Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 63. Kita belum berpisah


__ADS_3

Setelah selesai membeli makanan, Raja yang hendak kembali kerumah sakit tidak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang sedang melakukan aksi tarik menarik tas dengan seorang pria yang menggunakan topeng.


Paham akan apa yang sedang terjadi, Raja mendekati mereka dan langsung memberikan tendangan mautnya hingga membuat pria tersebut terjungkal membentur lantai.


Melihat ada orang lain disekitar tempat itu, pria yang diyakini sebagai perampok itu lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri.


"dasar brengsek!" gumam Raja sembari melihat kearah pria yang sedang berlari untuk menjauhinya.


"terima kasih, Tuan!"


Raja melihat kearah samping saat mendengar suara seseorang, terlihat wanita paruh baya yang tadi dia tolong sedang menganggukkan kepala sembari mengucapkan rasa terima kasihnya.


Raja menganggukkan kepalanya untuk membalas ungkapan terima kasih wanita paruh baya itu, dia lalu berbalik dan kembali kerumah sakit.


Wanita paruh baya itu terus melihat kearah Raja yang sudah menjauhinya, dia lalu menggelengkan kepala saat merasa kalau lelaki itu sangat mirip dengan seseorang yang dia kenal.


"tidak! tidak mungkin, itu pasti cuma kebetulan saja," guman Ibu Mery, dia lalu melanjutkan langkahnya untuk pergi kerumah sakit karna ingin menjenguk Viola.


Raja yang sudah sampai dirumah sakit langsung berjalan masuk ke ruangan Viola terlihat wanita itu sedang diperiksa oleh Dokter.


"syukurlah kondisi Ibu sudah stabil, dan jika kondisi Ibu terus membaik, maka besok siang Ibu sudah boleh pulang," ucap Dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan.


Viola sangat senang saat mendengar apa yang Dokter itu katakan, dia lalu mengucapkan banyak terima kasih kepada Dokter tersebut.


Setelah melakukan pemeriksan, Dokter dan beberapa perawat pergi dari ruangan itu. Mereka menanggukkan kepala saat melewati Raja yang sedang berdiri di depan pintu.


Viola yang belum menyadari keberadaan Raja kembali melihat kearah sang putra yang sedang berada dalam gendongannya, terlihat putranya itu sedang menggeliatkan tubuh dengan mulut yang seperti sedang mencari sesuatu.


"Kenapa, Sayang? apa kau haus?" Viola tersenyum saat melihat mulut putranya, dia lalu membuka beberapa kancing bajunya berniat untuk memberikan asi pertama untuk putranya sesuai saran dari Dokter tadi.


Raja membulatkan mata saat melihat apa yang Viola lakukan, dia menelan salivenya saat melihat Viola sedang mengeluarkan benda kenyal yang dulu sempat dia nikmati.


"Dasar gila! bisa-bisanya aku berpikiran kotor seperti ini!" Raja menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan segala pikiran mesum yang mulai merasukinya.


"Aduh, sshhh!" Viola meringis saat merasa sakit dibagian dadanya membuat Raja langsung berlari untuk mendekatinya.


"ada apa? apa kau sakit?"


Viola membulatkan kedua matanya saat melihat Raja ada ditempat itu, sangking kagetnya Viola hampir saja melempar bayinya jika tidak langsung ditahan oleh Raja.


"apa yang kau lakukan di sini?" tanya Viola, dia kembali memasukkan benda kenyalnya itu karna malu melihat Raja ada ditempat itu.


Sontak putranya yang tadi sedang meminum asi menangis kencang karna Viola menarik gundukan sintalnya membuat Viola dan Raja langsung terkejut.

__ADS_1


"Ada apa Sayang? kenapa kau menangis?" Viola menggoyang-goyangkan tangannya agar putranya itu tidak menangis lagi.


Bukannya berhenti, bayi itu semakin menangis kencang hingga membuat Viola merasa kebingungan.


"aku rasa dia sedang haus!" ucap Raja.


Viola langsung melihatnya dengan tajam seolah-olah sedang berkata, apa yang kau ketahui tentang anakku.


"ada apa Kak? kenapa Rayen menangis?" Vedri yang saat itu sedang berada diluar ruangan langsung masuk saat mendengar suara tangisan yang sangat menggelegar.


"tidak papa, dia hanya sedang haus!" jawab Viola.


Raja mengerutkan kening dengan senyum tipis diwajahnya, dia yang tadi ditatap dengan tajam kini merasa lucu karna ternyata Viola mengikuti apa yang dia ucapkan tadi.


"tapi tunggu, sepertinya aku mendengar sesuatu tadi!" Raja kembali mengingat panggilan yang Vedri ucapkan ketika bertanya tentang bayinya.


Vedri yang merasa lega mendengar jawaban Viola kembali berjalan kearah pintu, dia melirik kearah Raja seperti sedang mempersilahkan lelaki itu untuk menemani Kakaknya.


Viola yang tidak ingin melihat putranya terus menangis, segera memberikan asi padanya walaupun dia merasa asetnya itu seperti sedang dicengkram kuat sampai terasa berdenyut.


Raja terus memperhatikan istri dan anaknya, dia merasa sedih karna tidak bisa menemani Viola disaat-saat momen kehamilannya.


Setelah beberapa saat, akhirnya bayi itu tertidur sembari tetap menempelkan bibir mungilnya dipuncak gundukan Viola yang tampak sangat besar dan penuh.


Namun, baru saja Viola menjauhkan asetnya itu. Sang putra kembali menangis sampai dia harus kembali menyodorkan apa yang putranya itu inginkan.


"sepertinya dia ingin tidur sambil menikmati dadamu itu!" seru Raja tiba-tiba, entah kenapa dia merasa kesal melihat bayi itu saat ini.


"aku rasa juga gitu, baru saja aku menjauhkannya, tapi dia sudah menangis-" Viola menghentikan ucapannya saat sadar kalau dia sedang berbicara dengan Raja, sementara Raja yang tadinya kesal kini berubah menjadi senang.


"apa lagi yang kau lakukan di sini?" tanya Viola dengan tajam, tetapi suaranya terdengar pelan karna takut kalau putranya merasa terganggu.


"untuk apa lagi kau bertanya? sudah jelas aku ada di sini untuk menemani istri dan anakku!"


"Cih!" Viola mendengus sebal saat mendengar ucapan lelaki itu.


"ingat ya, aku sudah tidak ada hubungan apapun lagi denganmu! jadi-"


"bagaimana mungkin kita tidak ada hubungan lagi? jelas-jelas kau masih berstatus istri sahku!" ucap Raja dengan penuh penekanan.


"tidak! aku sudah memutuskan hubungan kita-"


"bukan kau, melainkan Mamaku yang memutuskannya!"

__ADS_1


Viola terdiam saat mendengar ucapannya, dia merasa kalau Raja sudah mengetahui semuanya hingga lelaki itu bisa berkata demikian.


"dan kau menikah denganku, bukan dengan Mamaku! jadi cuma aku yang berhak, untuk memutuskan hubungan kita!"


Viola semakin tidak bisa membantah apa yang Raja ucapkan, karna apa yang dikatakan lelaki itu adalah sebuah kebenaran.


"tapi yang membuat perjanjian denganku adalah Mamamu, jadi dia berhak untuk memutuskan perjanjian itu!" Viola masih keukeh untuk mempertahankan apa yang dia inginkan.


"benar! kau mengikat perjanjian dengan Mama, tapi ...," Raja menjeda ucapannya dengan senyum licik yang terlihat menyebalkan dimata Viola.


"tapi kau mengikat perjanjian yang lebih kuat denganku, yaitu sebuah pernikahan yang sah, dimata hukum dan agama! dan aku, juga tidak pernah menceraikanmu sampai detik ini!"


Viola semakin tidak bisa melawan semua yang Raja ucapkan, dia hanya bisa memalingkan wajah karna tidak sanggup untuk melawan lelaki itu.


"baiklah, aku memang tidak akan pernah bisa menang melawanmu! terserah kau mau melakukan apa, aku hanya akan mengabaikanmu dan tidak menganggapmu ada!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Namanya Kamila Prameswati gadis berusia 19 tahun yang dilelang di dunia bawah.


Berbekal sebuah informasi anonim dia berpikir jika pria yang telah membeli dirinya adalah pembunuh kedua orangtuanya.


Dalam misi pembalasan dendam, justru kehamilan mengacaukan rencananya. Dia mulai terjebak dengan kelembutan sang musuh yang membuatnya jatuh hati.


Tidak sampai di situ, Kamila terjebak tidak bisa melepaskan diri dari jeratan cinta Mafia, demi menemukan sang pembunuh sebenarnya dan berakhir pada sebuah perjanjian yang memisahkan Kamila dengan cintanya.


Kamila tidak tahu bahwa musuh dari musuhnya ada adalah petarung hebat di dunia Mafia dengan nama Edrik yang adalah kakak tirinya.


Di tengah perjalanannya Ia terjebak dalam dua cinta Mafia.


Jadi kehidupan mana yang akan dipilih Kamila?

__ADS_1



__ADS_2