Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Promosi Novel Learn To Love You


__ADS_3

Judul : Learn To Love You


Karya : Mphoon


Yuk, jangan lupa mampir 🥰🙏


Di 1 bulan pernikahan, seharusnya hubungan Ace dan Fayra masih hangat-hangatnya bermanja satu sama lain penuh keromantisan. Namun, pada kenyataannya rumah tangga mereka malah diselimuti awan mendung.


Maklum saja, karena di sini hanya Fayralah yang memiliki perasaan pada Ace. Sedangkan Ace sama sekali tidak memiliki perasaan kepadanya, bahkan Ace semakin membenci Fayra.


Ace menyangka bahwasanya kedua orang tuanya telah berubah semenjak kehadiran Fayra yang tinggal bersamanya dan membuat kedua orang tua Ace selalu saja memihak kepada Fayra.


Di dalam Mansion kediaman keluarga Rodriguez, Ace sedang memanaskan moge kesayangannya setelah selesai sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.


Lalu dimana Fayra? Entahlah.. Hari ini Fayra sedikit kesiangan jadi dia tidak bisa ikut sarapan bersama.


Bruumm..


Bruumm..


Bruumm..


“Sepertinya si Killer sudah cukup panas untuk gua ajak main di jalan, sehat-sehat! Minggu depan gua ajak lu tanding, tapi ingat gua enggak suka kekalahan. Paham, kan!”


Ace berbicara pada moge kesayangannya bernama Killer, Ace mengusap kepala Killer sambil mengelapnya agar Killer terlihat tampan seperti pemiliknya.


Ace paling tidak suka jika moge kesayangannya ini di sentuh oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri. Ace pun masuk kembali ke dalam rumah untuk mengambil tas yang dia taruh di ruang keluarga.


“Dimana wanita manja itu, Mom?” tanya Ace dengan nada dinginnya sambil duduk di sofa menatap Mommy Rosa dan juga Daddy Gerry.


“Astaga, Ace! Bisa tidak kamu itu kalau mau kasih nama julukan buat istrimu yang bagus dikit kek! Contohnya Sayang, Baby, Honey, atau Ayang gitu dari pada wanita manja kesannya Fayra itu seperti orang lain saja” celetuk Mommy Rosa.


“Itu sudah sangat cocok untuknya. Buktinya dia selalu kesiangan, apa mungkin dia tidak pernah diajarkan oleh keluarganya untuk menghargai waktu?” sahut Ace yang wajahnya terlihat sangat datar.

__ADS_1


Mommy Rosa dan juga Daddy Gerry yang awalnya berusaha untuk tidak terpancing, cuman perkataan Ace barusan berhasil membuat mereka kesal lantaran sikap Ace yang semakin ke sini semakin kelewat batas.


“Ace jaga ucapanmu atau Daddy akan benar-benar mengambil semua fasilitasmu!!” pekik Daddy Gerry dengan amarah yang mulai meninggi.


“Apaan sih, Dad! Kenapa sih semenjak ada dia, hidup Ace selalu saja salah dimata kalian dan karena dia juga Ace tidak bisa hidup dengan tenang. Dasar pembawa sial!!” bentak Ace menatap ke arah Fayra.


Sedangkan Mommy Rosa melirik ke arah sampingnya yang sudah ada Fayra berdiri dalam keadaan menundukkan kepalanya saat mendengarkan ucapan Ace.


“Sa-sayang.. Ma-...” ucapan Mommy Rosa terhenti ketika Fayra mengangkat kepalanya menatap mereka semua dengan mata yang berkaca-kaca.


“Maafkan Fayra ya Mom, Dad dan juga Kak Ace. Fayra bangunnya kesiangan soalnya semalam Fayra harus mengerjakan tugas untuk rapat OSIS dulu jadi sampai lupa waktu. Fayra juga mau minta maaf, selama Fayra ada di sini selalu menyusahkan kalian” ucap lirih Fayra.


“Ckk! Makannya jadi cewek jangan sok pakai ikutan kegiatan OSIS segala, akhirnya keteter sendiri kan! Dahlah Ace berangkat dulu dan untuk lu kalau mau ikut gua tunggu 1 menit enggak keluar, gua tinggal!” ujar Ace yang langsung pergi begitu saja.


Sedangkan Fayra setelah mendengar ucapan Ace segera berpamitan dan berlari kecil mengejar Ace yang sudah berada di ambang pintu utama.


“Sayang, kamu enggak sarapan dulu? Kalau enggak Mommy bawain bekal roti ya.. Kamu bilang sama Ace disuruh Mommy tunggu sebentar gitu!” titah Mommy Rosa sambil berdiri serta berteriak yang membuat Fayra melambaikan tangannya.


“Tidak usah Mom, Fayra bisa sarapan di sekolah kok. Daahhhh...” teriak Fayra yang membuat Mommy Rose menggelengkan kepalanya.


“Dia juga anakmu, bukan hanya anakku! Lagian juga aku sudah lelah melihat tingkahnya yang semakin ke sini semakin membuatku pusing. Jadi, kau uruslah dia. Aku mau berangkat kerja dulu..”


Daddy Gerry bangkit dari kursinya bersamaan dengan Mommy Rosa, kemudian Mommy Rosa memakaikan jas kepada Daddy Gerry dan memberikan tasnya.


Tak lupa sebelum berangkat kerja Daddy Gerry selalu mencium kening Mommy Rosa.


Daddy Gerry berjalan pergi keluar rumah dan memasuki mobil kesayangannya yang sudah di sambut serta di bukakan pintu belakang oleh seorang sopir khusus untuknya.


*


*


Di perjalanan Ace mengemudikan mogenya dengan kecepatan ekstra, sampai beberapa kali membuat  Fayra hampir saja terjatuh.

__ADS_1


Dengan rasa penuh ketakutan refleks membuat Fayra memegang erat jaket kulit yang Ace gunakan tanpa berani mengatakan satu kata pun.


Seketika jalanan terlihat sangat macet, tanpa pikir pnjang Ace langsung menyelip ke sana ke sini bagaikan seekor belut yang sangat lihai dan juga licin.


Sehingga Fayra hanya bisa memejamkan kedua matanya, menahan rasa ketakutan yang saat ini menggebu-gebu di dalam dirinya.


“Jangan takut Fayra, jangan takut! Ingat, yang membawa motornya itu adalah suamimu jadi mana mungkin dia akan mencelakakan istrinya sendiri. Meskipun dia terlihat sangat cuek, dan juga dingin tetapi dia bukanlah seorang pembunuh” gumam Fayra di dalam hatinya sambil memejamkan matanya.


15 menit telah berlalu, Ace pun memberhentikan motornya. Lalu Ace menoleh ke samping dan berkata, “Turun! Jangan manja jadi orang, gua paling enggak suka lihat cewek model belatung nangka sukanya nempel mulu. Jijik gua lihatnya!”


“Baiklah, terima kasih Sayang. Hati-hati di jalan ya..” ucap Fayra sambil tersenyum serta turun dengan perlahan dari motor Ace.


“Berapa kali gua bilang jangan pernah panggil gua dengan sebutan itu, paham enggak sih lu hahh!!"


"Arrrghhh.. Mau lu itu apa sih? Kenapa setiap hari selalu saja ganggu hidup gua!"


"Lihat ini masih pagi-pagi, tapi lu udah buat mood gua hancur! Ckkk.. Dahlah, percuma ngomong sama lu juga enggak guna! Cihhh..”


Ace berteriak sekeras mungkin membuat Fayra sedikit terkejut lalu menundukkan kepalanya, bahkan Fayra bisa melihat dari aspal jika Ace meludahi dirinya.


Sebenci itukah Ace dengan Fayra, hanya karena soal perjodohan? Entahlah.. Fayra udah meneteskan air matanya saat Ace mampu mencabik-cabikkan hatinya.


Ace kembali menancapkan gas mogenya meninggalkan Fayra seorang diri dengan jarak tempuh ke sekolah masih ada 100 meter lagi. Fayra mengangkat kepalanya perlahan menatap kepergian Ace dengan air mata yang mengalir deras di hiasi oleh sebuah senyuman.


“Apa inikah yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan? Tapi, tidak apa-apa Fayra. Kamu harus tetap semangat, kamu pasti bisa!”


“Percayalah suatu saat nanti Ace akan membalas cintamu, mungkin kamu hanya perlu bekerja lebih keras lagi. Setidaknya kamu sudah memiliki raganya, dan sekarang hanya perlu berusaha memikirkan bagaimana caranya agar kamu bisa menaklukkan jiwa dan juga raganya sekaligus"


"Ingat, perjuangan tidak ada yang akan mengkhianati hasilnya. Jadi ayo semangat Fayra, semangat!”


Fayra bergumam di dalam hatinya sambil berjalan perlahan menghapus air matanya dan tetap tersenyum.


Belum lagi sepanjang Fayra berjalan dia selalu saja menertawakan nasib malangnya sendiri, akibat Fayra biasanya diantar jemput oleh sang sopir. Kini Fayra malah harus berjalan kaki setiap harinya.

__ADS_1


Semua pihak keluarga dari ke-2 pihak tidak ada yang tahu masalah ini. Mereka hanya tahu bahwa Ace dan Fayra selalu berangkat serta pulang sekolah bersama-sama, itu pun jikalau mereka tidak ada kegiatan secara mendadak.



__ADS_2