
Raja yang melihat Viola bersama seorang pria langsung berjalan cepat kearah wanita itu, dia semakin cepat melangkahkan kakinya saat Viola main pukul-pukulan dengan pria lain.
Sementara Viola dan pria itu sedang asyik bercerita tentang hal yang sama-sama mereka sukai, yaitu tentang perkembangan fashion yang ada diseluruh dunia sembari sesekali menyelipkan kelucuan yang sengaja dibuat oleh pria tersebut.
"Viola!"
Viola dan pria yang sedang bersamanya terjingkat kaget saat mendengar suara Raja, mereka segera berbalik dan melihat Raja sudah berdiri tepat di belakang mereka.
"apa yang kau lakukan di sini?" tanya Raja dengan penuh penekanan, matanya menatap tajam kearah Viola seakan-akan membelah tubuh wanita itu menjadi beberapa bagian.
"aku sedang melihat patung ini," jawab Viola dengan jujur sembari menunjuk kearah patung yang ada di sebelahnya, sementara pria yang ada di sampingnya hanya diam memperhatikan apa yang Raja dan Viola bicarakan.
Lalu Raja beralih melirik kearah pria yang sejak tadi melihat kearahnya dalam diam, pria yang dilirik pun membalas lirikan Raja dengan tak kalah tajam darinya.
"kalau gitu aku permisi ya Viola, senang bisa bertemu denganmu," ucap pria tersebut sembari tersenyum manis kearah Viola.
"aku juga senang bisa bertemu denganmu, Rio. Nanti aku chat kamu ya," balas Viola, tangan sebelah kanannya sedang memegang sebuah kartu nama yang diberi oleh pria tersebut.
Rio lalu pergi dari tempat itu tanpa berbicara satu katapun pada Raja, membuat lelaki itu semakin dibakar api amarah.
"mau sampai kapan kau melihatnya?"
Viola kembali terlonjak kaget saat mendengar suara ketus Raja, dia lalu berdecak kesal dengan bibir maju beberapa senti ke depan.
"apa itu, yang kau pegang?" tanya Raja kemudian, matanya menatap tajam kearah tangan Viola yang sedang memegang sebuah kertas.
"ini kartu namanya Rio, nanti aku-"
Viola tidak dapat melanjutkan ucapannya saat Raja merebut paksa kartu nama yang ada dalam genggaman tangannya, dia lalu beralih melihat Raja dengan penuh tanda tanya.
"apa yang kau lakukan?" teriak Viola, dia tidak terima saat Raja merebut kartu nama itu. Sementara Raja merasa tidak peduli, dia membaca kartu nama itu lalu merobeknya menjadi beberapa bagian.
Viola membulatkan matanya melihat apa yang Raja lakukan, dia lalu menarik tangan Raja dan menghempaskannya dengan kasar.
__ADS_1
"kenapa kau merobeknya?" teriak Viola dengan kesal, dia menatap tajam kearah Raja yang terlihat biasa saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"kenapa? apa kau merasa gagal selingkuh karna aku merobek kartu nama itu?"
Viola semakin geram mendengar apa yang Raja ucapkan, dia lalu berbalik dan berlari kembali ke dalam Vila.
"Ck, bikin kesal saja sih!" cibir Raja, dia lalu mengikuti langkah Viola untuk kembali ke Vila mereka.
Viola yang sudah sampai di dalam kamar menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang, dia meninju-ninju udara yang ada dihadapannya karna merasa geram dengan manusia iblis itu.
"dasar bedebah gila! memangnya dia itu siapa?" teriak Viola dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubunnya, dia benar-benar ingin mencakar wajah Raja yang sudah bertindak diluar batas.
Tidak berselang lama, muncullah Raja ke dalam kamar itu. Viola yang melihat kedatangannya langsung balik badan dan membelakangi Raja, sementara lelaki itu merasa tidak peduli dan tetap mendekat kearah nya.
"kenapa kau dekat dengan pria lain seperti itu? apa kau tidak punya malu sama sekali?" bentak Raja, dia benar-benar merasa tidak suka karna wanita itu berani bermain api dengan lelaki lain.
Viola yang tadinya sedang membelakanginya langsung berbalik dan turun dari ranjang, "apa maksudmu? aku hanya kenalan dan berbicara saja dengannya!" bantah Viola dengan cepat.
"Hanya kenalan dan bicara kau bilang? aku yakin sekali kalau aku tidak datang ke sana pasti kau sudah tidur dengannya."
"aku tidak serendah itu!" lirih Viola dengan bibir bergetar, dia menatap Raja dengan penuh kebencian.
"Hah? tidak serendah itu kau bilang?" Raja tertawa sinis mendengar apa yang Viola katakan, dia lalu mendekati wanita itu dan merobek paksa gaunnya membuat Viola ketakutan.
"a-apa yang kau lakukan?" tanya Viola dengan terbata-bata, tangannya terletak di depan dada untuk menutupi bagian dadanya yang terbuka akibat perbuatan lelaki itu.
"kau saja sudah menjual tubuhmu padaku, bagaimana mungkin kau tidak disebut rendahan?" hina Raja, dia memperhatikan tubuh Viola dari atas sampai bawah membuat Viola semakin dilanda ketakutan.
"jaga bicaramu! aku tidak pernah menjual-"
"tidak pernah? bukannya kau mendapatkan uang dari Mama saat menikah denganku?"
lidah Viola terasa kaku untuk membantah ucapan yang Raja layangkan padanya, sementara Raja menarik senyum tipis disudut bibirnya karna berhasil membungkam mulut wanita itu.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Raja menarik tangan Viola dan menghempaskannya ke atas ranjang, Viola yang masih terkejut dengan apa yang Raja lakukan tidak sadar kalau saat ini tubuhnya sudah dihimpit oleh lelaki itu.
"Aku yang telah membelimu, jadi aku juga yang harus tidur denganmu!" Raja mencium bibir Viola membuat wanita itu sangat terkejut, dia berusaha melepaskan ciuman Raja tapi Raja menahan kepalanya hingga Viola tidak bisa berkutik.
Ciuman Raja semakin panas dengan hasrat yang sudah naik ke ubun-ubunnya, dia semakin memperdalam ciumannya sampai membuat Viola tidak bisa bernapas.
Viola menepuk-nepuk dada Raja agar lelaki itu melepaskan ciumannya, karna kalau sampai ciuman itu terus berlangsung maka bisa dipastikan kalau Viola akan kehabisan napas dan berada didunia lain.
"hah, hah, hah. Apa kau mau membuatku mati?" sentak Viola dengan dada yang naik turun karna berusaha untuk menghirup oksigen yang tadi terpaksa berhenti karna ciuman panas lelaki itu.
Sementara Raja hanya diam dengan tatapan tajam seakan-akan ingin memakan Viola saat itu juga.
Viola yang sudah mulai tenang kembali melihat kearah Raja yang berada tepat di atasnya, matanya menelusuri garis wajah pria itu yang benar-benar sangat tampan.
Raja yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya kembali menyerang Viola dengan membabi buta, kali ini bukan hanya mulutnya saja yang mengecup bibir Viola melainkan tangannya juga mulai berkeliaran menyentuh seluruh tubuh wanita itu.
Viola yang awalnya memberontak lambat laun terbuai akan permainan Raja, apalagi lelaki itu menahan kaki dan kedua tangannya sehingga Viola hanya bisa menerima apa yang Raja lakukan padanya.
Raja mengecup seluruh tubuh Viola tanpa ada yang tersisa sedikitpun, tangannya juga aktif membuka seluruh kain yang masih menempel ditubuh gadis itu.
Dessahan demi dessahan berhasil lolos dari mulut Viola saat Raja menikmati gundukan sintalnya yang belum pernah tersentuh oleh orang lain.
Raja menikmati pucak yang menegak dengan lahap seperti seorang bayi yang sedang kehausan, dia juga mulai melucuti pakaiannya sendiri untuk melakukan penyatuan pada Viola.
"kau akan menikmati hasil dari menjual tubuhmu ini,"
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘