
Pesawat yang ditumpangi oleh Raja dan Viola sudah mendarat di dibandara, terlihat para penumpang satu persatu mulai keluar dari pesawat, termasuk Viola yang sudah bersiap untuk bangkit dari duduknya.
"Aw!" Viola yang akan bangkit tidak sengaja menyenggol lutut Raja dan menyebabkan lutut lelaki itu menendang perutnya, dia berteriak sedikit kencang karna merasa sakit dibagian perut itu.
"Ada apa? kenapa?" Raja yang masih tertidur langsung bangun dan bangkit saat mendengar teriakan Viola, dia lalu memegang perut Viola karna melihat wanita itu meringis sambil memegangi perutnya.
"apa yang terjadi? kenapa kau kesakitan?" tanya Raja dengan tidak sabaran, dia bahkan sudah mengangkat baju Viola dan ingin melihat perut wanita itu secara langsung.
"apa yang kau lakukan? apa kau mau menelanjangiku?" bentak Viola, dia menyingkirkan tangan Raja hang ada di atas perut.
"aku ingin melihat anakku, aku yakin kalau terjadi sesuatu padanya," Raja tetap keukeh ingin membuka baju Viola membuat beberapa orang yang masih berada ditempat itu terkikik geli.
Viola sendiri ingin sekali memukul kepala lelaki itu, apalagi saat ini mereka sedang diperhatikan oleh orang lain membuat Viola merasa malu.
"aku tidak apa-apa, perutku hanya terasa sedikit ngilu,"
"kalau gitu, kita harus kerumah sakit!" sambar Raja, dia lalu menggendong Viola ala bridal style membuat wanita itu sangat terkejut.
"apa, apa yang kau lakukan?" teriak Viola, dia menggoyang-goyang tubuhnya agar Raja segera menurunkannya.
"turunkan aku, Raja! apa kau tidak tau, kalau saat ini kita menjadi bahan tontonan orang-orang!" ucap Viola dengan suara tertahan, dia menyembunyikan wajahnya didada bidang lelaki itu karna merasa benar-benar sangat malu.
"diam! apa kau mau ku lempar dari atas pesawat ini?" ancam Raja, dia terus melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam pesawat dengan tetap menggendong Viola.
Viola yang tadinya memberontak, kini tampak diam dalam gendongan Raja. Dia mencengkram kuat bahu lelaki itu supaya tidak terjatuh ke atas tanah.
Raja segera menurunkan Viola ke samping sebuah mobil yang memang sudah tersedia dibandara, Raja maupun Viola langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan melaju kencang ke jalan raya.
"tunggu, inikan bukan jalan menuju rumah?" seru Viola, dia celingukan ke sana kemari memperhatikan jalanan yang sedang mereka lewati.
"kita akan kerumah sakit," ucap Raja tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan, dia tetap memandang lurus ke depan agar bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuan.
"untuk apa? aku kan tidak kenapa-kenapa!" tolak Viola, dia merasa tidak sedang sakit sama sekali.
"kau memang tidak apa-apa, tapi anakku sedang kesakitan!"
__ADS_1
Viola menatap Raja dengan tajam, dia tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran lelaki itu saat ini.
"apa yang sedang dia pikirkan? dan dari mana dia tau kalau anak ini sedang kesakitan? apa dia sudah gila?" Viola menghela napas kasar, percuma juga untuk membantah lelaki itu karna nantinya dia juga yang akan kalah.
Sesampainya mereka dirumah sakit, Raja langsung saja membawa Viola untuk diperiksa. Dia ingin memastikan keadaan anaknya kalau saat ini anaknya itu sedang baik-baik saja.
"kondisi janin Nyonya sangat sehat, dan tidak terjadi sesuatu padanya," ucap seorang Dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"apa kau yakin?" Raja masih terlihat ragu dengan hasil pemeriksaannya, dia menatap tajam kearah layar monitor yang menampilkan wujud janin yang ada dalam kandungan Viola.
"saya sangat yakin, Tuan! anak anda sangat sehat, dan dia sudah berusia 6 minggu," jawab Dokter itu lagi, dia menunjukkan perkembangan janin yang masih berbentuk titik pada Raja dan juga Viola.
Setelah merasa yakin kalau anaknya baik-baik saja, Raja dan Viola memutuskan untuk segera pulang. Mereka tidak memberitahu kepulangan mereka pada Mama Vivi dan juga Alea, karna memang semuanya sangatlah mendadak.
"Raja? Viola?" gumam Alea saat dia sedang berdiri dihalaman depan, dia melihat mobil Raja masuk ke dalam gerbang rumah mereka.
Alea segera menghampiri Raja dan Viola yang baru saja memarkirkan mobil mereka, walaupun Alea merasa kaget, tetapi dibalik itu dia sangat senang karna suaminya sudah kembali kerumah itu.
"Honey!" Alea memeluk tubuh Raja dengan erat saat Raja baru saja turun dari mobil, dia menumpahkan segala kerinduan yang sudah beberapa hari ini dia rasakan.
Viola yang masih berdiri di samping mobil memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah, entah apa yang sedang terjadi padanya, tapi saat ini dia merasa sesak seakan-akan ada duri yang menusuk dalam relung hatinya.
"Apa yang terjadi padaku?" Viola menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk menghilangkan segala sesuatu yang sedang dia rasakan saat ini.
"Mama!" Viola yang baru sampai diruang tamu melihat Mama Vivi sedang berjalan kearah dapur, dia lalu bergegas mendekati wanita paruh baya itu yang tercengang melihat keberadaannya.
"Viola? kau sudah kembali?"
Viola memeluk Mama Vivi dengan erat karna memang dia merindukan mama mertuanya itu, dia juga sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar tentang kehamilannya pada semua orang.
"bagaimana kabar Mama? sehatkan?" tanya Viola, dia menggandeng lengan Mama Vivi dan membawanya duduk di atas sofa.
"Mama sehat, Sayang! kau sendiri bagaimana?" tanya Mama Vivi kembali, dia mengelus pipi Viola yang tampak lebih berisi dari biasanya.
Viola menganggukkan kepalanya, "aku juga sehat, Ma!"
__ADS_1
Mama Vivi mengalihkan perhatiannya pada Raja dan Alea yang baru saja masuk ke dalam rumah, dia menepuk sofa yang ada disebelahnya untuk menyuruh Raja duduk ditempat itu.
"apa kabar, Ma?" tanya Raja sembari menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Dia merasa sangat lelah dengan perjalanan yang baru saja dia lalui.
"Mama sehat! oh iya, kenapa kalian pulang hari ini? bukannya lusa?" tanya Mama Vivi.
"Ada urusan penting, Ma! dan sekarang aku harus pergi ke kantor." Raja bangkit dan berlalu keluar menuju perusahaan.
Setelah kepergian Raja, Viola, Mama Vivi dan Alea tampak saling mengobrol ringan. Mama Vivi dan Alea bertanya tentang keadaan Vedri, dan juga apa-apa saja kegiatan yang Viola habiskan bersama dengan Raja.
"keadaan Vedri sudah jauh lebih baik, Dokter bilang sebentar lagi dia akan sembuh total," ucap Viola, terlihat Mama Vivi dan juga Alea ikut merasa bahagia dengan kabar yang baru saja disampaikan oleh wanita itu.
"em ... Viola, ada sesuatu yang ingin Mama-" Mama Vivi tidak bisa melanjutkan ucapannya saat lengannya dicengkram oleh Alea, Alea lalu menggelengkan kepalanya untuk mencegah Mama Vivi melanjutkan apa yang ingin dia katakan.
"itu, lebih baik kamu istirahat, Viola! pasti kamu sangat lelah kan," ucap Alea kemudian, dia tersenyum canggung pada Viola saat ini.
"Benar, aku sangat lelah sekali. Kalau gitu, aku permisi dulu." Viola bangkit dan berlalu pergi ke kamarnya tanpa menaruh curiga pada Mama Vivi dan juga Alea.
"Ma, apa Mama yakin ingin menyelesaikan semuanya?" tanya Alea setelah Viola menjauh dari mereka, dia merasa tidak tega saat melihat wajah wanita itu.
"itu keputusan yang terbaik untuk kalian bertiga, Al! dan memang seharusnya Raja tidak menikah lagi!" jawab Mama Vivi.
"baiklah, tapi lebih baik besok saja kita katakan pada Viola. Saat ini, dia pasti sangat lelah dan butuh istirahat,"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya teman aku! Dijamin seru dan bikin kalian betah buat baca 😍
__ADS_1