Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 38. Mual


__ADS_3

Viola bersandar sembari memandangi pemandangan awan putih yang sedang menari-nari dimatanya, lama-kelaman, mata itu tertutup dan kepalanya terjatuh dibahu Raja membuat lelaki itu langsung melihat kearahnya.


"baru naik udah tidur, heh!" sindir Raja, dia menaikkan bahunya agar Viola segera mengangkat kepalanya dari bahu lelaki itu.


Namun, setelah beberapa kali Raja melakukannya. Viola tetap tidak bergeming, Raja lalu sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat apakah Viola tidur atau mati.


"Kenapa dia pucat sekali?" Raja menempelkan punggung tangannya kekening Viola, dia merasa sangat terkejut saat merasakan tubuh Viola sangat panas.


Raja segera mengangkat kepala Viola dan memindahkannya ke atas pangkuannya, dia mengatur kursi pesawat itu dengan sedemikian rupa agar Viola bisa tidur dengan nyaman.


Setelah dirasa cukup, Raja segera memanggil pramugari untuk mendekat kekursinya. Dia lalu menyuruh pramugari itu untuk mencari obat penurun panas agar keadaan Viola membaik.


Viola sendiri mulai merasa kedinginan, suhu tubuhnya terasa panas tetapi keringat mulai bercucuran membasahi tubuhnya membuat Viola merasa tidak nyaman.


Raja yang mengetahui kalau Viola tidak nyaman, langsung mengelus-ngelus keningnya dan mengusap keringat yang berhasil mengalir dari kepala Viola.


Raja merasa sangat bingung saat ini, karena sebelumnya Viola tampak sangat sehat, tetapi saat ini keadaannya malah tampak sangat memprihatinkan.


"kau kenapa? apa tadi kau salah makan?" tanya Raja, dia menepuk-nepuk kedua pipi Viola agar wanita itu membuka matanya.


Tiba-tiba, Viola membuka kedua matanya membuat Raja menjadi senang. Namun, belum sempat Raja mengatakan sesuatu. Viola sudah lebih dulu bangun dan segera berlari kearah toilet.

__ADS_1


"Uwek, uwek." Viola memuntahkan segala isi yang ada diperutnya saat baru saja masuk ke dalam toilet.


Sementara Raja yang juga ikut berlari menyusul Viola merasa sangat lega saat melihat wanita itu muntah di dalam toilet, dia merasa khawatir kalau saja Viola muntah di dalam pesawat maka akan menimbulkan bau yang sangat menyengat.


"aku lemas!" lirih Viola, dia menyandarkan tubuhnya ke dinding karna kedua kakinya tidak sanggup untuk menopang tubuhnya.


Raja yang melihat semua itu langsung cepat tanggap, dan menarik Viola masuk ke dalam pelukannya.


"Lepas! kau bau seka- uwheek." Viola kembali muntah tepat dikaki Raja membuat lelaki itu langsung mendorongnya agar menjauh.


Raja menutup hidungnya dan melepas sepatu yang dia pakai karna terkena muntahan Viola, sementara seorang Pramugari yang saat ini sedang berada di belakang mereka tertawa geli melihat apa yang terjadi pada Raja.


"apa-apaan sih kau ini! kenapa kau memuntahiku?" geram Raja, dia mengibas-ngibaskan kakinya agar terhindar dari kotoran wanita itu.


Viola yang sudah bersiap keluar dari dalam toilet mengurungkan niatnya saat dia merasa kalau perutnya kembali bergejolak, dia lalu menutup hidung dan mulutnya untuk menahan rasa mual yang sedang dia rasakan.


"kau ini sebenarnya kenapa? apa kau salah makan? atau kau muntah-muntah karna hamil?" seru Raja tiba-tiba.


Viola yang mendengar ucapan Raja langsung melihat kearahnya dengan tajam, jantung berdebar sangat keras seakan ingin meloncat keluar dari rongga dadanya.


Sementara Raja yang tidak sadar dengan apa yang dia katakan beralih menarik Viola untuk keluar, dia meninggalkan sepatunya di dalam toilet begitu saja padahal harga sepatu itu bisa membeli sepuluh sepeda motor sekaligus.

__ADS_1


Raja kembali mendudukkan Viola kekursi mereka, dia lalu ikut duduk dan menyuruh pramugari untuk mengambilkan minum untuk mereka.


"Maaf, apa saya boleh memeriksa tangan anda?" tiba-tiba seorang wanita paruh baya berdiri di samping Raja dan meminta izin untuk melakukan pemeriksaan.


"kamu siapa? saya tidak bisa membiarkan sembarang orang meneyentuh tubuh saya," ucap Raja, ucapannya itu berhasil membuat wanita paruh baya itu mengerutkan keningnua dengan bingung.


"Maaf Tuan, saya hanya ingin memeriksa kondisi istri Tuan. Bukan ingin menyentuh tubuh Tuan yang sangat berharga itu."


"pfffttt." Viola menahan tawanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu, sementara Raja sendiri merasa sangat kesal dan ingin sekali melempar wanita itu keluar dari pesawat.


"awas saja kau!"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Maafkan aku kalau terlalu pendek yah 🥺


__ADS_2