
Wanita paruh baya yang ternyata berprofesi sebagai seorang Dokter memeriksa kondisi Viola yang tampak sangat pucat, dia memeriksa denyut nadi wanita itu dengan penuh ketelitian.
"nah, benar dugaanku. Aku bisa merasakan detak jantungnya," ucap Dokter patuh baya itu sembari memegangi tangan Viola.
Raja yang mendengar ucapan Dokter tersebut mengerutkan keningnya, dia lalu menarik tangan Viola sampai membuat Dokter itu terkejut.
"tentu saja kau bisa merasakan detak jantungnya! karna kalau tidak, dia bukannya berada dalam pesawat, tapi berada dalam liang lahat!"
Plak, tangan Viola refleks memukul mulut Raja yang sudah lancang mengatainya berada di dalam liang lahat.
"beraninya kau memukulku!" Raja yang hendak bangkit dan menarik tubuh Viola mendadak mengurungkan niatnya saat melihat Dokter yang berada dihadapan Viola memegang perut wanita itu seolah-olah sedang melindungi sesuatu.
"Maaf, Tuan! jika anda tidak bisa mengendalikan emosi anda, maka anak anda akan berada dalam bahaya,"
deg, jantung Raja dan Viola seperti sedang dihantam oleh sebuah batu besar yang membuat napas mereka terasa tercekat ditenggorokan.
"a-anak? kau bilang anak?" bibir Raja sampai bergetar saat kata anak berhasil keluar dari mulutnya, bahkan bukan hanya bibirnya saja yang bergetar, kedua tangan Raja pun tampak gemetaran saat ini.
Sementara Viola yang juga merasa sangat terkejut tidak bisa untuk mengucapkan apapun, dia hanya terpaku menatap Dokter paruh baya itu yang masih memegangi perutnya.
"benar, Tuan! dalam perut istri anda, ada buah cinta kalian yang harus kalian jaga,"
"Apa kau sadar, dengan apa yang sedang kau ucapkan sekarang? hah!" Raja mencengkram kedua bahu Dokter tersebut hingga semua penumpang dalam pesawat itu memperhatikan mereka.
"beraninya kau bermain-main denganku!"
"maaf, Tuan! apa yang sedang anda lakukan?" salah satu penumpang mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Raja karna melihat Dokter paruh baya itu kesakitan, begitu juga penumpang yang lainnya. Mereka berusaha untuk menenangkan Raja.
Viola yang baru sadar dari keterkejutannya kembali merasa sangat terkejut saat melihat Raja sedang dipegangi oleh beberapa orang, dia lalu bergegas bangkit dan menghalangi salah seorang pemuda yang hendak menarik tubuh suaminya.
"apa yang kalian lakukan? apa kalian mau merampok suami saya?" suara teriakan Viola berhasil menghentikan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Raja yang mendengar suara Viola langsung melepaskan diri dari orang-orang yang memeganginya, dia mendekati sang istri dan menarik istrinya ke dalam pelukannya.
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" Raja menyentuh perut Viola dengan sangat hati-hati, terlihat senyum tipis terbit diwajahnya dengan pandangan menatap kearah sesuatu yang sedang dia sentuh.
Viola tersentak kaget saat merasakan tangan Raja menyentuh perutnya, dia lalu ikut melihat kearah perutnya dengan sangat tidak percaya.
"apa, apa aku benar-benar hamil?" lirih Viola, matanya berkaca-kaca karna merasa tidak percaya dengan janin yang ada dalam perutnya.
"wanita itu mengatakan kalau kau hamil, dan jika ucapannya salah. Maka aku akan memberi pelajaran padanya,"
semua orang berdecak kesal saat mendengar apa yang Raja ucapkan, mereka lalu kembali ketempat mereka masing-masing karna memang para pramugari dan pramugara sudah memerintahkan mereka untuk kembali duduk.
Raja dan Viola juga kembali duduk dikursi mereka, terlihat Raja masih memegangi perut sang istri dengan sayang.
"sesampainya di sana, kita akan langsung menuju rumah sakit. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakku," ucap Raja kemudian, dia lalu menarik kepala Viola agat bersandar dibahunya.
Viola terdiam saat mendengar apa yang Raja ucapkan, dia mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi saat ini.
Beberapa jam telah berlalu, pesawat yang ditumpangi oleh Raja dan Viola sudah mendarat sempurna dibandara. Terlihat semua orang sudah turun dari pesawat tersebut, termasuk Raja dan Viola yang tampak sudah memasuki sebuah mobil.
Tanpa banyak membuang waktu, Raja langsung saja membawa Viola kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, sekaligus melihat keadaan adik iparnya. Dia sudah merasa samgat tidak sabar untuk memastikan kehamilan Viola, begitu juga dengan Viola yang sedang harap-harap cemas dengan hasil pemeriksaan yang akan dia lakukan.
Setelah sampai dirumah sakit, Viola dan Raja langsung menuju tempat pemeriksaan kehamilan. Viola mendaftarkan dirinya kepusat administrasi, dan disuruh untuk menunggu Dokter yang akan memeriksanya.
"kenapa lama sekali? apa dirumah sakit ini cuma ada satu Dokter?" Raja yang sudah sangat kesal karna menunggu selama 10 menit, langsung saja masuk ke dalam ruangan pemeriksaan membuat Viola terpaksa mengikuti langkahnya.
Brak, suara pintu yang dibuka dengan keras menggema di ruangan itu. Terlihat semua orang yang berada di dalam ruangan terlonjak kaget karna suara benturan pintu tersebut, sementara Raja merasa tidak peduli dan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan.
"maaf, Tuan! apa yang sedang anda lakukan?" seorang perawat menghampiri Raja dan menghalangi jalan lelaki itu hingga Raja menatapnya dengan sangat tajam.
"maafkan suami saya, suster! dia sedang mengidap penyakit tidak sabaran," celetuk Viola.
__ADS_1
Raja yang sudah membuka mulutnya tidak jadi mengeluarkan suara saat mendengar ucapan Viola, sementara orang-orang yang ada diruangan itu menatap mereka dengan bingung.
"maaf, Tuan! apa tuan bisa menung-"
"apa kalian tidak tau, sudah selama apa aku menunggu? hah!" teriak Raja dengan amarah yang sudah meletup-letup, dia sudah tidak bisa lagi menunggu dan bersiap untuk menumpahkan segala emosinya.
"tapi Tuan, anda harus mengantri-"
"apa kau pikir ini pusat perbelanjaan, hingga aku harus mengantri!" Raja yang sudah emosi tingkat dewa tidak akan mau mendengarkan ucapan siapapun lagi, apalagi baru kali ini sia disuruh untuk menunggu seperti ini.
"Raja! ini dirumah sakit, kenapa kau membuat keributan?" Viola melihat kearah luar ruangan yang menampakkan beberapa orang sedang memperhatikan mereka.
"kalian pikir siapa kalian, beraninya kalian memperlakukan aku seperti ini!" Raja yang sudah benar-benar kesal tidak bisa menahan diri lagi, sementara Dokter dan beberapa perawat terlihat berusaha untuk menenangkan dan meminta maaf padanya.
"hentikan, Raja! kau-"
Viola yang mencoba untuk menghentikan aksi Raja mendadak tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat seorang pemuda sedang duduk disebuah kursi roda, pemuda yang sangat dia cintai dan sayangi.
"kakak!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Halo readers kesayangan aku 🤗 aku kembali hadir untuk kalian 🥰 hayoo, apa kalian merindukanku? Pasti rindu lah yah 🤭
__ADS_1
Kali ini aku akan kembali update untuk kalian, terima kasih untuk yang sudah setia menungguku kembali 🥰 salam sayang dan peluk dari aku 🤗