
"apa aku tidak salah dengar?" Viola merasa kalau saat ini telinganya sedang bermasalah, hingga dia mendengar sesuatu yang mustahil terucap dari mulut Raja.
Bukan hanya Viola saja yang merasa tidak percaya, Mama Vivi dan juga Alea juga merasa kaget dengan apa yang lelaki itu ucapkan.
"ka-kau serius, Raja?" tanya Mama Vivi, dia mendekat kearah Raja yang ada di samping Alea.
Raja menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Mama Vivi, lalu wanita paruh baya itu langsung menubrukkan tubuhnya ke tubuh sang Putra karna merasa senang dengan apa yang Raja katakan.
Mama Vivi memeluk Raja dengan erat, dia merasa sangat senang karna putranya sudah bisa menerima kehadiran Viola. Bahkan dia sudah memikirkan tentang kandungan mereka nantinya.
Viola melihat kearah Raja dengan tajam, dia sedang menerka-nerka tentang apa yang sedang direncanakan oleh Raja. Batinnya memberontak karna tidak percaya kalau seorang iblis sepertinya bisa berubah menjadi baik.
"terima kasih, Nak! kau telah menerima semua ini, Mama do'akan semoga kalian akan cepat mendapatkan anak," ucap Mama Vivi, wajahnya bersinar cerah karna pancaran kebahagiaan yang sedang dia rasakan saat ini.
Raja tersenyum tipis untuk menanggapi ucapan Mama Vivi, dia lalu melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja meninggalkan ketiga wanita yang masih berdiri diam ditempat itu.
Setelah kepergian Raja, Mama Vivi beralih memeluk Viola. Dia benar-benar tidak salah memilih Viola untuk menjadi istri kedua putranya.
"kau harus berusaha dengan keras, Sayang. Mama yakin, kalau sebentar lagi rumah kita ini akan ramai dengan suara tangisan bayi," seru Mama Vivi, tangannya terulur mengelus perut rata Viola membuat wanita itu sedikit kaget.
__ADS_1
"i-iya Ma," Viola tersenyum canggung untuk menanggapi ucapan Mama Vivi.
Tanpa mereka berdua sadari, saat ini ada satu wanita yang merasa sedih dengan apa yang sedang dia lihat saat ini.
Alea tidak sedih karna Viola akan mengandung anak Raja, tetapi dia merasa sedih karna tidak bisa merasakan bagaimana menjadi seorang Ibu yang sesungguhnya.
"Al!"
Alea tersentak kaget saat tangan Viola menggenggam tangannya, dia tidak sadar kalau saat ini hanya ada dia dan Viola saja ditempat itu.
"ke-kenapa Vi?" tanya Alea dengan tergagap, dia melihat ke arah Viola yang juga sedang melihatnya.
"maaf," lirih Viola, dia merasa tidak enak saat melihat sorot mata Alea yang menyimpan banyak kesedihan. Apalagi sejak tadi mereka terus membahas masalah anak yang pastinya akan menusuk relung hati wanita itu.
"jangan meminta maaf, Vi! kau tidak melakukan apapun," ucap Alea sembari terus melangkahkan kakinya, dia tau kalau Viola pasti merasa tidak enak terhadapnya.
"aku tau, Al! hanya saja aku merasa tidak nyaman, aku harap kau bisa bersabar dan memaafkanku," Viola melihat kearah Alea yang juga sedang melihatnya, lalu mereka berdua sama-sama tersenyum lebar dan tertawa karna merasa lucu satu sama lain.
"sudahlah, hal seperti ini ngapain dibahas!" seru Alea kemudian.
__ADS_1
Mereka lalu memutuskan untuk pergi ke mall dan belanja sepuasnya, sudah lumayan lama juga mereka tidak menghabiskan waktu berdua saja.
Ditempat lain, terlihat seorang pria paruh baya sedang tertawa dengan keras. Dia merasa lucu dengan laporan yang baru saja dia terima dari anak buahnya.
"jadi dia sengaja menikah lagi untuk punya anak?" tanyanya pada seseorang yang membawa informasi tentang ada yang dia inginka.
"Cih, memang dasar anak mandul!" hina Daniel, dia merasa lucu saat mendengar kabar kalau Raja menikah kembali karna ingin memiliki anak.
"tetap awasi dia!" perintahnya kemudian.
Lalu lelaki paruh baya itu melangkahkan kakinya ke arah balkon, dia menghirup udara dalam sembari memperhatikan beberapa orang yang sedang berlalu lalang.
"kau lihat saja Raja, aku akan merebut apa yang menjadi milikku!" gumam Daniel sembari melihat lurus ke depan, terlihat sorot kebencian dan kemarahan dimata lelaki paruh baya itu.
•
•
•
__ADS_1
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘