggikan nadanya,membuat Safira sedikit kaget.


"Mungkin nanti sore mereka berkunjung,baiklah yang penting aku mengingatkan kamu,silahkan lanjutkan pekerjaan mu." Ucap Lukas.Safita kembali membalikkan badan dan kembali melakukan pekerjaannya,saat itu Lukas menatap punggung Safira lalu pandangannya turun kebawah dia memang cukup cantik bodinya yang kecil dengan rambut sebahu,ditambah betisnya yang sangat mulus menambah kecantikannya.


Safira kembali menoleh ke belakang,dia mengerutkan keningnya saat melihat Lukas malak memandangi belakang tubuhnya.


"Tuan belum berangkat?" Tanya safira mengagetkan Lukas yang dari tadi memandangi punggungnya dengan pikiran jauh melayang di jauh.


"A_ ya..Ini mau jalan." Jawab Lukas lalu dia segera pergi meninggalkan apertemennya.Beberapa Minggu Safira tinggal di apertemennya Lukas menyadari banyaknya perubahan pada wanita itu,dari wajahnya yang semakin ceria,wajahnya yang sudah cantik semakin cantik saat senyum indah itu selalu menghiasi wajah cantiknya.


Kulitnya semakin putih,dan tubuhnya juga semakin berisi bahkan dia terlihat semakin tinggi,hannya dia kurang menjaga penampilannya ,mungkin karena dia belum mengerti merawat diri mengingat dia masih sangat muda dan di besarkan oleh keluarga yang jahat kepadanya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju bandara Lukas terus membayangkan wajah polos Safira dan juga tubuhnya yang begitu indah,senyuman Safira selalu hadir di pikirannya membuatnya tidak konsentrasi.


"Sialan bisa-bisanya bayangan mengisi pikiranku,ingat pria bodoh dia itu anak di bawah umur,dan juga dia memiliki masa lalu yang sangat rumit jangan sampai kamu tergoda dengan bocah itu." Ucapnya dalam hati, dia menepikan mobilnya dan mencoba menghilangkan bayangan Safira dari pikirannya.


Sementara itu Safira membersihkan semua ruangan secara manual,sebenarnya disana di lengkapi peralatan kebersihan yang sangat canggih tapi karena Safira tidak mengerti memakainya dia memilih memakai peralatan yang ada saja.


Akhirnya sampai siang semuanya sudah rapi,dia berdiri menatap ruangan yang sudah kinclong dia tersenyum puas saat bisa melakukan sesuatu yang menurutnya berguna.


Karena tubuhnya sudah kepanasan dan keringatnya bercucuran dia memilih untuk mandi sebelum istrahat karena sudah kelelahan.Walaupun pekerjaan yang dia lakukan tidak seberapa beratnya di banding dulu saat dia masih tinggal bersama tantenya yang jahat.


Safira keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk,lalu dia mulai mengenakan pakaian terusan pemberian Arya,dia cukup senang karena sudah memiliki banyak pakaian yang dibelikan Arya dan Lukas tempo hari.


Sementara itu, Lukas sedang berdiri di ruang tunggu,menunggu Jeje keluar dari dalam,rasanya dia sudah cukup bosan dari tadi hannya melakukan hal yang membosankan baginya.


"Sudah lama tidak bertemu Jeje apa kabarnya ya,betah juga dia di Paris,apa dia tidak merindukan indonesia." Ucapnya dalam hati.Orang-orang menatap ke arahnya,dan hal itu bukanlah hal yang aneh baginya karena mungkin karena tubuhnya memancarkan kharisma yang berlebihan hingga banyak wanita yang mengangumi nya.


Dari jauh dia sudah melihat Jeje berjalan sambil membawa koper kecil di tambah tas pengamannya,wanita itu semakin cantik dan dewasa sangat jauh berbeda sewaktu dia masih di Indonesia.


Wajahnya yang cantik di tutupi kaca mata hitam,sudah lama tinggal di luar negri membuatnya sedikit lupa adat Indonesia,dia memakai pakaian yang mini hingga beberapa mata menatap aneh dengannya dan dia sama sekali tidak peduli sepertinya.

__ADS_1


Wanita itu menghampirinya dan tersenyum manis kepadanya,untuk sesaat dia terlena dengan senyuman wanita itu.Sampai saat ini mereka tidak ada ikatan apa pun,hannya saja ibunya memaksa Lukas untuk menikah dengan Jeje.


"Hai..." Jeje lansung menghampirinya lalu meletakkan kopernya dan langsung memeluk tubuh Lukas.Untuk sesaat Lukas sedikit kikuk saat Jeje tanpa malu memeluknya di depan umum.


"Jeje,kamu pasti capek lebih baik kita ke restoran,mama sudah tidak sabar menunggu mu disana." Lukas mengingatkan Jeje yang terus memeluk tubuhnya dengan erat hingga dia sesak napas dan sedikit malu di lihat banyak orang.


" Aahh...Aku lupa,aku sangat merindukan mu hingga aku lupa kalau tante juga sudah menunggu kita." Jawab Jeje dia membuka kaca matanya lalu menyeret kopernya dan mengandeng tangan Lukas seakan tidak ingin melepaskan pria itu.


Mereka meninggalkan bandara menuju restoran dimana orang tau Lukas sudah menunggu kehadiran Jeje dan putranya disana.


Sementara itu di rumah Tante Safira lagi-lagi mereka ribut karena tidak ada bahan makanan yang akan mereka makan untuk siang ini membuat Bella dan Kinan emosi kepada papanya yang tidak peduli dengan keadaan mereka.


"Papa...Ma..Mana makanan,kenapa sih ma...Kalian tidak cari kerjaan saja,sampai kapan kita harus kelaparan,apa mama masih menunggu kabar dari Burhan pria yang tidak jelas itu..." Bella keluar dari kamarnya dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedari tadi hannya duduk santai di ruang tamu.


"Bella..Jaga sikapmu,bukan kah kamu sudah dewasa lebih baik kamu cari kerja dan cari makan sendiri,terlalu enak hidup mu selama ini hingga kamu tidak bisa cari makan,sudah besar tapi masih aja menyusahkan orang tua,dasar anak tidak berguna!!!" Maki papanya membuat Bella tersulut emosi dan langsung melempar pas bunga yang ada di sampingnya ke lantai.


" Bella...." Pekik ibunya yang sangat kaget mendengar suara barang yang jatuh dia menghampiri Bella lalu melayangkan pukulan keras ke wajah Bella hingga meninggalkan bekas merah di wajahnya.


Bella berlari ke dalam kamar saat ibunya memukulnya dengan kasar,ini pertama kalinya ibunya memukulnya dengan kasar.Selama ini ibunya tidak pernah memukulnya dia hannya memberi pelajaran kepada Safira.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2