
"aku tidak peduli apakah dia membunuh Papa atau tidak! yang pasti, bajing*an itu tidak akan pernah bisa keluar dari penjara itu,"
semua orang terdiam saat mendengar ucapan Raja, mereka juga setuju dengan apa yang Raja katakan karna memang perbuatan Daniel sudah sangat keterlaluan.
Mereka semua lalu memutuskan untuk kembali pulang karna hari sudah hampir pagi dan tubuh mereka terasa sangat lelah, sementara Ibu Mery dan Rio memilih tinggal dirumah sakit untuk menemani Disty.
"apa kamu tidak apa-apa, kalau pulang sendirian?" tanya Ibu Mery pada Viola, terlihat wanita paruh baya itu khawatir karna Viola hanya bersama dengan Rayen.
"tidak-"
"apa maksudnya dia pulang sendirian? dia akan pulang bersamaku, ke rumahku!" potong Raja.
Viola beralih melihat kearah Raja saat mendengar ucapannya, dia terlihat bingung untuk ikut dengan lelaki itu atau tidak.
"aku, aku bisa pulang sendiri! lagi pula rumah kita berbeda,"
"tidak! kau akan ikut bersamaku, Viola! kita akan kembali kerumah kita," tolak Raja, dia memegang tangan Viola untuk mengajak wanita itu kembali kerumahnya.
Viola terdiam, dia tidak mungkin kembali kerumah itu lagi. Semua hubungan yang terjadi di masa lalu kini sudah berakhir.
"benar, Viola! kembalilah bersama kami, Sayang! Mama dan Alea merasa sangat kesepian dan bersalah karna kepergianmu," ucap Mama Vivi, dia berusaha untuk meyakinkan Viola agar mau kembali kerumah mereka.
"tidak, Ma! aku, aku-"
"aku yang bersalah, Vi! jadi tolong jangan hukum dirimu dan putramu sendiri," potong Alea tiba-tiba, dia ikut mendekat kearah mereka saat ini.
"Raja sangat mencintaimu, dan kau juga pasti mencintainya. Jangan siksa diri kalian sendiri dengan saling berjauhan, terutama baby Rayen yang membutuhkan kasih sayang dari kalian berdua," sambungnya lagi, dia tersenyum lebar kearah mereka berdua.
Raja dan Viola saling pandang, sejujurnya Viola ingin pulang bersama Raja. Akan tetapi, dia tidak ingin kembali menyakiti hati sahabatnya sendiri.
"Aku tidak apa-apa, Vi!" Alea menyentuh pundak Viola lalu mengambil baby Rayen dari gendongannya.
"Ayo kita pulang, Sayang!" Alea berjalan keluar dari rumah sakit dengan membawa baby Rayen, sementara Raja dan Mama Vivi tersenyum simpul melihat apa yang dia lakukan.
Viola yang tidak bisa lagi menolak akhirnya ikut bersama Raja, mereka semua lalu kembali pulang ke rumah dengan perasaan penuh suka cita.
Kehadiran baby Rayen bukan hanya membuat keluarga Raja bahagia, tetapi para pekerja yang sudah bertahun-tahun mengabdikan hidup mereka dikeluarga itu menyambut kedatangan baby Rayen dengan penuh kemeriahan.
Tidak ada lagi ada air mata kesedihan yang terlihat diwajah semua orang, bahkan Viola sendiri terus mengembangkan senyumannya saat melihay sambutan yang dibuat oleh para pelayan dan penjaga dirumah Raja.
Mereka semua sudah melupakan semua masa lalu yang terjadi, bahkan saat ini Alea tampak sangat akrab dengan Viola, terutama saat mengurus keperluan baby Rayen.
Beberapa bulan telah berlalu, hari-hari yang mereka jalani terasa sangat bahagia. Kini, keluarga Raja telah bersatu kembali membawa keramaian dirumah mewah keluarga mereka.
Begitu juga dengan Daniel, dia divonis selama 10 tahun berada dalam jeruji besi. Awalnya Raja menuntutnya dengan hukuman seumur hidup, tetapi saat melihat Ibu Mery dan para sepupunya, dia menjadi tidak tega.
Sementara Daniel sendiri tidak merasa sedih karna harus mendekam dipenjara, dia malah merasa bahagia karna mengetahui kalau istri dan putranya ternyata masih hidup.
"apa Papa ingin sesuatu?" tanya Disty, setelah dia keluar dari rumah sakit, gadis itu langsung mengajak Ibu dan Kakaknya untuk menjenguk sang Ayah.
"tidak, Sayang! Papa, Papa hanya ingin minta maaf-"
__ADS_1
"Sudahlah, Pa! jangan membahas masalah yang sudah lalu, lagipula lukaku juga sudah tidak sakit." Disty menepuk punggungnya yang masih dibalut dengan perban untuk menunjukkan pada Papanya kalau lukanya sudah sembuh.
Sangking semangatnya memukul luka itu, dia meringis karna merasa sedikit sakit akibat pukulan tangannya sendiri.
"Sshh!"
"kenapa, Sweetu? apa lukamu sakit lagi?" tanya Rio dengan khawatir, terlihat Ibu Mery dan Daniel juga ikut khawatir melihat putri mereka.
"Hehe!" Disty cengengesan sembari memberikan jempolnya pada mereka semua.
Rio langsung mencubit pipi Disty karna geram melihat tingkah sang adik membuat Daniel dan Ibu Mery tertawa melihat tingkah putra dan putri mereka.
Tangan Daniel terulur memegang tangan Ibu Mery membuat wanita paruh baya itu melihat kearahnya, mereka berdua masih sedikit canggung untuk berbicara satu sama lain.
"terima kasih karna sudah kembali, aku merindukanmu, Sayang!" lirih Daniel, dia menundukkan kepalanya karna matanya terasa panas.
Ibu Mery tersenyum tipis, sejujurnya dia juga sangat merindukan suaminya itu, walaupun dia merasa gengsi untuk mengatakannya.
Rio tersenyum tipis melihat kedua orangtuanya, dia lalu menyenggol lengan Disty dan mengajaknya untuk keluar dari ruangan itu agar Ayah dan Ibunya bisa menghabiskan waktu berdua.
Begitulah hari-hari yang mereka semua jalani, sesekali mereka akan meluangkan waktu untuk menjenguk Daniel, dan sesekali mereka juga berkunjung kerumah Raja untuk melihat baby Rayen.
"hello, Boy!" sapa Rio saat dia melihat baby Rayen sedang bersama dengan Alea.
Saat ini, mereka berada dihalaman depan, Alea sengaja mengajak Baby Rayen untuk berjemur ditengah terik metahari pagi.
"hello juga, uncle!" balas Alea yang menirukan suara anak kecil.
Dari kejauhan, terlihat Raja dan Viola memperhatikan kedekatakan mereka berdua.
"Raja, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Viola, dia memiringkan kepalanya untuk melihat kearah Raja yang saat itu sedang memeluknya dari belakang.
Sejak kepulangan mereka, Raja dan Viola menjadi sangat dekat. Hubungan rumah tangga mereka berjalan dengan baik dan penuh cinta. Hampir setiap hari Raja tidur bersama Viola sementara Alea lebih memilih untuk tidur bersama dengan baby Rayen.
"Hem." Raja berdehem untuk mempersilahkan Viola menanyakan apa yang ingin dia tanyakan.
"apa kau mencintai Alea?" tanya Viola dengan ragu-ragu.
"Hem." Raja hanya berdehem saja untuk menjawab pertanyaannya.
"apa kau masih sering tidur dengannya?" tanya Viola kembali.
"tidak! dia tidak ingin tidur denganku, dia lebih tertarik dengan anakku!" jawab Raja dengan kesal, posisinya dirumah ini mulai tergeser sejak kehadiran baby Rayen.
"Jangan bilang kau cemburu dengan anakmu sendiri?" Viola terkekeh pelan melihat wajah kesal Raja yang tercetak jelas dimatanya.
"Baiklah-baiklah, lupakan itu!" Viola mencubit perut Raja dengan gemas saat tangan nakal lelaki itu mulai menyentuh dadanya.
"akhir-akhir ini, aku melihat Rio dan Alea sangat dekat. Mereka bukan hanya dekat saat ada dirumah, tapi mereka juga sering keluar bersama. Apa kau tidak pernah memperhatikannya?" tanya Viola kembali.
"kenapa? apa kau menganggap mereka sedang selingkuh?" tanya Raja.
__ADS_1
"Bu-bukan, bukan seperti itu!" Viola mengibas-ngibaskan tangannya untuk membantah ucapan Raja.
"aku, aku hanya merasa kalau Rio menyukai Alea. Ka, kalau mereka saling menyukai, apa, apa kau akan mendukungnya?" tanya Viola ragu-ragu, dia takut kalau Raja tersinggung mendengar ucapannya.
"kenapa? apa kau ingin kalau aku menceraikan Alea?"
"tidak!" jawab Viola dengan cepat, dia tidak ada maksud untuk membuat Raja dan Akea bercerai. Dia hanya ingin melihat sahabatnya bahagia, karna beberapa kali Viola memperhatikan tatapan Alea yang penuh cinta pada Rio, sama persis seperti saat dia menatap Raja.
"Alea bukan hanya sekedar istri pertamaku, tapi dia adalah sahabat serta orang yang paling aku percaya. Kalau memang dia menyukai orang lain, dan ingin berpisah dariku, maka aku akan mengambulkannya! tapi jika dia tidak memintanya, maka aku juga tidak akan berpisah dengannya,"
"benarkah?"
Raja dan Viola terjingkat kaget saat melihat Alea dan Rio sudah berdiri di belakang mereka, sangking khusyuknya bicara, mereka tidak sadar akan keberadaan dua manusia itu.
"apa kau benar-benar akan melakukannya?" tanya Alea kembali, dia mendekat kearah Raja dan Viola yang melihatnya dengan cemas.
"ka-kami tidak bermaksud seperti itu, Al!"
"aku tau!" jawab Alea dengan cepat.
Dia lalu mengalungkan tangannya keleher Raja dan merapatkan tubuhnya sampai menempel erat ketubuh lelaki itu.
"kalau aku sudah mendapatkan hatinya, maka aku akan memintanya suatu saat nanti!"
Raja yang awalnya merasa bingung melihat tingkah Alea mendadak jadi tersenyum, begitu juga dengan Viola yang langsung memeluk tubuh Raja dan juga Alea.
"semoga apa yang kau inginkan segera terwujud, Al! aku hanya ingin melihatmu bahagia," ucap Viola.
Rio memperhatikan apa yang mereka bertiga lakukan, dia mengerutkan keningnya saat melihat Raja, Viola dan Alea berpelukan.
"apa yang terjadi? apa Raja benar-benar akan menceraikan Alea?" Rio melihat mereka bertiga dengan penuh tanda tanya.
Alea segera melepaskan pelukannya dan berjalan kembali kearah Rio. " ayo, kita ke kamar! Rayen pasti ingin tidur."
Rio menganggukkan kepalanya untuk mengikuti apa yang Alea katakan, matanya melihat kearah pergelangan tangannya dengan senyum tipis yang menghiasi bibir saat melihat tangannya sedang digandeng oleh Alea.
"semoga mereka berdua bahagia," gumam Viola, dia ingin melihat kebahagiaan dalam hidup semua orang yang dia sayangi.
•
•
•
Tamat.
Akhirnya 🥳🥳 setelah berbagai rintangan, akhirnya aku bisa menyelesaikan cerita ini 🥰 bagi kalian yang merasa kecewa dengan akhir kisahnya, mungkin kalian bisa membayangkannya sendiri, akhir kisah yang sesuai dengan apa yang kalian inginkan 🥰
Terima kasih aku ucapkan untuk semua pembaca setia aku yang sudah mendukung cerita ini sampai selesai 🥰 aku tidak bisa berada ditahap ini tanpa dukungan dari kalian semua 😘 terima kasih banyak 🥰🥰
Jangan lupa untuk membaca karya aku yang lainnya yah 🥰 dijamin tidak kalah seru dari cerita Viola, sekali lagi terima kasih banyak 🥰 peluk jauh dari aku 🤗🤗
__ADS_1