
Setelah itu Risa Hanung Ratih dan Anthoni mengobrol di halaman belakang, Ratih dan Anthoni menceritakan rencana mereka yang akan menikah secepatnya.
"Menurut kamu gimana kalo aku menikah bulan depan, Nata juga sudah menerima Ratih dan dia tidak komplen sama sekali"ucap Anthoni.
"Ya memang kalo hal baik itu seharus nya dipercepat An biar gak timbul Fitnah dan Ratih makin dekat dengan Nata, kalo di nanti nantikan takutnya ada yang ganggu hubungan kamu" ucap Hanung.
"Jangan terlalu cepat lah, emang kalian udah tau latar belakang masing masing jangan sampai nantinya kalian udah nikah eh ketauan aslinya"ucap Risa.
"Kita udah mengenal cukup lama kok mba, sekitar dua tahun hanya saja baru sekarang di kenalkan, ya mungkin sekarang sudah waktunya juga" ucap Ratih.
"Wah ternyata kalian sembunyi sembunyi ternyata, yasudah lah jika kalian akan menikah maka Andreas pun akan menikahi Nata, biar harta mas Anthoni tidak jatuh pada tangan wanita ini, enak saja dari dulu selalu aku yang bantu urusin Nata kenapa yang dapet untungnya kamu. Dasar wanita ular" ucap Risa dalam hatinya.
Setelah cukup lama mengobrol Hanung dan Risa pun pamit pulang, bersama Andreas dan Nesa pun ikut pulang bersama orang tua mereka.
"Ya sudah kita pulang dulu ya, nanti kabar kabaran aja kalian kamu perlu bantuan aku dalam mengurus pernikahan kalian" ucap Risa.
"Iya An kita pulang dulu ya semoga niat baik kaliam dilancarkan ya"ucap Hanung.
"Iya iya mbak makasih ya sebelumnya" ucap Ratih.
"Iya siap Han hati hati hati ya di jalannya, bye Nesa" ucap Anthoni.
"Bye om" ucap Nesa.
"Eh Nata kemana?" tanya Risa.
__ADS_1
"Nata sama Aideen lagi beli cemilan dulu katanya, kirain Nesa ikut" ucap Anthoni.
"Gak om soalnya udah tau mama papa mau ngajak pulang trus gak tau jugs kalo mereka pergi" ucap Nesa.
"Oh yaudah deh, salam aja sama Nata ya Mas" ucap Risa pada Anthoni.
Mereka pun berjalan menuju mobil...
"Nak mau pulang, gak nginep disini aja" ucap Meli yang berpapasan di depan pintu luar.
"Iya bu aku pamit pulang dulu ya" ucap Nesa yang menyalimi Meli.
"Ih kamu ngapain sih sun tangan dia, dia bukan ibumu aku ibumu" ucap Risa.
"Aku hanya menghargai orang yang lebih tua aja mam" ucap Nesa.
"Kamu juga ngapain ramah rah sama dia kamu suka sama dia" ucap Risa.
Tanpa berbicara apapun lagi dan tidak menjawab perkataan risa hanung pun masuk mobil lalu mereka segera pulang.
****
Hari hari pun berlalu Aideen dan Nata pun semakin dekat seakan akan mereka sudah melekat satu sama lain, mereka saling mencintai satu sama lainnya.
Sementara Ratih dan Anthoni pun sudah sah menjadi suami istri, sekarang ratih fokus menjadi ibu rumah tangga dan menjadi ibu sambung yang baik hati.
__ADS_1
"Emm bentar lagi kakak ujian ya" ucap Nata yang sedang duduk di bangku halaman belakang rumahnya bersama Aideen.
"Iya aku mau kuliah dulu di ibu kota, nanti kamu nyusul ya" ucap Aideen.
"He he iya tapi aku masih lama lah ka, masih dua tahun lagi" ucap Nata
"Hoalah iya ya kamu kan baru kelas satu" ucap Aideen.
"Iya baru mau naik kelas dua, kakak emang mau nunggu aku" ucap Nata.
"Mau lahhh" ucap Aideen.
Diantara mereka tidak ada yang mengucapkan cinta atau mengungkapkan perasaan satu sama lain tapi sudah dipastikan jika mereka itu salinf mencintai.
"Siang Mama" Nata Masuk rumah nya yang saat ini ketika masuk rumah dia selalu di sambut oleh ibu sambungnya.
"Siang sayang, tumben pulang cepet hari ini" ucap Ratih.
"Iya karna ada jam kosong jadi disuruh pulang dulu mam" ucap Nata.
Dia pun menyalimi tanggan ibu sambungnya itu...
"Yuk makan tadi mama masakin kamu ayam kecap mau kan enak tau" ucap Ratih.
"Mauu dong ma, tapi suapin sama mama boleh gak aku mau sambil ngerjain tugas" ucap Nata.
__ADS_1
"Boleh dong buat anak mama tercinta apa sih yang enggak" ucap Ratih.
Nata pun duduk di halaman belakang bersama Farah dan Ratih ibu sambungnya itu...