Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 55. Pelayan Mata-mata.


__ADS_3

"salah, Alea! kau salah besar! jangan lupa, kau sendiri yang telah membawa Viola masuk ke dalam hidupku, dan kau jugalah yang telah membuka hatiku untuk mencintainya!"


Alea yang sudah bersiap untuk membalas ucapan Raja tidak sanggup untuk mengeluarkan suaranya, lidahnya terasa kaku saat mendengar apa yang lelaki itu ucapkan.


"selama hampir 10 tahun aku mengenalmu, ternyata semua itu tidak cukup untuk mengetahui keegoisanmu!"


"cukup, Raja! sudah cukup!" Mama Vivi yang tidak ingin ada lagi pertengkaran di antara Raja dan Alea memilih angkat bicara, dia tidak ingin kalau kepergian Viola bukannya membuat Raja dan Alea kembali bersatu, justru malah menghancurkan hubungan mereka.


"Mama melakukan semua ini demi kebaikan kalian semua, Mama rasa-"


"kebaikan kebaikan kebaikan! kebaikan apa yang sebenarnya Mama lakukan? hah!"


Mama Vivi kembali bungkam, dia yang ingin menjelaskan maksud dan tujuan yang dia anggap baik malah tidak diberi kesempatan oleh Raja.


"ini bukan kebaikan, melainkan kejahatan!"


Mama Vivi dan Alea melotot tajam kearah Raja saat mendengar kata-kata terakhirnya, mereka merasa tidak terima dengan apa yang lelaki itu ucapkan.


"jangan berlebihan, Raja! sejak awal hubungan kalian hanya lah-"


"berlebihan? berlebihan kau bilang? bagaimana mungkin aku bisa diam saja saat kalian mengusir istri dan juga anakku!"


deg, akhirnya kata anak terlontar juga dari mulut Raja. Lelaki itu sudah tidak bisa lagi membendung kemarahan yang terasa menyesakkan dada, jika saja dua wanita yang ada dihadapannya saat ini bukanlah keluarga yang sangat dia sayangi, sudah jelas dia akan membunuh mereka sejak tadi.


Tubuh Mama Vivi dan Alea bergetar mendengar teriakan Raja, terlebih-lebih saat mendengar perkataan yang dilontarkan lelaki itu.


"a-anak? saat, saat ini, Vi-Viola sedang mengandung?"


"Benar! saat ini Viola sedang hamil, dan anak yang sejak dulu kalian idam-idamkan itu telah berhasil kalian usir dari sini!"


Bruk, tubuh Mama Vivi terjatuh membentur lantai saat mengetahui semua kebenaran tentang kehamilan Viola. Begitu juga dengan Alea yang merasa sangat syok dan tidak menyangka kalau ternyata Viola sedang hamil.

__ADS_1


"ba-bagaimana mungkin?"


"selama ini, aku selalu menghormati dan menyayangi kalian lebih dari siapapun, bahkan aku lebih mempercayai kalian berdua lebih dari diriku sendiri! Aku mengagungkan sifat dan karakter baik kalian seperti Tuhan! tapi, jangankan seperti Tuhan,  kalian bahkan tidak pantas untuk disebut sebagai manusia!"


Marah, kecewa, sedih, semua rasa sedang bersarang dihati Raja saat ini. Dia yang dipaksa untuk menerima kehadiran Viola, kini dipaksa kembali untuk kehilangan wanita itu.


"kalian yang mempertemukan kami, memaksa kami untuk berhubungan, bahkan kalian mengikat kami dalam tali pernikahan. Tapi sekarang, kalian memisahkan kami layaknya sebuah boneka yang tidak punya perasaan!"


Mama Vivi menangis tersedu-sedu menyesali semua yang telah dia lakukan pada Viola, begitu juga Alea yang diam dengan isak tangis yang saling berkejar-kejaran dengan Mama Vivi.


Raja yang saat ini merasa sangat hancur tidak tau lagi harus berbuat apa pada mereka, dia benar-benar tidak menyangka kalau Mama dan Alea yang selama ini berbuat baik, tega melakukan hal sekejam itu.


"tu-tunggu, Raja! maafkan Mama, Mama, Mama tidak tau kalau saat ini Viola sedang hamil!" seru Mama Vivi saat melihat Raja hendak pergi dari rumah itu.


Raja menghentikan langkah kakinya tanpa membalikkan badan. "jangan pernah muncul dihadapanku sebelum Viola kembali kerumah ini! dan kalau sampai terjadi sesuatu dengan Viola dan kandungannya, maka aku tidak akan pernah memaafkan kalian!"


Raja kembali melanjutkan langkahnya untuk keluar dari rumah, dia merasa sangat sesak jika harus terus berada di dalam rumah tersebut.


Raja kembali masuk ke dalam mobil dengan tetap diikuti oleh Kenan, lelaki itu tidak pergi selangkah pun dari sisi Raja saat ini.


"kita ke Singapura sekarang juga!" perintah Raja, dia menyandarkan tubuh nya ke kursi karna merasa sangat pusing saat ini.


"Baik, Tuan!" Kenan yang sudah tau kalau Raja akan langsung pergi ke Sungapura sudah menyiapkan semua persiapan keberangkatan mereka, dia juga sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari Viola dinegara itu.


Setelah kepergian Raja, Mama Vivi dan Alea kembali ke kamar mereka masing-masing. Suasana rumah yang tadinya sangat berantakan dengan pecahan vas berserakan di atas lantai, kini sudah tampak rapi dan bersih seperti biasanya.


Para pekerja yang melihat dan mendengar pertengkaran antara Raja dan Nyonya rumah mereka, tidak berani untuk menampakkan diri. Mereka semua takut saat melihat kemarahan Raja, apalagi sebelumnya Raja tidak pernah marah sampai seperti itu pada Mama Vivi dan juga Alea.


Disudut ruangan, ada seorang pelayan yang sejak awal melihat pertengkaran para majikannya. Dia terus mengamati dan mendengar setiap ucapan yang terlontar dari mulut para majikannya.


Dia lalu berjalan cepat ke arah kamarnya saat Raja sudah pergi dari rumah, dia segera mengambil ponsel yang terletak di atas meja untuk menelpon seseorang.

__ADS_1


"halo, Tuan! saya punya kabar yang sangat penting untuk Tuan," ucap pelayan itu saat panggilan ponselnya sudah terhubung dengan seseorang.


"katakan!" balas seseorang yang ada disebrang telpon.


"saat ini, Nyonya Viola sedang hamil, dan Tuan Raja sangat murka dengan kepergian Nyonya Viola dari rumah ini," lapornya.


"benarkah? baiklah, terus awasi dan laporkan semua yang terjadi dirunah itu!"


"baik, Tuan!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.


Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.


Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?


__ADS_1


__ADS_2