
Savira berjalan kaki di pinggir jalan tanpa tujuan yang pasti,dia semakin jauh meninggalkan Apertemen Lukas,dia menghela napas lega setelah dia semakin jauh meninggalkan tempat itu.
Sebenarnya Savira sangat takut diluar,selain tidak punya tujuan dia juga tidak punya uang sama sekali dan pakaiannya juga hannya baju yang menempel di tubuhnya.
Savira berhenti di bawah sebuah pohon yang ada di pinggir jalan,dia memijat betisnya karena dia mulai merasa sakit di sekitar kakinya apalagi kakinya sudah mulai lecet karena mungkin terlalu jauh berjalan kaki.
"Lapar sekali perutku,aku tidak punya uang sepeser pun,mana hari sudah semakin sore,kemana lah aku pergi." Ucapnya dalam hati sambil menatap sekelilingnya yang lumayan ramai tapi semua orang tampak sibuk mengurusi urusan masing-masing dan tidak peduli dengan sekelilingnya.
Safira kembali menelusuri jalanan,sampai hari mulai gelap dia belum juga tau kemana tujuannya sementara perutnya sudah kelaparan dan kakinya mulai gemetaran.Kepalanya yang semakin pusing membuatnya tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanannya, karena tidak kuat lagi dia berniat untuk istrahat sebentar dan ternyata tubuhnya sudah tidak kuat lagi akhirnya dia jatuh pingsan di jalan itu.
Safira perlahan membuka matanya,saat itu dia menatap sekelilingnya ternyata dia berada di sebuah ruangan yang sempit dan seorang wanita yang mungkin umurnya sekitar dua puluh sembilan tahun menatapnya dengan senyum yang terlihat panik.
"Kamu sudah sadar,kamu minum dulu." Ucap wanita itu lalu menyodorkan segelas teh dan Safira langsung menghabiskan tehnya hingga dia merasa tubuhnya lumayan bertenaga.
"Makasih kak sudah membantuku."Ucap Safira dia sangat bersyukur akhirnya malam malam ini dia punya tempat untuk istrahat walaupun besok dia tidak tau harus tinggal dimana.
"Sama-sama tadi aku menemukan mu pingsan di pinggir jalan,untung saja aku langsung membawa mu karena di tempat mu pingsan banyak sekali pria-pria pecandu narkoba." Jawab wanita itu.
"Siapa namamu?"
__ADS_1
"Safira kak!"
"Kamu dari mana dan mau kemana?" Tanya wanita itu,Safira hannya menunduk saat wanita itu bertanya karena dia sendiri tidak tau kemana tujuannya.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau menjawab,ini ada sebungkus nasi tadi sengaja aku beli untukmu,untuk malam ini kamu istrahat disini saja aku mau pergi bekerja." Ucap wanita itu lalu dia mulai bersiap-siap.
Safira sedikit kaget saat melihat penampilan wanita itu saat hendak bekerja,dia memakai make up yang sangat tebal dan parfum yang begitu menyengat di tambah pakaian yang sangat terbuka,tapi dia tidak mau bertanya karena dia tidak ingin wanita itu tersinggung.
" Aku pamit ya...Jangan lupa makan."
"Ya kak terima kasih banyak ya kak." Jawab Safira dan wanita itu hannya tersenyum lalu pergi meninggalkan dirinya di tempat kosnya yang lumayan sempit dan lokasi yang begitu kumuh.
Savira tiduran di atas kasur sambil menatap langit-langit rumah kos wanita yang menolongnya,dia tidak tau bagaimana dia melanjutkan hidupnya untuk hari esok,untuk saat ini dia hannya berharap tidak bertemu dengan Lukas dan keluarganya begitu juga dengan Arya atau Burhan pria jahat yang sudah menghancurkan hidupnya.
Mungkin karena sudah kelelahan akhirnya dia terlelap tanpa sadar.Sementara di jalanan Lukas membawa mobilnya sambil mengelilingi semua tempat yang tidak jauh dari apertemennya mencari keberadaan Safira.Sejak kepergian ibunya dari apertemennya dia tidak langsung mencari Safira karena takut ibunya masih membuntutinya setelah beberapa jam baru dia keluar dari apertemen nya dan mencari Safira.
"Kemana dia malam-malam seperti ini,bukan kah dia tidak punya keluarga dan kenalan, arngngg....Ini semua karena Jeje yang sudah merusak segalanya,kalau bukan karena dia mama tidak akan tau tentang Safira." Ucapnya sambil memukul stang mobilnya dengan emosi.
Lukas menepikan mobilnya di sebuah mini market lalu dia keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam mini market untuk membeli rokok,Lukas selalu merokok kalau ada masalah yang sulit dia tuntaskan.
__ADS_1
"Bagaimana aku mencarinya sementara gambarnya saja aku tidak punya." Ucapnya dalam hati lalu dia keluar dari mini market setelah mendapat barang barang yang dia cari.
"Bang mampir yuk...Main sama kita aku bisa memuaskan kamu dengan berbagi macam gaya." sapa seorang wanita,Lukas menoleh ke arah suara itu dia mengabaikan wanita-wanita yang menyapanya sambil menjajakan tubuhnya.
Wanita itu adalah Eva wanita yang menolong Savira saat dia pingsan tadi di pinggir jalan,dia memang bekerja sebagai wanita malam yang menggoda pria-pria untuk mencari nafkah dan membiayai kebutuhan anak dan ibunya di kampungnya,dia sengaja melakukan itu karena tuntutan hidup yang begitu keras.
Lukas kembali ke mobilnya lalu meninggalkan tempat itu,saat melihat para psk itu,tiba-tiba dia teringat dengan Safira yang sudah pergi entah kemana,dia sangat kehilangan Safira,bahkan dia masih mengelilingi kota itu sampai larut malam tapi dia tidak menemukan Safira dimana pun.
"Kamu dimana Safira maafkan aku karena tidak bisa tegas dengan orang tuaku,banyak hal yang harus ku jaga makannya aku tidak berani melawannya saat itu."Ucapnya dengan wajah lelah.
Keesokan harinya Safira terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi,dia melihat wanita yang menolongnya sudah tidur di sampingnya dengan penampilan yang berantakan.Safira sangat kaget saat melihat ternyata seorang pria juga tidur di samping wanita itu dan pria itu juga sudah bangun.
"Kamu sudah bangun Safira,kamu tidur terlelap bahkan kamu tidak mendengar kami masuk tadi pagi.Kenalkan ini pacar kakak, namanya Leo dan namaku Eva." Ucapnya dengan suara yang khas bangun tidur.
Safira tidak tau harus bagaimana dia bahkan salah tingkah saat berada di antara orang-orang asing baginya dan Safira juga merasa aneh dengan gaya Eva yang terlalu terbuka di depan pria yang bukan suaminya.
"Kenapa kamu bingung,kamu heran melihat kakak dengan pakaian seperti ini di depan pacar kakak,suatu saat kamu juga tau lebih baik kamu bangun dan cuci muka abaikan hal yang menurutmu tidak pantas."Ucap wanita itu bijak.
Savira Langsung bangun usia Eva menyuruhnya cuci muka,walaupun dia bingung dengan keadaan mereka Safira memilih diam dan tidak mau tau.
__ADS_1
"Safira apa kamu sudah tau kemana kamu saat ini?" Tanya Eva saat Safira duduk di kursi yang ada di teras rumah kosnya.Safira menggeleng mungkin karena wanita terlihat baik Safira sedikit nyaman dengan wanita itu walau dia tidak tau apa pekerjaan wanita itu.
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺