Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 74. Bonus Chapter 2 (last).


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Raja dan Rio disibukkan dengan segudang pekerjaan. Sejak Rio kembali, Raja sengaja memberinya posisi di perusahaan sebagai wakil Direktur karna memang lelaki itu juga berhak untuk menempati posisi tersebut.


Tidak jauh berbeda dengan kedua lelaki itu, Viola dan Alea juga tampak sangat sibuk bermain dengan Rayen. Bocah kecil itu sangat aktif bergerak ke sana-kemari dan butuh pengawasan yang lebih ekstra lagi.


"Al, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu!"


Alea yang sedang menyusun balok melihat ke arah Viola. "Jangan bilang mau nanya masalah Rio?"


Viola tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang putih, ternyata Alea bisa menebak apa yanh ingin dia tanyakan.


"mau tanya apa?"


Walaupun merasa tidak nyaman, tapi Alea tidak keberatan jika ada yang ingin bertanya tentang Rio padanya.


Viola merasa ragu, dia takut kalau Alea akan tersinggung dengan apa yang akan dia tanyakan. Akan tetapi, dia juga penasaran dengan apa yang dirasakan wanita itu.


"sebelumnya aku ingin minta maaf kalau kau tersinggung atau marah sama pertanyaanku, aku sama sekali tidak bermaksud buruk padamu. Hanya saja ...," Viola menggantung ucapannya, dia melirik ke arab Alea yang diam mendengarkannya.


"hanga saja, aku merasa penasaran. Apa, apa kau menyukai Rio?" akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari mulutnya.


Alea terdiam, dia menatap Viola dengan tajam membuat wanita itu menelan salivenya. Untuk sesaat, hanya ada suara baby Rayen saja yang terdengar di tempat itu.


"kenapa? apa kau ingin menjadi satu-satunya istri Raja?"


"apa? Ti-tidak, Al! Aku tidak bermaksud seperti itu! Aku benar-benar hanya ingin bertanya saja, maafkan aku!"


Viola menjadi panik, dia membantah semua ucapan Alea dengan sekali tarikan napas saja.


Alea tertawa melihat wajah panik Viola, dia yang berniat menjahili wanita itu menjadi tidak tega karna wajah sendunya.


"aku cuma bercanda!" ucap Alea, dia lalu bangun dan mengambil botol sus*u Rayen karna anak itu merasa haus.


"aku mencintai Raja, Vi! Kau sendiri tau itu, tapi akhir-akhir ini perasaanku memang seperti terombang-ambing. Aku merasa sangat nyaman saat bersama Rio, hatiku menjadi tentram dan lebih damai!" ucap Alea sembari sibuk membuat sus*u.


Viola terdiam, dia merasa bersalah karna seperti sudah menyingkirkan Alea dalam kehidupan Raja. Dia juga merasa bersalah karna sudah membuat Alea menjadi tidak nyaman hingga mencari kenyamanan pada orang lain.


"aku tau apa yang sedang kau pikirkan! Tidak ada yang salah dalam hal ini, kalau pun ada, yah aku sendiri. Mungkin benar apa yang kau katakan, Vi! Aku sudah jatuh cinta!"


Senyum malu-malu terpancar diwajah Alea, bak seorang anak remaja yang sedang mengalami masa pubertas dan baru pertama kali jatuh cinta.


"tapi sudahlah, lupakan semua itu! Aku tidak ingin menjadi beban untuk Rio!"


"kalau dia juga mencintaimu, bagaimana?"


Alea tersenyum simpul."Bisa saja dia jatuh cinta padaku, tapi aku ini seorang wanita bersuamu! Dan dia juga harus ingat, aku bukan wanita yang bisa memberinya keturunan!"


Viola menggenggam kedua tangan Alea, suasana akan kembali sedih jika sudah membahas masalah keturunan yang juga menyebabkan rumah tangga mereka menjadi seperti itu.


Alea tersenyum membalas pancaran khawatir dari sahabatnya, dia lalu mengatakan kalau sudah mengikhlaskan segalanya.


****


Hari sudah mulai malam, matahari yang tadi bersinar terang menghangatkan bumi, kini sudah tenggelam dan berganti dengan bulan yang dihiasi taburan bintang.


Saat ini, Raja dan keluarganya sedang bersantap malam. Mereka mengobrol ringan seperti biasanya, yang tentu saja tidak lepas dari membahas antara Alea dan juga Rio.


Sementara itu, lelaki yang sedang mereka bahas terlihat sedang makan malam dengan Ibu dan juga adiknya.


"Bu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!"

__ADS_1


Ibu Mona mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sang putra. "Ada apa? Kenapa kau serius sekali?"


Rio merasa ragu untuk mengatakannya, tapi dia meyakinkan diri kalau semuanya pasti akan baik-baik saja.


"aku, aku ingin menikah, Bu!"


"benarkah, Kak?" Disty yang juga ada di meja makan itu bersuara, dia merasa senang karna Kakaknya ingin menikah.


"kenapa kau setegang itu, Ibu bahagia kalau memang kau ingin menikah. Tapi siapa wanita yang akan kau nikahi?"


Ibu Mona dan Disty tampak penasaran, mereka melihat lelaki itu dengan mata berbinar-binar.


"dia, dia Alea!"


Akhirnya Rio bisa juga menyebutkan nama itu dari mulutnya, terlihat Ibu dan Adiknya sedang berpikir saat ini.


"Alea? Apa, apa Kak Alea istrinya Kak Raja?"


Rio mengangguk untuk membenarkan ucapan Adiknya, sementara kepalanya tertunduk dan tidak sanggup untuk melihat ke arah keluarganya.


"ternyata gosip itu memang benar yah, Rio?"


Ibu Mona sudah mendengar tentang kedekatan Anaknya dengan Alea, tentu saja dia mendengarnya dari Viola saat berkunjung ke rumahnya.


Rio merasa gelisah, dia tidak tau kalau keluarganya sudah tau mengenai itu.


"Kalau kau memang mencintainya, Ibu tidak akan melarang! Ibu mengikuti semua yang kau putuskan."


"be, benarkah? Apa Ibu setuju?"


Ibu Mona mengangguk, yang terpenting baginya adalah kebahagiaan Rio saat ini. Tapi dia juga tidak bisa untuk langsung merebut Alea dari tangan Raja.


Rio merasa bahagia, kini dia hanya harus mengatakan semuanya pada Alea dan berharap kalau wanita itu juga menyukainya.


Setelah sampai di tempat itu, dia segera menyuruh beberapa orang untuk melakukan aoa yang dia mau, dan segera pergi ke rumah Raja setelah semuanya beres.


Raja dan keluarganya saat ini sedang duduk santai di ruang keluarga sembari baby Rayen bermain. Sesekali mereka akan tertawa saat melihat kelucuan yang bayi itu lakukan.


Alea yang menerima pesan dari Rio merasa sedikit aneh, tapi dia senang karna laki-laki itu mengajaknya ke suatu tempat. Dia segera pamit pada Raja untuk pergi bersama Rio, dan berlalu ke kamarnya untuk bersiap.


Setelah selesai bersiap, ternyata Rio sudah sampai di tempat itu, dan seperti biasa, dia akan bermain dengan bayi mungil itu.


"Kami pergi dulu yah, semuanya!" pamit Alea, begitu juga dengan Rio yang ingin pergi.


Semua orang menganggukkan kepala mereka. "Hati-hati, aku do'akan semoga semuanya lancar!"


Rio dan Alea segera pergi dari sana setelah menjawab ucapan Raja, suasana yang biasanya penuh dengan obrolan, kini malah sunyi dengan kecanggungan.


Mereka sudah sampai di tempat tujuan, Rio membawa Alea ke sebuah rumah kaca yang sangat indah. Wanita itu tampak menyukainya dan langsung masuk ke dalam dengan penuh semangat.


"bagaimana? Apa kau menyukainya?"


"tentu saja, aku sangat menyukainya! Terima kasih, Rio!" jawab Alea dengan senyum bahagia.


"Alea, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu! Apa kau tidak keberatan?"


"Katakan saja, aku tidak masalah!" tangan Alea sibuk menyentuh tanaman yang ada di sampingnya.


Rio mencoba untuk menenangkan diri, dia harus berani dan yakin kalau semuanya pasti akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Aku, aku mencintaimu, Al!"


Alea terdiam, tangan yang sejak tadi sibuk juga tidak bergerak. Satu kalimat yang Rio ucapkan berhasil membuatnya kaget sampai tidak bisa berucap apa-apa.


"aku tau kalau pasti terkejut mendengar apa yang aku katakan, aku juga tau kalau aku tidak pantas untuk mengatakan ini pada istri dari sepupuku sendiri! Tapi mau bagaimana lagi, begitulah perasaanku yang sebenarnya! Aku benar-benar mencintaimu, Al!"


Hening, tidak ada balasan apapun dari Alea. Rio mencoba untuk meliriknya dan terlihat wanita itu sedang menatapnya dengan sendu.


"Aku, aku sangat terkejut mendengarnya! Aku tidak menyangka kalau kau punya perasaan seperti itu padaku, tapi, tapi aku tidak bisa ...."


Alea memalingkan wajahnya, air mata menetes membasahi wajah. Rio beranjak bangkit dan bersimpuh tepat di kaki Alea membuatnya terkejut setengah mati.


"apa, apa yang kau lakukan?"


"Lihat aku, Alea! Apa, apa kau tidak mencintaiku?" Tangan Rio menggenggam kedua tangan Alea.


"aku, aku wanita beristri, Rio! Aku tidak pantas menerima perasaan lelaki lain!" Alea mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengingatkan lelaki itu tentang statusnya.


"aku tau, aku hanya ingin bertanya apakah kau mencintaiku?" ternyata Rio tidak terpengaruh.


Alea diam, dia tidak sanggup untuk mengeluarkan kata-kata. Mata mereka saling berpandangan seakan menyiratkan perasaan masing-masing.


"aku mohon, jawablah pertanyaanku, Al!" ucap Rio dengan lirih.


"aku, aku juga mencintaimu, Rio! Tapi aku tidak bisa!"


"aku akan mengatakannya pada Raja!"


Alea kembali diam, dia tidak bisa bersama Rio bukan karna Raja tapi karna ketidaksempurnaannya menjadi seorang wanita.


"aku wanita yang memiliki kekurangan, Rio! Aku tidak bisa memberimu keturunan!"


Akhirnya kalimat itu terucap juga dan langsung dibalas dengan gelengan kepala Rio.


"aku tidak peduli tentang semua itu, Al! Sebelum aku mencintaimu, aku sudah tau! tapi perasaaku tetap tertuju padamu!" Rio mencoba untuk meyakinkan.


"berpikirlah, Rio! Aku tidak bisa memberikan keturunan padamu, sama seperti Raja!"


"dan aku tidak peduli! kita bisa mengangkat anak dan melakukan cara lain untuk itu! Lagipula semuanya sudah di atur oleh Tuhan, kita percaya saja kalau semuanya akan berjalan lancar!"


Rio terus meyakinkan Alea kalau dia benar-benar mencintainya, apapun kekurangan dalam diri wanita itu, dia sudah menerima semuanya.


Alea terlihat bimbang, bayangan masa lalu kembali menghantuinya. Akan tetapi, semua itu terjadi juga karna perbuatannya.


"Al, aku mohon terimalah aku!" pinta Rio.


"ba-baiklah, aku menerimamu!"


"hah? Coba, coba katakan sekali lagi?" Rio merasa tidak percaya dengan jawaban Alea.


"Aku menerimamu, Rio! Mari kita jalani ini bersama, aku harap kebahagiaan akan selalu menyertai kita!"


Rio dan Alea saling berpelukan dengan perasaan bahagia yang membuncah, mereka berharap agar cinta mereka tetap abadi sampai kapanpun.




__ADS_1


Tamat.


Terima kasih untuk semua dukungannya Readers 🥰 cerita mereka kini benar-benar sudah berakhir 🥺 jangan lupa untuk mampir ke karya baru aku yah 😍 dijamin tidak kalah seru dari cerita ini, sekian dan terima kasih 🙏 peluk jauh dari aku 🤗


__ADS_2