
Setelah semua persiapan selesai, hari ini Raja dan Viola pergi kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Mama Vivi yang merengek minta ikut terpaksa harus mengurungkan niatnya saat mendapat ultimatum dari Raja. Jika Mamanya masih ngotot ingin ikut, maka dia tidak akan mau pergi kerumah sakit.
Akhirnya, Raja dan Viola pergi berdua kerumah sakit. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bersuara dimobil itu. Beberapa kali Raja melirik kearah Viola yang sedang memandang kearah samping dengan jemari tangan yang saling bertautan.
"apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Raja, dia merasa ada sesuatu yang sedang Viola pikirkan saat ini.
Viola beralih melihat kearah Raja, dia lalu menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi dengan helaan napas berat.
"gimana ya, kalau aku tidak bisa punya anak?"
Raja langsung melihat kearah Viola dengan tajam, entah kenapa dia terlihat tidak suka dengan apa yang haru saja wanita itu ucapkan.
"kau baru memikirkan itu sekarang? bukannya sudah sangat terlambat?" cibir Raja.
Viola berdecak kesal dengan apa yang Raja katakan, seharusnya dari awal dia memang memikirkan semua kemungkinan itu sebelum menerima tawaran dari Mama Vivi.
"bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa hamil? apa Mama Vivi akan mengambil semua yang telah dia berikan?" Viola merasa semakin gelisah, dia takut kalau hasil pemeriksaannya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Tidak berselang lama, mobil mereka sudah sampai diparkiran rumah sakit. Dengan ragu-ragu, Viola melangkahkan kakinya untuk mengikuti Raja yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah sakit itu.
"selamat siang, Tuan, Nyonya!" sapa seorang Dokter yang sudah menunggu kedatangan mereka, dialah Dokter khusus yang akan menemani dan merawat Viola sampai nanti Viola melahirkan.
"se-selamat siang juga, Dokter!" balas Viola, sementara Raja hanya menganggukkan kepala saja untuk menjawab sapaan Dokter cantik itu.
Lalu dokter tersebut membawa Raja dan Viola keruangannya untuk melakukan pemeriksaan.
Dokter itu memeriksa seluruh tubuh Viola tanpa sisa sedikitpun, dia lalu memeriksa keadaan rahim wanita itu guna untuk melihat apakah Viola baik-baik saja atau tidak.
Tidak terasa, satu jam telah berlalu. Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Viola, begitu juga dengan Raja yang harus diperiksa ulang kesehatannya.
"bagaimana, Dokter? apa semua baik-baik saja?" tanya Viola dengan khawatir, sedari tadi jantungnya berdegup kencang karna merasa gelisah dengan hasil yang akan dia terima.
"semua hasil pemerikaaan baik, Tuan, Nyonya. Rahim Nyonya Viola sangat baik dan subur, untuk selanjutnya kita akan menjadwalkan proses program kehamilan," jelas Dokter tersebut.
__ADS_1
Viola bernapas lega saat mendengar penjelasan dari dokter, begitu juga dengan Raja yang tadi ikut khawatir karna kekhawatiran wanita itu.
Setelah semua proses pemeriksaan selesai, Raja memutuskan untuk kembali pulang kerumah. Ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan saat ini.
"Raja, aku ingin singgah kerumah sebentar!" pinta Viola yang saat itu sudah berada di dalam mobil bersama dengan Raja.
Viola ingin mengambil sesuatu dirumah lamanya yang sudah beberapa bulan tidak dia tempat, sudah lama dia ingin kembali kerumah itu, tetapi dia tidak punya waktu untuk hanya sekedar keluar rumah.
"aku sibuk!"
jawaban yang membuat orang yang mendengarnya menjadi kesal, termasuk Viola yang langsung menghunuskan tatapan tajamnya pada lelaki itu.
"cuma 5 menit, aku tidak akan lama!" rayu Viola, selain ingin mengambil sesuatu. Viola juga sangat merindukan rumahnya itu, biarpun rumah itu sangat sederhana tetapi banyak menyimpan kenangan-kenangan berharga bersama dengan keluarganya.
Viola terus merayu Raja agar mereka singgah sebentar ketempat yang dia inginkan, sementara Raja sendiri hanya diam dan tidak menanggapi apa yang wanita itu ucapkan.
"Cih, dasar iblis tidak berperasaan! apa susahnya sih, cuma singgah kerumah sebentar?" Viola ingin sekali mencakar wajah seseorang yang sedang duduk diam di belakang kemudi saat ini.
Selang beberapa menit, mobil Raja sudah berbelok kearah yang berlawanan dari arah menuju tempat tinggal mereka.
Setelah dirasa agak tenang, Viola memperhatikan sekitaran jalan. Dia merasa terkejut karna mobil mereka sudah sampai digang yang biasa dia lewati setiap hari dimasa kesusahan dulu, matanya semakin membulat saat Raja memarkirkan mobil itu tepat di depan sebuah rumah yang berjarak sekitar beberapa meter dari rumahnya sendiri.
Viola lalu beralih melihat kearah Raja. "Kau membawaku ke sini?" Terlihat jelas raut bahagia diwajah Viola saat ini.
"Tidak! aku mengantarmu pulang ketempat asalmu." Raja langsung keluar dari mobil meninggalkan Viola yang masih tercengang karna jawabannya.
"tunggu, apa dia benar-benar ingin mengembalikan aku ke sini? apa dia berniat untuk mencerikanku?" berbagai macam pertanyaan melintas dalam benaknya saat ini.
Tok, tok, tok!
Viola terjingkat kaget saat jendela mobil itu diketuk dengan kuat oleh Raja, dia langsung buru-buru untuk keluar sebelum lelaki itu mulai murka padanya.
"apa yang kau lakukan? apa kau tidak tau kalau waktuku itu sangat berharga!"
Viola tertawa lebar saat mendengar amarah Raja, dia lalu memeluk lengan lelaki itu membuat Raja sedikit kaget dengan apa yang Viola lakukan.
__ADS_1
"Terima kasih." Viola mendongakkan kepalanya dengan wajah dan pancaran mata yang penuh dengan binar-binar kebahagiaan, dia sangat senang bisa mengunjungi rumahnya kembali.
Raja terpaku saat melihat mata Viola yang terasa menghentikan dunianya, dadanya juga berdegup kencang terasa ingin meloncat keluar dari rongga dadanya.
"Ka-kalau gitu, lepaskan tanganmu!" Raja menarik paksa tangan Viola sebelum wanita itu mendengar detak jantungnya yang semakin kuat, dia llau berbalik dan hendak meninggalkan wanita itu.
"dasar gila! apa yang kau lakukan Raja? sadarlah kalau dia hanya wanita kampungan yang sudah kau beli untuk memberi anak padamu!" Raja mengutuk dirinya sendiri yang sudah terpesona dengan wanita yang entah sejak kapan menjadi sangat cantik dimatanya.
"Raja, tunggu!" teriak Viola saat melihat Raja sudah melangkahkan kakinya.
Sementara Raja sendiri berdecak kesal saat mendengar teriakan wanita itu, dia lalu menghentikan langkahnya dan melihat kearah belakang.
"Rumahku yang itu, kenapa kau pergi ke sana?" Viola menunjuk kearah rumahnya yang berlawanan dengan rumah yang sedang Raja tuju.
"Ck, kenapa tidak bilang sih!" Raja lalu memutar tubuhnya dan berlalu pergi kerumah yang ditunjuk oleh Viola, sementara Viola sendiri melihat kearah Raja dengan tawa yang coba dia tahan.
"dasar! udah dikasitau, bukannya terima kasih malah marah-marah!" Viola menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar ditelinga lelaki itu.
"Wah, wah, wah! siapa ini?"
Tiba-tiba terdengar suara ocehan seseorang membuat Raja yang sudah berada dihalaman depan rumah Viola kembali menghentikan langkah kakinya, sementara Viola yang sudah bisa menebak siapa orang tersebut langsung mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa bertemu dengan wanita siluman itu.
•
•
•
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk ke karya teman Othor, dijamin keren dan seru 😍
__ADS_1