Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 43. Janji Jari Kelingking


__ADS_3

Keesokan harinya, Viola bangun lebih awal dan berjalan menuju dapur. Namun, saat dia baru menuruni anak tangga, terlihat Raja juga sedang berjalan naik kearah kamar.


"mau ke mana kau?" tanya Raja, dia menarik lengan Viola saat wanita itu hendak melewatinya.


"aku cuma mau ke dapur!" jawab Viola sembari melirik kearah Raja.


"Kau baru pulang?" Mata Viola membulat sempurna saat menyadari kalau Raja masih memakai pakaian semalam.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Viola, Raja kembali melanjutkan langkahnya ke arah kamar. Dia yang awalnya ingin ke kamar Alea, mengurungkan niatnya saat melihat pintu kamar wanita itu masih tertutup dan pertanda kalau Alea belum bangun.


Viola berdecak kesal saat melihat apa yang dilakukan Raja, dia juga lalu melanjutkan langkahnya ke dapur untuk mengambil minum.


"waah, wangi sekali!" seru Viola saat indra penciumannya mencium sesuatu yang membuat perutnya keroncongan.


Beberapa pelayan yang ada didapur sedikit terkejut saat melihat keberadaan Viola ditempat itu, "Nyonya sudah bangun?"


Viola menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan salah satu pelayan. "Kalian masak apa? kenapa aromanya enak sekali?" Viola mengendus kearah penggorengan untuk mencari aroma yang tadi dia cium.


"Kami sedang memasak ayam balado, Nyonya. Apa Nyonya ingin makan?"


Viola menganggukkan-anggukkan kepala sembari mengesuap air liur yang hampir saja menetes dimulutnya, dia benar-benar merasa sangat lapar dan ingin segera melahap masakan yang mereka buat.


Salah satu pelayan menyiapkan makanan dan juga minuman untuk Viola, dia yang awalnya tidak suka dengan keberadaan Viola dirumah itu, kini mulai memahami posisi Viola yang sebenarnya tidak berniat untuk menjadi istri kedua.


Viola menikmati makanan yang disiapkan oleh pelayan dengan sangat lahap, dia bahkan sampai memegang ayam ditangannya membuat pelayan yang melihatnya sampai menelan salive mereka.


"apa kau tidak pernah dikasi makan?"


"uhuk, uhuk, uhuk!" Viola terbatuk-batuk karna tersedak oleh makanan, dia merasa kaget dengan suara seseorang yang sangat dia kenali.


Raja memberikan segelas air untuk Viola dan langsung diminum oleh wanita itu sampai tandas tak bersisa, dia merasa tenggorokannya sangat sakit saat ini.


"apa kau mau membuatku mati?" ketus Viola, dia memegangi dadanya yang terasa sesak akibat tersedak tadi.

__ADS_1


Raja mengerutkan keningnya saat mendengar apa yang Viola ucapkan. "kenapa kau berkata seperti itu? memangnya apa salahku?"


"apa salahmu kau bilang? jelas-jelas kau yang membuatku tersedak!" ucap Viola dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa dia merasa sangat sedih saat ini.


"kenapa kau jadi menyalahkanku? jelas-jelas kau, yang sangat rakus!" balas Raja sembari bersedekap dada, dia duduk tepat di depan Viola sembari menatapnya dengan tajam.


"Hiks, hiks!" Viola menangis dengan tersedu-sedu membuat Raja dan pelayan yang masih berada ditempat itu merasa kaget.


"ke-kenapa kau menangis?" tanya Raja dengan bingung, dia bahkan sampai bangun dan mendekati Viola saat ini.


"hiks, hiks. Kenapa kau jahat sekali padaku? kenapa kau tidak pernah memperlakukanku dengam baik? hiks, hiks," Viola terus saja menangis untuk menumpahkan segala kesedihannya.


Raja yang kebingungan melihat Viola seperti berusaha untuk menenangkannya, tetapi bukannya tenang, Viola malah semakin murka dan terisak dengan sangat pilu.


"ba-baiklah, aku, aku minta maaf! aku janji tidak akan berbuat jahat lagi padamu," ucap Raja, dia sudah tidak tau lagi harus melakukan apa untuk menenangkan Viola saat ini.


"Tidak! aku tidak percaya ucapanmu, kau selalu saja menyakiti hatiku dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulutmu!" Viola memalingkan wajahnya karna enggan untuk bersitatap mata dengan Raja.


Raja mengusap wajahnya dengan kasar, sejujurnya dia sudah sangat geram melihat Viola saat ini. Namun, entah kenapa hatinya merasa sesak dan tidak tega melihat Viola menangis sampai seperti itu.


Para pelayan yang masih setia memperhatikan Viola juga ikut merasa bingung, karna selama mereka mengenal Viola, belum pernah mereka melihat Viola menangis. Bahkan sata ini, wanita itu menangis sampai tersedu-sedu.


"tapi tunggu, apa dia jadi seperti ini karna sedang hamil?" Raja mengingat penjelasan dari Dokter yang mengatakan tentang berbagai keadaan seorang wanita yang sedang mengandung, persis seperti apa yang sedang terjadi pada Viola saat ini.


"baiklah, aku minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan. Aku juga berjanji, tidak-tidak! maksudku aku bersumpah kalau aku akan memperlakukanmu dengan baik!" ucap Raja dengan yakin, dia menatap tajam kearah Viola supaya wanita itu percaya padanya.


"Kau janji?" Viola menunjukkan jari kelingkingnya pada Raja bermaksud untuk mengikat perjanjian padanya.


Raja yang awalnya tidak mengerti dengan apa yang Viola lakukan, langsung paham saat wanita itu menggoyang-goyangkan kelingkingnya dan meminta Raja untuk mengaitkan kelingking mereka.


"baiklah, aku berjanji!" ucap Raja setelah kelingking mereka bersatu.


Viola menghamburkan dirinya dalam pelukan Raja saat Raja selesai mengucap janji, kesedihan yang tadi menyelimuti hatinya kini sudah lenyap dan berganti dengan senyuman.

__ADS_1


Raja terpaku saat tubuhnya dipeluk oleh Viola, dia tidak menyangka dengan reaksi yang diberikan oleh Viola atas janji yang tadi baru saja dia ucapkan.


"Baiklah, mungkin ini awal dari hubungan kita agar lebih baik lagi. Dan aku juga akan menepati janjiku, Viola!" Tangan Raja terulur mengusap kepala Viola dengan lembut, untuk sesaat mereka menikmati pelukan hangat yang sedang mereka lakukan saat ini.


Dari kejauhan, seorang wanita menatap kearah Raja dan Viola dengan mata berkaca-kaca. Alea yang baru saja bangun dak hendak pergi ke dapur, terpaku di depan pintu dapur saat melihat Raja mengikat janji pada Viola.


Dia merasa sesak, sekaligus kesal melihat kemesraan yang sedang terjadi antara mereka. Kedua tangan Alea mengepal kuat sampai kuku-kukunya memutih saat melihat Raja dan Viola berpelukan dengan sangat erat.


"aku tidak bisa lagi membiarkan ini! maafkan aku Viola, tapi kau harus segera pergi dari rumah ini!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya temen aku, dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Kisah seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang lelaki bermata elang.


Keduanya berasal dari strata yang berbeda tetapi dengan kekuatan cinta tulus yang dimiliki Sasha berhasil menaklukkan Galaxy cowok bermata elang yang terkenal dingin dan penyendiri.


Galaxy lelaki yang punya trauma masa kecil dengan keluarganya. Selama ini hanya merasakan cinta dan kesetiaan dari seekor anjing kesayangannya yang berjenis Husky.


Husky bermata biru inilah yang akhirnya bisa mengobati trauma masa lalu Galaxy dan menemukan cinta sejatinya.


Ikuti kisah Sasha dan Galaxy dalam menemukan cinta sejatinya bersama anjing kesayangan mereka Grey Husky bermata biru.

__ADS_1



__ADS_2