Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 45. Berpisahlah


__ADS_3

"Apa yang harus aku katakan, Ma! aku sangat tidak bahagia dengan pernikahanku, apalagi Raja selalu menyiksa dan memperlakukan aku dengan buruk. Segala penderitaan yang aku rasakan terasa sangat lengkap. Tapi, itu dulu. Sebelum malaikat kecil hadir dalam hidupku, dan sebelum aku jatuh cinta pada suamiku,"


"baiklah, lupakan saja! Mama tau kalau kau pasti tidak suka untuk membahas masalah ini," ucap Mama Vivi saat tidak mendengar jawaban dari Viola, dia mengira kalau menantunya itu tidak sanggup untuk membahas masalah pernikahannya.


Viola yang baru sadar dari lamunan langsung melihat kearah Mama Vivi, tampak mertuanya itu tersenyum tipis dengan mata sayu saat memandangnya.


"bu-bukan seperti itu Ma, aku hanya-"


"Mama mengerti, Sayang! Ini salah Mama, Mama tidak akan lagi bertanya sesuatu yang sudah jelas jawabannya," potong Mama Vivi, terdengar helaan napas kasar dari mulut wanita paruh baya itu.


Viola terlihat bingung dengan ucapan Mama Vivi, keningnya berkerut dengan alis yang hampir menyatu karna mencoba untuk mencerna apa yang baru saja mertuanya katakan.


"apa Mama benar-benar tau jawabannya? apa Mama tau kalau aku bahagia?"


"begini, Viola! ada, ada sesuatu yang ingin Mama dan Alea bicarakan padamu,"


segala pertanyaan yang memenuhi pikiran Viola seketika buyar saat mendengar ucapan Mama Vivi, dia lalu menganggukkan kepalanya untuk mempersilahkan Mama Vivi melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan.


"Mama tau kalau selama ini pernikahanmu tidak berjalan dengan baik, bahkan Raja selalu saja mencoba untuk menyakitimu. Hatimu pasti merasa sakit, dan terpaksa untuk menjalani semuanya,"


Viola terdiam, dia mencoba untuk memahami arah dan tujuan yang coba disampaikan oleh mertuanya. Walaupun saat ini dia sudah menerka-nerka ke mana arah pembicaraan mereka.


"jadi, Mama dan Alea sudah berpikir dan mengambil keputusan, kalau, kalau pernikahanmu dan Raja cukup sampai di sini saja,"


Deg, rasanya seperti ada tombak panas yang menusuk ke dalam relung hati Viola saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Mama Vivi. Tangannya bergetar dengan mata membulat sempurna menatap tajam kearah wanita paruh baya itu.


"aku, aku tidak mengerti apa yang Mama ucapkan! apa, apa yang-"


"Mama tau kalau selama ini kau terpaksa mengikuti apa yang Mama inginkan, Mama juga tau kau melakukan semua ini demi kesembuhan adikmu. Jadi, sekarang Mama membebaskanmu,"


"benar, Vi!"


Viola beralih menatap kearah Alea saat mendengar suara wanita itu, lidahnya terasa keluh dan tidak mampu untuk mengucapkan apa yang ingin dia katakan.


"mulai sekarang, kau tidak perlu lagi menjadi istri Raja. Kau juga tidak perlu lagi terikat dengan keluarga ini!"


Nyes, hati Viola yang terluka akibat ucapan Mama Vivi terasa semakin pedih saat mendengar apa yang Alea ucapkan. Ibarat luka yang disiram dengan air garam, rasanya pedih menusuk hingga membuat napasnya terasa sesak.

__ADS_1


"ke-kenapa? kenapa, kenapa sekarang aku harus pergi?" tanya Viola dengan terbata-bata, bahkan dia sampai berdiri dari duduknya karna tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat ini.


Mama Vivi memalingkan wajah karna tidak sanggup untuk melihat Viola, hatinya ikut merasa sakit dengan apa yang terjadi saat ini. Apalagi wajah Viola tampak sangat terluka dengan apa yang dia ucapkan, karna dia tau kalau Viola saat ini sudah mencintai Raja.


Karna tidak mendapat jawaban dari Mama Vivi, Viola beralih melihat kearah Alea, tatapan matanya menatap tajam kearah wanita itu seakan-akan meminta jawaban atas pertanyaannya.


"itu, itu karna kami sadar kalau kau tidak bahagia-"


"kenapa kalian baru sadar sekarang? kenapa kalian baru sadar saat, saat aku sedang-"


"karna aku juga baru sadar kalau aku sangat tidak suka melihat kedekatanmu dan Raja!"


Bruk, Viola yang tadinya berdiri langsung terhempas kepinggiran sofa. Kakinya terasa lemas dan tidak mampu untuk menopang tubuhnya kala mendengar apa yang Alea ucapkan.


"Maafkan aku, Vi. Maafkan aku! aku, aku tidak bisa lagi berbagi suami denganmu!" Alea terisak dengan kepala tertunduk karna tidak sanggup untuk bertatapan mata dengan Viola, sementara Mama Vivi hanya bisa terdiam dengan tetap memalingkan wajah.


Sakit, itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Viola. Tubuhnya terasa lemas dengan lidah kaku hingga tidak mampu untuk berucap satu kata pun saat ini.


Hatinya terasa sangat sakit bak teriris sembilu, apa lagi saat dia mengetahui kalau kedekatannya dan Raja membuat hati Alea terluka.


"Tuhan, apalagi yang sedang Kau berikan padaku? kenapa kau membuat hati dan hidupku hancur seperti ini?" Viola memejamkan mata dengan air mata mengalir deras, sungguh dia tidak tau dan tidak sanggup untuk menghadapi apa yang sedang terjadi.


"maafkan Mama, Nak! Mama terlena, sampai lupa kalau ada kamu diperut Mama. Tapi, tunggu! Jika Mama dan Alea tau kalau saat ini aku sedang hamil, apa mereka ...,"


"Viola, kau tidak papa?"


Viola terkejut saat tubuhnya diguncang oleh Mama Vivi, dia segera mengusap wajahnya dan sedikit tersenyum melihat wanita paruh baya itu.


"aku, aku tidak apa-apa, Ma!"


"tapi kau terlihat sangat pucat!" ucap Mama Vivi lagi, dia merasa khawatir dengan keadaan Viola saat ini.


"aku hanya masih lelah, Ma! jadi agak lemas dan pucat," bohong Viola, dia mencoba untuk tetap tenang agar kesehatannya tidak terganggu.


"aku, aku minta maaf Vi! aku tau kau pasti sangat terguncang dengan apa yang aku ucapkan," lirih Alea, dia merasa bersalah karna membuat sahabatnya seperti itu.


Viola menggenggam tangan Alea, walau hatinya merasa sangat sakit, tapi dia tetap menyayangi Alea seperti saudarinya sendiri.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang minta maaf, Al! aku tidak tau kalau selama ini kau terluka, tapi tenang saja. Aku akan pergi, dan aku tidak akan berhubungan lagi dengan Raja."


Alea memeluk Viola dengan erat seraya menumpahkan tangisannya, dia merasa sedih sekaligus lega karna nantinya dia tidak akan lagi merasa sakit hati melihat Raja bersama wanita lain.


"Terima kasih, Vi. Terima kasih."


Viola membalas pelukan Alea dengan tangis yang coba dia tahan, matanya terpejam menahan sakit yang terus bergejolak dalam hatinya.


"sekarang aku tidak peduli lagi perihal anak, Vi! dan Mama juga sudah tidak menginginkan keturunan lagi untuk keluarga ini,"


Deg, jantung Viola terasa berhenti berdetak saat mendengar apa yang diucapkan oleh Alea.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?

__ADS_1



__ADS_2