
Sekarang aku tidak peduli lagi perihal anak, Vi! dan Mama juga sudah tidak menginginkan keturunan lagi untuk keluarga ini,"
Deg, jantung Viola terasa berhenti berdetak saat mendengar apa yang diucapkan oleh Alea. Dia lalu mendorong tubuh wanita itu hingga pelukan mereka terlepas dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.
"tidak! aku tidak bisa membiarkan mereka mengetahui kalau saat ini aku sedang hamil, kalau sampai mereka mengetahuinya, apa yang akan terjadi pada anakku?" kini Viola merasa sangat gelisah, dia terus berpikir keras agar mereka tidak mengetahui perihal kehamilannya.
"bukannya Mama tidak peduli, Al! Mama hanya tidak mau berfokus pada keturunan saja, jika Allah memang memberi keturunan pada Raja, maka suatu keajaiban pasti akan datang, dan Mama akan menyambut keajaiban itu dengan penuh suka cita," Mama Vivi yang sejak tadi diam kembali angkat suara, dia merasa apa yang dikatakan oleh Alea tidak benar dan mengatakan yang sebenarnya.
"Keajaiban sudah datang, Ma! dan hadir dalam rahimku." Viola menundukkan pandangannya sembari mengusap perutnya, dia merasa sedih karna tidak bisa mengatakan kalau saat ini dia sedang mengandung keturunan dari keluarga ini.
Untuk sesaat, keadaan menjadi sunyi senyap. Mereka bertiga sibuk tenggelam dengan pikiran masing-masing, terutama Viola yang sibuk memikirkan keadaan anak yang sedang dia kandung.
"nanti Mama akan bicara pada Raja mengenai perpisahan kalian, Mama harap dia tidak-"
"tidak! Mama tidak boleh mengatakannya pada Raja!" potong Viola dengan cepat, Mama Vivi dan Alea sampai terlonjak kaget karna suara Viola yang cetar membahana.
"tidak! kalau sampai Raja tau, dia tidak akan menyetujuinya," Viola yakin kalau Raja tidak akan membiarkannya pergi, karna saat ini dia sedang mengandung anak lelaki itu.
"kenapa, Vi? kenapa Raja tidak boleh mengetahuinya?" tanya Alea dengan bingung, begitu juga dengan Mama Vivi yang memandang Viola penuh tanda tanya.
"Be-begini, selama ini dia tidak menyukai, jadi, jadi lebih baik kalau dia tidak mengetahui perihal kepergianku. Tolong jangan beritahu dia, aku janji kalau aku akan pergi jauh dari tempat ini!" Viola menangkupkan kedua tangan di depan dada, dia berharap kalau Mama Vivi dan Alea mau mengambulkan permintaannya.
Alea sedikit bingung dengan apa yang diinginkan Viola, dia menatap curiga pada wanita itu merasa kalau ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan.
"baiklah, kami tidak akan mengatakannya pada Raja!" ucap Mama Vivi, dia berpikir kalau mungkin saja Raja tidak akan menyetujui kepergian Viola.
Setelah selesai, Viola keluar dari kamar Mama Vivi dan kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia menghamburkan diri ke atas ranjang dan terisak pilu karna apa yang sedang terjadi padanya saat ini.
"maafkan Mama, Nak! Mama tidak sanggup untuk menghadapi semuanya, tolong beri Mama kekuatan," lirih Viola, dia semakin terisak saat mengingat kalau dia akan pergi jauh dan tidak bisa lagi bertemu dengan Raja.
"tidak! aku tidak perlu memikirkan lelaki itu, dia mencintai Alea sama seperti Alea mencintainya, dan aku memang tidak pantas untuk berada di tengah-tengah mereka!" Viola meyakinkan diri kalau perasaannya tidak terbalas, hingga dia bisa lebih kuat untuk pergi dari rumah ini.
__ADS_1
Di tengah kesedihannya saat ini, tiba-tiba terdengar dering ponsel yang langsung membuat Viola bangkit dan mengambil benda pipih tersebut.
"halo Dokter!" Viola mengangkat panggilan masuk dari Dokter Rangga yang sengaja dia beri nada suara khusus supaya dia langsung tau kalau Dokter itu sedang menghubunginya.
"Viola, aku punya kabar baik untukmu!" seru Dokter Rangga dari sebrang telpon, suaranya terdengar sangat riang gembira seolah-olah kabar yang dia bawa benar-benar kabar baik.
"kabar apa?" tanya Viola dengan cepat.
"tapi, tunggu sebentar! ada apa dengan suaramu? sepertinya kau sedang menangis?" Dokter Rangga hapal betul suara Viola saat wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
Viola cepat-cepat berdehem untuk menghilangkan suara paraunya, dia lalu meminum segelas air agar suaranya bisa seperti biasanya.
"menangis apa? aku hanya sedang tidak enak badan, maklum saja katna habis perjalanan panjang," ucap Viola memberi alasan, dia tidak mau mengatakan apa yang sedang terjadi pada Dokter tersebut.
"baiklah, jika kau tidak mau mengatakannya, aku juga tidak bisa memaksa. Jadi, aku ingin membawa kabar baik tentang Vedri,"
Viola terlihat sangat antusias jika sudah membahas masalah Vedri, dia bahkan sudah tidak sabar mendengar kabar baik dari Dokter itu.
"be-benarkah? apa kau tidak becanda?" tanya Viola dengan tidak percaya, sangking kagetnya dia sampai melompat dari atas ranjang ke lantai.
"benar Viola, aku tidak becanda! dan saat ini kesehatan Vedri sudah benar-benar stabil. Kita hanya tinggal menungu beberapa bulan saja untuk proses penyembuhannya,"
Viola merasa sangat bahagia dengan kabar yang baru saja dia terima, dia mengucapkan banyak terima kasih untuk apa yang sudah Dokter Rangga lakukan untuk kesehatan Vedri.
"aku adalah Dokter, Viola! dan sudah menjadi kewajibanku untuk merawat orang sakit, jadi kau tidak perlu berterima kasih!" ucap Dokter Rangga.
"Jam 9 pagi besok, kami akan berangkat. Aku akan langsung mengantar Vedri kerumah suamimu-"
"tidak! kau tidak boleh membawa Vedri ke sini!" potong Viola, dia tidak mau kalau Adiknya datang kerumah ini dan mengetahui perihal apa yang terjadi padanya.
"kenapa Viola? apa kau tidak senang kalau Vedri tinggal bersamamu?" tanya Dokter Rangga, dia bingung dengan reaksi yang diberikan oleh Viola.
__ADS_1
"bu-bukan seperti itu, aku hanya, hanya ...," Viola tidak tau harus berkata apa pada Dokter Rangga mengenai masalah rumah tangganya.
Dokter Rangga yang tau kalau sedang terjadi sesuatu dengan Viola, langsung memaksa wanita itu untuk menceritakan semuanya.
Sementara Viola yang awalnya tidak ingin menceritakan masalahnya, kini merasa terdesak, dan mau tidak mau dia terpaksa menceritakan apa yang terjadi padanya saat ini.
Tanpa Viola ketahui, Vedri juga mendengarkan segala ceritanya. Pemuda itu tampak sangat emosi dengan apa yang terjadi dengan sang kakak, dia lalu merebut ponsel Rangga dan menempelkan benda pipih itu ketelinganya.
"Kakak tunggu saja, aku akan menjemput Kakak dan membawa Kakak pergi dari mereka semua!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
Pradha Ratnamaya seorang model ternama terpaksa menggantikan adik kembarnya untuk menikah, karena sang adik meninggal dunia. Sebelum pernikahan berlangsung, Pradha menemui Abipraya (calon suaminya) untuk membuat sebuah kesepakatan.
Keduanya menjalin hubungan tanpa cinta. Satu bulan setelah pernikahan, Abirama (kakak kandung Abipraya) pulang dari luar negeri. Rama adalah cinta pertama Pradha. Seiring berjalannya waktu, cinta yang lama terpendam pun kembali mencuat ke permukaan. Akhirnya, keduanya menjalin hubungan terlarang di belakang Abi.
Akankah cinta terlarang Pradha dan Rama dapat bersatu? Atau Pradha berubah pikiran dan memilih mempertahankan rumahtangga demi karir?
__ADS_1