Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 64. Keluarga Daniel.


__ADS_3

Setelah perdebatan itu, Viola tidak lagi menghiraukan apa yang Raja katakan sementara Raja sendiri merasa senang karna melihat Viola tidak berkutik karna perkataannya.


"apa Ibu mengganggu, Veni?"


Viola dan Raja yang saling berdiam diri langsung melihat kearah pintu, Viola tersenyum lebar saat melihat Ibu Mery ada ditempat itu sementara Raja memandang wanita paruh baya itu dengan kening berkerut.


"kenapa Ibu berdiri di sana? ayo masuk!" ucap Viola, dia menepuk kursi yang ada di samping ranjangnya untuk mempersilahkan Ibu Mery duduk di sana.


"bagaimana kabarmu? maaf karna Ibu baru bisa datang sekarang!" ucap Ibu Mery, dia meletakkan sekeranjang buah-buahan ke atas meja.


"tidak apa-apa, Bu! aku tau kalau banyak yang harus Ibu persiapkan," balas Viola, dia lalu memperlihatkan putranya pada Ibu Mery membuat wanita paruh baya itu terkejut.


"Siapa ini? ya Tuhan, kau tampan sekali Nak!" Ibu Mery mengambil bayi itu dari gendongan Viola dan menciuminya dengan gemas.


"Ekhem!" Raja yang sejak tadi merasa diasingka berdehem untuk menyadarkan dua wanita yang tangah sibuk dengan putranya.


"loh, bukannya anda yang menolong saya tadi?" Ibu Mery baru sadar kalau diruangan itu ada orang lain selain mereka, dan dia ingat bahwa orang tersebutlah yang tadi sempat menolongnya.


"menolong kenapa?" tanya Viola penasaran, dia melirik kearah Raja seolah-olah curiga kalau lelaki itu melakukan sesuatu.


Ibu Mery lalu menceritakan semua yang terjadi padanya, dia juga menceritakan bahwa Raja telah menolongnya dari seseorang yang berniat jahat padanya.


"jadi gitu, Ven! kalau enggak ada dia, mungkin Ibu udah kerampokan," ucap Ibu Mery setelah selesai menceritakan semuanya.


Viola menganggukkan kepalanya mendengar cerita wanita paruh baya itu, sementara Raja merasa bingung dengan panggilan yang Ibu Mery sematkan untuk Viola.


"kenapa anda memanggil Viola dengan sebutan Veni?" tanya Raja, dia sejak tadi bingung mendengar Viola berganti nama.


"oh, itu karna dia sudah-"


"Ibu!"


Ibu Mery yang ingin mengatakan kalau Viola sudah berganti nama tidak jadi membuka mulutnya saat Viola mencengkram lengannya, dia paham saat Viola memberi kode agar dia tidak melanjutkan apa yang ingin dia katakan.


"karna apa?" tanya Raja, dia menatap Ibu Mery dengan tajam seolah memaksa wanita itu untuk berkata jujur.


"apa urusannya denganmu? aku tidak-"


"karna aku adalah suamimu! dan aku berhak mengetahui semua yang terjadi padamu!"


Ibu Mery merasa terkejut dengan apa yang Raja katakan, dia lalu berdiri sembari memperhatikan Raja dari ujung kaki sampai ujung kepala.

__ADS_1


Viola dan Raja sedikit kaget melihat reaksi Ibu Mery, apalagi saat ini wanita paruh baya itu terus mendekati Raja sampai dia memundurkan tubuhnya sendiri.


"kau, kau putra Renal?"


Raja terkejut saat mendengar apa yang Ibu Mery tanyakan, begitu juga Viola yang tidak menyangka kalau wanita itu mengenal mendiang Ayah Raja.


"anda mengenal Ayahku?" tanya Raja dengan penasaran, dia lalu memperhatikan wajah Ibu Mery yang tampak tidak asing dalam ingatannya.


"tidak! aku hanya-"


"Ibu?" tiba-tiba dari arah pintu masuklah Rio bersama dengan Mama Vivi dan Alea yang kembali lagi kerumah sakit saat mendengar kabar bahwa Viola sudah sadar.


Mama Vivi terpaku ditempat saat melihat sosok wanita yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak dia lihat berdiri tepat dihadapannya, sementara Ibi Mery juga tampak terkejut karna melihat Mama Vivi ada ditempat itu.


"Mo-Mona?" seru Mama Vivi dengan tidak percaya, dia mencengkram kedua bahu Ibu Mery dengan mata berkaca-kaca.


"kau, kau masih hidup?" tanyanya kemudian, lalu memeluk tubuh Ibu Mery yang masih sangat syok karna pertemuan mereka.


Semua orang yang ada diruangan itu merasa bingung, mereka tidak mengerti siapa yang disebut dengan Mona dan kenapa Mama Vivi dan Ibu Mery bisa saling mengenal.


"ke mana saja kau selama ini? aku mengira kau sudah mati karna ledakan itu!" ucap Mama Vivi dengan tersedu-sedu, dia tidak menyangka kalau wanita yang dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup.


Ibu Mery yang baru sadar dengan apa yang terjadi langsung mendorong tubuh Mama Vivi sampai pelukannya terlepas, dia berusaha untuk mengendalikan emosinya agar tidak membuat masalah.


"tidak! aku tidak boleh membiarkan jerih payahku selama ini hancur, aku harus segera pergi dari sini!"


"apa maksudmu, Mona? aku tidak mungkin salah mengenali orang! kau adalah Mona, kau istri dari adik iparku!"


deg, jantung semua orang terasa berdebar kencang seakan ingin melompat keluar dari rongga dada saat mendengar apa yang Mama Vivi katakan. Terutama Raja dan Rio yanh saat ini saling pandang karna merasa bingung dan tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada orang tua mereka.


"apa kau tidak mengenalku, Mona?"


Ibu Mery terlihat bingung dan gugup untuk menjawab semuanya, dia takut kalau kejadian dimasa lalu terulang kembali dan nyawa putranya menjadi terancam.


"jawab aku, Mona! apa kau-"


"Tidak! aku tidak mengenalmu!" Ibu Mery berlari keluar dari ruangan itu membuat semua orang semakin dilanda kebingungan.


"tunggu, Mona! kau-"


"berhenti!"

__ADS_1


Mama Vivi yang berniat untuk mengejar kepergian Ibu Mery menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang, dia berbalik lalu melihat kearah Rio yang sedang berjalan mendekatinya.


"maaf, Nyonya! saya rasa anda harus memberikan waktu untuk Ibu saya, biarkan saya yang mengejarnya," ucap Rio, sebenarnya ada beribu pertanyaan yang bersarang dibenaknya saat ini. Namun, saat ini dia harus mengejar Ibunya terlebih dahulu.


Setelah mengucapkan itu, Rio langsung pergi dari ruangan itu untuk mengejar Ibunya. Sementara yang lain hanya diam melihat kepergian lelaki itu, terutama Mama Vivi yang terpaku saat melihat Rio.


"sebenarnya ada apa, ini Ma?" tanya Raja, dia menggoyang lengan Mamanya untuk menyadarkannya dari lamunan.


"di-dia, dia Dio?" gumam Mama Vivi, dia terus melihat kearah kepergian Rio dengan wajah penuh ketegangan.


"Dio? siapa dia?" Raja semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi dia seperti pernah mendengar nama yang barusan saja disebut oleh Mamanya.


"dia adalah Dio! dia anak Daniel dan Mona, dia anak Pamanmu!"


"apa?"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Bagi yg bingung kenapa namanya ganti-ganti, nah mereka punya banyak identitas, jadi jangan heran yah 🤣


Jangan lupa, mampir juga yuk ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Stella tidak pernah menduga bahwa dirinya akan jatuh cinta dengan seorang Arshaka Virendra, sang Direktur Utama di perusahaan tempat Stella bekerja.


Kejadian itu bermula ketika Stella merasa tertantang dengan sikap Shaka yang dingin dan kaku. Bahkan, untuk sekedar mengulas senyum saja tidak pernah.


Berbagai cara Stella lakukan untuk membuat Shaka mau tersenyum. "Senyum dong, Pak. Biar semakin tampan," goda Stella tempo hari saat keduanya tidak sengaja bertemu di saat hujan sore hari.


Dikala itulah, awal mula hidup Shaka berubah menjadi lebih berwarna, Stella berhasil menjungkir-balikkan hidup Shaka dan mulai mengenal rasa bernama 'cinta'.


Perlahan, penyebab dari sikap dingin Shaka terkuak, hidup yang keras dan masalalu yang kelam. Hal itu justru semakin membuat Stella begitu kagum dengan sosok Shaka. Seketika timbul rasa ingin selalu ada dan memeluk dikala pelik kehidupan menderanya.

__ADS_1



__ADS_2