
Safira sangat ketakutan saat Lukas mendekatinya dengan tatapan yang sangat tajam,bahkan seperti ingin menelannya hidup-hidup entah apa yang membuat pria itu tiba-tiba marah kepadanya.
"Tuan..."Safira bangun dari tempatnya lalu berdiri dengan cepat,keduanya saling dekat,Safira mencoba untuk keluar dari sana tapi Lukas yang masih terlihat emosi menahannya lalu kembali menjatuhkan Safira di atas ranjang dan akhirnya dia menindih tubuh kecil Safira.
Dia seakan lupa kalau Safira hannya wanita mudah yang mengalami siksa batin selama ini,Safira menahan sesak karena menopang tubuh Lukas yang begitu berat.
"Tuan aku sulit bernapas." Ucap Lukas dengan napas yang sudah sesak akhirnya Lukas mencium bibir Safira untuk beberapa saat setelah itu dia segera menjatuhkan tubuhnya dari atas tubuh Safira.
"Sayang...."Tiba-tiba terdengar suara Jeje yang memanggilnya dari luar,Lukas tersadar dia segera beranjak dari tempat tidur lalu dia menarik tangan Safira dan menyuruhnya sembunyi di dalam lemari.
"Kamu diam di dalam sini dan jangan sampai menimbulkan keributan." Ucap Luas lalu menutup pintu lemari dengan rapat.Sementara itu Safira yang ada di dalam lemari menghela napas lega sedari tadi jantungnya terus berdebar kencang,dia memegangi bibirnya yang barusan di ***** oleh Lukas entah kenapa dia merasa aneh dengan ciuman yang di lakukan oleh pria itu terhadapnya.
"Dasar pria bajingan...Bisa-bisanya dia melecehkan aku,dia melakukan ini kepada ku mungkin karena aku orang miskin dan orang hina." Ucapnya dia merasa dirinya sangat rendah karena semua lelaki memperlakukan tampa harga diri.
" Ya...Aku harus tau diri,baginya aku hannya seorang psk makanya dia melakukan semuanya dengan sesuka hatinya." Ucapnya dalam hati.Saat itu dia pokus mendengar percakapan antara Lukas dan Jeje.
"Mas kemana wanita itu,aku tidak melihatnya,aku ada sedikit pakaian kotor aku ingin dia mencucinya." Tanya Jeje.Dia sudah mencari-cari Safira di semua ruangan tapi dia tidak menemukannya membuatnya akhirnya datang menemui Lukas dan bertanya Langsung.
"Aku tidak melihatnya dari tadi,mungkin dia keluar,kamu bisa membawa bajumu ke laundry yang ada di sebrang jalan dia akan mencuci pakaian mu dengan aman,kalau Safira dia belum pandai menggunakan mesin cuci takutnya baju mu yang mahal rusak di tangannya." Jawab Lukas sembari bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
Jeje mengerutkan keningnya dia merasa aneh,dengan jawaban Lukas,dia merasa aneh karena Lukas memakai pelayan yang belum pandai menggunakan mesin cuci.
__ADS_1
"Hmm kalau begitu antar aku dong,aku takut keluar sendirian, disini aku belom mengenal lingkungannya." Jeje mendekati Lukas ke atas ranjang lalu dia menyentuh halus paha Lukas seakan memberi kode kepada pria itu.
Lukas buru-buru menangkap tangan Jeje lalu menyingkirkan tangan halus wanita itu,Jeje yang sangat cantik dan menarik tapi sama sekali tidak bisa membuat Lukas bergetar,seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu bersama Safira.
" Aku tidak bisa mengantar mu, aku mau mandi kamu pergi saja sendiri." Tolak Lukas secara halus lalu dia beranjak dari tempat duduknya,lalu mengambil Handuk bersih dari lemarinya.Jeje mengerutkan keningnya,dia merasa aneh dengan sikap Lukas,dia merasa pria itu tidak tertarik dengan dirinya.
Jeje menatap Lukas,yang sudah masuk ke dalam kamar mandi,lalu dia duduk di atas ranjang,padahal dia sengaja menghampiri Lukas ke kamarnya dan menggodanya secara halus berharap pria itu tidak canggung atas dirinya.
" Sepertinya aku harus sabar untuk mengahadapi Lukas,ternayata dia bukan pria yang mudah di dekati." Ucapnya dalam hati.
"Kamu belum pergi?" Tanya Lukas saat dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah telanjang dada,dia takut untuk membuka lemari,takut kalau sampai Jeje melihat Safira di dalam sana.
"Sayang aku malas keluar,kalau kamu tidak mengantarku,please kamu antar aku."Jeje mendekati Lukas,dan hal itu membuat Lukas merasa tidak nyaman.
Lukas segera menutup pintunya dan menguncinya dari dalam kamar,dia tidak ingin Jeje kembali masuk dan memergoki Safira yang ada di dalam kamarnya.
Setelah pintunya terkunci Lukas buru-buru membuka pintu kamar,saat itu dia sangat kaget saat melihat Savira yang sudah sesak napas dan mandi keringat di dalam lemarinya dia menarik Safira yang hampir pingsan di dalam kamarnya.
"Kamu tidak papa?"Tanya kepada Savira,padahal Savira sudah hampir pingsan di dalam lemari kalau sampai dia tidak membuka lemari itu satu j lagi mungkin Safira sudah mati kehabisan oksigen.
Saat melihat Lukas hannya mengenakan handuk yang menutupi bawahnya,Safira sedikit malu dia membuang wajahnya dan sama sekali tidak mau membalas tatapan pria itu.
__ADS_1
" Safira kamu disini sebentar lagi saat nanti beberapa menit saya keluar dari dalam kamar kamu bisa keluar,jangan sampai Jeje tau kamu sedang di kamar ku." Ucap Lukas.Dia kembali ke lemari dan mencari pakaian santai.
Setelah mengenakan pakaiannya,dia keluar dari dalam kamarnya,sebelum dia pergi dia menatap wajah Safira,jantungnya tidak berhenti berdetak saat berada di dekat Safira.
" Kita keluar ya sayang,sekalian kita makan di luar saja." Ucap Jeje dengan wajah senang,dia mengandeng tangan Lukas lalu mereka keluar dari dalam apertemen.
Safira yang sudah mengintip mereka dari tadi segera keluar dari kamar setelah melihat mereka keluar dia menghela napas lega saat mereka berdua keluar dari apertemen.
"Andai saja aku punya uang,aku tidak mau tinggal di tempat seperti ini mewah tapi sangat sunyi,dan aku tidak bisa melihat keramaian kota." Ucapnya dalam hati.
Sementara itu Lukas dan Jeje berjalan kaki di sekitar Apertemen mencari restoran untuk mereka masuk,Jeje terlihat sangat menikmati malam ini dan mencoba untuk terus menggoda Lukas dengan caranya sendiri.
Berbeda dengan Jeje,Lukas sama sekali merasa bosan bersama Jeje,dia tidak suka dengan Jeje yang terlalu agresif dengannya,membuatnya tidak nyaman apalagi dia selalu teringat dengan Safira yang tinggal sendirian di dalam Apertemennya dia takut Arya mendatangai Apertemennya dan membawa Safira pergi.
"Jeje pesanan kita di bungkus saja ya,tiba-tiba saja kepalaku pusing dan aku ingin istirahat." Ucapnya berbohong membuat Jeje merasa tidak enak.
Walaupun Jeje tidak puas dengan sikap Lukas,dia tetap terlihat tenang dia menyuruh pelayan membungkus pesanan mereka lalu membawanya pulang ke Apertemen.
Melihat Lukas yang tampak tidak suka kalau dia mengandeng nya,Jeje memilih diam lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Lukas di belakang.
" Kenapa dia sangat sulit di dekati? apa dia punya pacar?" Jeje bertanya-tanya dalam hati sepanjang jalan.
__ADS_1
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺