Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 52. Laporan Penjaga Rumah.


__ADS_3

Raja yang sudah sampai di Kota tujuan terlihat sedang memasuki sebuah hotel, Kenan telah memesan hotel bintang 5 untuk tempat menginap mereka selama berada di Kota itu.


"apa ada yang Tuan butuhkan?" tanya Kenan setelah mereka sampai di depan kamar Raja, terlihat Raja sedang sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya.


"tidak!" jawab Raja tanpa mengalihkan pandangannya.


"ke mana sih, dia ini? kenapa nomornya tidak aktif?" seru Raja dengan penuh emosi, dia ingin sekali membanting ponselnya karna tidak bisa menghubungi Viola.


"mungkin Nyonya sedang istirahat, Tuan!"


Raja langsung menatap Kenan dengan tajam saat mendengar apa yang lelaki itu ucapkan, tanpa mengatakan apapun apa-apa Raja membuka pintu kamarnya dan masuk meninggalkan Kenan di depan pintu.


Brak, suara bantingan pintu menggema diseluruh ruangan. Raja yang sudah emosi tingkat dewa merasa semakin emosi karna ucapan sekretarisnya itu.


"tau apa dia tentang Viola?" gumam Raja, dia kembali menghubungi wanita itu tetapi tetap aja nomornya tidak aktif.


"Baiklah, mungkin dia memang sedang istirahat. Besok aku akan menghubunginya lagi, awas aja kalau nomornya tidak aktif!" Raja lalu memutuskan untuk membersihkan diri, dia juga merasa sangat lelah saat ini.


Setelah menghabiskan beberapa menit di dalam kamar mandi, Raja keluar dengan hanya menggunakan jubah handuknya. Dia melihat kearah ponsel yang sejak tadi terus berdering pertanda ada seseorang yang sedang menelponnya.


"halo-"


"halo, Honey! kenapa kau tidak mengabariku?" terdengar suara Alea disebrang telpon, ternyata wanita itulah yang sejak tadi menghubungi Raja.


"maaf, Sayang! aku baru saja selesai mandi, setelah itu baru akan menelponmu," bohong Raja, padahal sejak tadi dia sama sekali tidak mengingat tentang Alea.


"ya sudah! tapi, kau sedang apa sekarang?" tanya Alea kembali.


Mereka berdua lalu mengobrol panjang lebar tentang semua hal, yang lebih tepatnya Alea lah yang bercerita dan Raja hanya menjadi pendengar budiman saja.


"apa aku bertanya pada Alea saja yah?" Raja bingung harus bertanya pada Alea mengenai Viola atau tidak, karna sampai detik ini, nomor ponsel wanita itu tidak aktif juga.


"tidak-tidak! aku tidak bisa bertanya padanya," Raja tidak ingin memantik pertengkaran di antara mereka.

__ADS_1


"Raja! apa kau mendengarku?"


Suara Alea menyadarkan Raja dari lamunan. "I-iya Sayang, aku mendengarnya. Tapi, sekarang aku sangat lelah. Aku ingin segera tidur." Raja pura-pura menguap agar Alea percaya padanya.


Setelah membohongi wanita itu, akhirnya Alea mematikan panggilan telponnya membuat Raja menjadi tenang.


"sebenarnya apa yang terjadi padaku? kenapa aku terus memikirkan Viola? apa, apa jangan-jangan aku jatuh cinta dengannya?" Raja yang semula tiduran langsung bangun saat menyadari sesuatu, dia sadar kalau akhir-akhir ini dia selalu memikirkan Viola dan malah menjauh dari Alea.


"Sudahlah, lupakan masalah itu! karna terlalu lelah aku jadi berpikir macam-macam." Raja memutuskan untuk segera tidur dan berharap kalau besok dia sudah bisa menghubungi Viola.


****


Tidak terasa, 2 hari sudah berlalu dengan sangat cepat. Selama dua hari itu pula Raja sama sekali tidak bisa menghubungi Viola membuat darah lelaki itu mendidih sampai keubun-ubunnya.


Sudah beberapa kali Raja bertanya pada Mama Vivi tentang keadaan Viola, dan Mama Vivi selalu menjawab Viola sedang sibuk sehingga tidak sempat untuk menggunakan ponsel.


"Kenan! perintahkan seseorang untuk melihat keadaan Viola, dan pastikan dia melaporkan apa yang wanita itu kerjakan selama aku pergi!" perintah Raja, dia merasa ada yang tidak beres pada Viola saat ini.


"Baik, Tuan! Kenan segera menelpon salah satu dari penjaga yang ada dirumah Raja untuk memerintahkan apa yang Raja katakan.


Raja yang sedang duduk disofa memandang Kenan dengan penuh tanda tanya, karna tidak biasanya Kenan bersuara keras saat sedang berada dihadapannya.


Sementara itu, Kenan yang baru selesai mendengar penjelasan dari penjaga rumah Raja merasa sangat bingung. Dia tidak tau bagaimana caranya memberitahukan apa yang sudah terjadi pada Viola saat Raja baru saja pergi dari rumah itu.


"kau sudah mendapat laporan tentang Viola?" tanya Raja dan di balas dengan anggukan kepala Kenan.


"cih! dasar wanita itu. Masa aku harus sampai menyuruh seseorang untuk melaporkan apa yang dia lakukan! awas saja kalau dia tidak sedang sibuk dan sengaja mematikan ponselnya karna tidak mau mengangkat panggilanku!"


Raja mengoceh dengan panjang lebar seolah-olah sedang meluapkan kekesalannya, tanpa dia ketahui kalau nantinya dia akan semakin kesal berpuluh-puluh kali0 lipat setelah mendengar kabar dari Kenan.


"sekarang katakan! apa yang sedang wanita licik itu lakukan?"


Kenan menelan salivenya sebelum mengatakan semua yang dia ketahui pada Raja, dia hanya bisa berharap kalau nantinya Raja tidak akan meruntuhkan dunia ini karna kemarahannya.

__ADS_1


"Nyonya Viola tidak berada di rumah, Tuan!" Kenan yang biasanya melaporkan segala sesuatu dengan cepat dan tegas, kini berubah menjadi pelan dan lambat.


"tidak dirumah? dasar, wanita licik itu! mentang-mentang aku tidak dirumah jadi dia bisa seenaknya saja pergi keluar, apa dia tidak memikirkan kondisi anakku?" omel Raja, dia menghembuskan napas kasar karna tidak suka dengan apa yang Viola lakukan.


"lalu? dia pergi ke mana sampai-sampai tidak bisa mengaktifkan ponselnya?" tanya Raja kembali.


"Nyonya pergi tepat setelah kita pergi ke bandara, dan setelah itu, dia, dia-"


"Dia apa, Kenan? jangan bertele-tele!" Raja bangkit dan menatap Kenan dengan tajam.


"Nyonya, Nyonya tidak kembali lagi kerumah sampai saat ini,"


"kau, kau bilang apa?"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Zara Adelia, gadia cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk dikelas 12 SMA. Terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Dia dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana. Kedua orangtua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guri olahraga sekaligus guru BP nya disekolah.


Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya?


Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraganya disekolah.

__ADS_1


Mungkinkah cinta mulai bersemi diantara mereka?



__ADS_2