Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 30 ~ Z A D ~


__ADS_3

Jeje tidak bisa berkata-kata saat mendengar penolakan Lukas terhadapnya,dia tidak bisa percaya dengan pria itu,bagaimana bisa seorang pria lebih memilih wanita malam dari pada dirinya yang jauh lebih baik daripada Savira.


"Baik...Aku ingin lihat bagaimana kamu menghadapai orang tua mu demi wanita itu...Safira....Tunggu disini kamu pasti menyesal telah menggoda calon suamiku." Jeje memekik dari ruang tamu dan Savira dengan jelas mendengar teriakan Jeje.


Safira tidak berani menemui kedua manusia yang telah membuatnya sakit,Safira tidak tahu apa maksud pria yang telah menolongnya,yang jelas pria itu menyakiti hatinya.


Sementara itu Jeje keluar dari dalam Apertemen,air mata membasahi wajahnya yang cantik,setelah dia berada di luar gedung dia duduk disebuah cafe lalu mengambil ponselnya dan menghubungi dewi ibunya Lukas.


" Halo sayang ada apa?" Terdengar suara merdu dari sebrang sana membuat Jeje tidak tahan lagi akhirnya menumpahkan semua perasaanya melalui tangisannya.


"Kamu kenapa sayang...Kamu berantem sama Lukas,baiklah tante akan kesana sekarang juga,dasar anak kurang ajar." Ucap Dewi lalu menutup panggilannya.


Dewi bersama menantu keduanya berangkat menuju apertemen Lukas,walaupun masih sangat pagi Dewi tetap memaksa menantunya untuk menemaninya walaupun Sinta sedikit tidak semangat.


"Cepatlah Sinta,aku tidak mau hubungan Lukas dan Jeje kenapa-napa,kamu tau kan kalau Lukas sudah berumur dia harus segera menikah." Ucap Dewi dengan wajah penuh drama.


"Iya ma...Padahal ini masih sangat pagi dan aku juga harus mengurus anakku." Jawab Sinta dengan nada malas.


"Kan ada baby sitter nya,untuk apa kamu membayarnya kalau kamu juga masih sibuk."Ucap Dewi tidak mau kalah walau sebenarnya itu hannya alasan Sinta.


"Baik ma,aku beres-beres dulu." Jawab Sinta lalu dia beranjak ke dalam kamarnya dan segera bersiap-siap.


Keduanya langsung berangkat menuju Apertemen Lukas,jalanan yang lumayan macet membuat Dewi semakin gelisah tiba-tiba ponselnya bergetar tanda sebuah pesan masuk.

__ADS_1


"Ada apa sih dengan Lukas dan Jeje,bahkan Jeje sudah keluar dari apertemen Lukas,dasar anak nakal,entah sampai umur berapa dia menikah,ada yang cocok malah Lukas yang kurang ajar." Sepanjang jalan Dewi terus mengomel membuat Sinta sedikit kesal.


" Apa sih hebatnya wanita itu sampai-sampai mama gelisah seperti ini." Ucapnya dalam hati dengan wajah datar.


" Kita di cafe depan itu saja,Jeje ada disana." Ucap Dewi mengingatkan Sinta yang membawa mobil,hari ini dia sengaja tidak membawa supir karena tidak ingin ada yang menganggu mereka.


Sinta menepikan mobilnya tepat di depan cafe,Dewi segera membuka mobil lalu buru-buru masuk ke dalam cafe dan benar saja Jeje sudah ada di sana duduk sambil menagis hingga pengunjung cafe melihatnya tapi Jeje tampak tidak peduli.


"Sayang apa yang terjadi? kamu berantem sama anak Tante,aku akan menghajar Lukas kalau sampai dia menyakiti kamu." Ucapnya lalu dia duduk di samping Jeje.


Jeje kembali menagis dia sama sekali tidak peduli dengan tatapan orang,dia terus menagis,dia memang sangat terluka atas penolakan Lukas atas cintanya padahal dari dulu dia sudah jatuh hati kepada Lukas.


"Katakan apa yang terjadi Je...Tante tidak akan mengampuni Lukas kalau dia benar-benar menyakiti hatimu."Tanya Dewi sekali lagi karena Jeje terus menagis sesenggukan.


Sinta yang sudah duduk di antara mereka terlihat tidak senang melihat mertuanya yang begitu perhatian kepada Jeje,untuk mengambil hati mertuanya memang sesuatu yang sangat sulit bagi Sinta.


"Kenapa dengan Lukas,katakan dengan jelas," Ucap Dewi tidak sabar dengan penjelasan Jeje.


"Lukas menciantai wanita yang kemarin katanya pelayan di apertemen nya Tan....Hiks...Hiks...hiks..."


"Apa...Kamu tidak salah,dasar anak kurang ajar,ayo kita temui wanita itu dimana dia?" Dewi tanpa sadar memukul meja dengan kasar hingga beberapa orang menatap kepada mereka dan bahkan seorang pria rapi datang menghampiri mereka.


" Nyonya mohon di jaga sikapnya,karena disini juga ada tamu lain." Ucap pria itu dengan sopan.

__ADS_1


"Aku juga tau,apa kamu ingin aku membeli cafe mu,ini kamu tidak tahu siapa saya." Ucapnya dengan emosi dan Sinta yang sudah mulai malu atas sikap sombong mertuanya langsung menenangkan mertuanya lalu minta maaf kepada pria itu.


"Kami minta maaf ya mas,kami akan menjaga sikap kami,silahkan pergi." Ucap Sinta dia mengedipkan mata kepada pria itu agar segera pergi.


"Ayo kita temui mereka,aku sudah tidak sabar ingin menghajar wanita biadap itu,dari awal aku juga sudah ngomong tapi dia mengabaiakan ucapan ku."


"Tunggu Tante...Aku belum selesai bicara.." Jeje menghentikan ucapannya lalu memandangi Dewi dan Sinta bergantian.


" Apa lagi? katakan dengan jelas aku sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran kepada wanita sialan itu,"


"Tante dia seorang wanita malam..."


"Apa...."Sekali lagi Dewi menjerit mendengar ucapan Jeje dan lagi-lagi para pengunjung menatap mereka yang terlalu berisik.Kali ini bukan Dewi saja yang kaget Sinta juga tidak kalah kaget mendengar penjelasan Jeje.


"Tante tidak tahan lagi,ayo kita ke apertemennya dan kita beri pelajaran wanita sialan itu." Ucap Dewi lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari dalam cafe,Sinta dan Jeje akhirnya mengikuti Dewi dari belakang.


Sementara itu Safira dan Lukas terlibat keributan besar di dalam Apertemen,Savira sakit hati kepada Lukas karena merasa telah di manfaatkan pria dewasa itu.


"Lepaskan aku,biarkan aku pergi,kamu pikir kamu sudah hebat....Aku memanfaatkan aku..Kamu memang pria bajingan,kamu sengaja memanfaatkan aku hannya karena kamu tidak mencintai wanita mu itu dasar bangsat...." Safira menjerit sambil memukul dada Lukas.pria itu sengaja memegangi kedua tangan Safira dan menahannya tinggal bersamanya di apertemen.


"Dengarkan aku....Apa yang aku katakan memang benar aku telah jatuh hati kepada mu sejak pertama kali bertemu...Cuma selama ini aku selalu berusaha menepis perasaan ini karena aku tidak ingin memberikan masalah untukmu." Jawab Lukas.Safira menunduk saat Lukas menatap kedua matanya.


"Tatap mataku,aku tau kamu juga merasakan apa yang aku rasakan...Tatap..Safira tetap lah disisi ku,sekeras apa pun orang tua ku menolak mu tetap lah bersama ku,aku berjanji akan selalu di sisi mu dan menjaga mu dari orang-orang yang sudah menyakitimu selama ini." Ucap Lukas lalu memeluk tubuh Safira dengan erat.

__ADS_1


Untuk sesaat safira merasa damai berada di pelukan pria yang sudah menjaganya beberapa bulan ini,dia tidak bisa memungkiri kalau dia sangat damai berada di pelukan pria itu.


😊😊😊 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2