Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 48. Perintah Vedri


__ADS_3

Selesai makan, semua orang kembali keaktifitas mereka masing-masing, termasuk Viola yang langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya agar tidak ada siapapun yang masuk ke dalam kamar tersebut.


"Besok kesempatanku untuk pergi dari sini, aku akan membawa anakku pergi jauh dari mereka semua. Tapi, aku harus pergi ke mana?" Viola berjalan mondar mandir di depan ranjang memikirkan harus ke mana dia pergi, apalagi dia juga harus memikirkan Vedri yang besok juga akan kembali ke ke Indonesia.


"aku harus ke suatu tempat yang sangat jauh, yang tidak bisa diketahui oleh Raja. Aku yakin kalau dia pasti akan langsung mengejarku saat mengetahui kalau aku pergi dari rumah ini," Viola merasa benar-benar bingung, dia juga tidak tau harus meminta tolong pada siapa untuk menyembunyikan diri.


Di tengah kebingungan itu, tiba-tiba Viola teringat dengan seseorang. Seseorang yang tidak sengaja dia temui saat sedang berbulan mau dengan Raja, dia banyak bercerita dengan lelaki itu terkait kehidupan rumah tangganya dan di balas dengan nasehat-nasehat dari lelaki itu.


"tidak! aku tidak bisa meminta tolong padanya. Aku baru sekali bertemu dan berbincang dengannya, aku tidak tau sifat dan karakternya seperti apa," Viola kembali memikirkan orang-orang yang mungkin bisa membantunya, tetapi nihil. Tidak ada satupun orang yang bisa dia mintai tolong.


"Ya Tuhan, tolonglah aku. Tolong bantu aku untuk pergi dari tempat ini, aku tidak ingin apapun dariMu, Tuhan! aku mohon selamatkan Anakku ini." Viola terisak sembari mengusap perutnya, dia benar-benar tidak tau harus pergi ke mana saat ini.


Karna terlalu lelah menangis, Viola tertidur dengan posisi meringkuk. Dia tidak sadar kalau sejak tadi ponselnya terus bergetar menandakan kalau saat ini ada seseorang yang sedang menelponnya.


Sementara itu, Raja yang sedang berada diruang kerjanya merasa sedikit tidak nyaman. Dia kembali menutup laptopnya karna tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan semua masalah yang disebabkan oleh seseorang.


"sial! awas saja kalian, kali ini aku tidak akan lagi mengalah!" ucap Raja dengan penuh emosi, dia merasa sangat kesal karna ada seseorang yang mencoba untuk menghancurkan pekerjaannya.


Tiba-tiba, ada sebuah tangan yang melingkar dileher Raja membuat lelaki itu langsung mendongakkan kepala.


"ada apa, honey? apa terjadi masalah?" tanya Alea, dia memeluk Raja dengan erat seraya duduk dipangkuan lelaki itu.


Raja menghembuskan napas kasar. "waktu aku di Singapura, ada seseorang yang meretas data perusahaan dan menghancurkan beberapa founder yang sedang kami kerjakan."


Alea membulatkan matanya saat mendengar apa yang Raja katakan, dia lalu bangkit dan duduk dikursi yang ada di hadapan lelaki itu.


"bukannya ada Kenan?" ucap Alea, dia heran kenapa sekretaris pribadi Raha bisa sampai kecolongan seperti ini.


"semua sudah direncanakan, Al" Raja lalu menceritakan apa yang telah terjadi beberapa hari lalu.


Kenan yang sedang dalam perjalanan pulang mendadak dihadang oleh beberapa orang tidak dikenal, orang-orang berpakaian hitam itu langsung menyerangnya dengan membabi buta membuat Kenan kewalahan untuk melawan mereka.


Perkelahian pun berlangsung, butuh waktu sekitar 40 menit untuk Kenan mengalahkan orang-orang itu. Tanpa Kenan ketahui, disaat dia mengalahkan mereka, ternyata ada beberapa orang yang mencoba untuk menerobos server pertahanan perusahaan.

__ADS_1


Kenan yang baru saja dihubungi oleh pihak IT langsung memerintahkan mereka untuk mengamankan data, tetapi ada sebagian data yang tidak sempat untuk diselamatkan dan berhasil dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"itu sebabnya aku langsung pulang saat menerima kabar dari Kenan," ucap Raja setelah selesai menceritakan semuanya.


"lalu, siapa yang melakukan itu?" tanya Alea dengan cepat, sebenarnya dia sudah curiga pada seseorang, tetapi dia ingin mendengar langsung pelaku yang telah berbuat jahat pada perusahaan Raja.


"Kenan belum mendapatkan bukti kuat tentang mereka, dia hanya mengatakan kalau mungkin saja semua ini ulah dari lelaki busuk itu!" jawab Raja, dia bahkan tidak sudi untuk menyebut nama Pamannya sendiri.


"aku yakin kalau semua ini adalah ulahnya!" ucap Alea, dia yakin kalau Paman Raja sendirilah yang selama ini selalu berusaha untuk menghancurkannya.


****


Hari telah berganti malam, suasana rumah yang tadinya ramai kini sudah sunyi senyap dihembus oleh semilir angin malam.


Saat ini, Viola tampak merenung sembari memandang rembulan yang bersinar dengan cerah. Suasana malam yang tenang membuat hatinya terasa kian damai, walaupun pada kenyataannya, jiwanya saat ini sedang digempur habis-habisan dengan keadaan yang terasa sangat menyakitkan.


Viola berbalik dan berjalan untuk mengambil ponsel yang tergeletak di atas ranjang, dia lalu melihat ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Dokter Rangga.


"Kenapa panggilannya banyak sekali?" Viola memutuskan untuk kembali menelpon Dokter Rangga, dia takut terjadi sesuatu dengan Vedri saat melihat ada 7 panggilan tidak terjawab dari lelaki itu.


Viola mengerutkan keningnya saat mendengar suara Vedri. "Vedri? apa kau yang tadi sore menelpon Kakak?"


"benar, Kak! ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Kakak," ucap Vedri disebrang telpon.


"ada apa? apa kau baik-baik saja?" tanya Viola dengan khawatir, walau kondisi Vedri sudah stabil, tapi saat ini adiknya itu tetap harus diperhatikan.


"aku baik-baik saja Kak, kakak tidak perlu khawatir! tapi, sebelum aku mengatakan sesuatu, aku ingin bertanya dulu pada Kakak," jawab Vedri.


"cih, dasar! banyak sekali yah, permintaanmu!" seru Viola, terdengar gelak tawa Vedri dari sebrang telpon karna apa yang diucapkan oleh Kakaknya itu.


"tentu saja, aku memang selalu banyak permintaan! Hehe," balas Vedri dengan diiringi oleh tawanya.


"aku ingin bertanya, apa Kakak sudah menentukan ke mana Kakak akan pergi?"

__ADS_1


Viola yang tadinya ikut tertawa karna ucapan Vedri, kini langsung menghentikan tawanya. Dia tidak menyangka kalau adiknya akan bertanya seperti itu.


"Kak? apa kau mendengarku?"


"hah! i-iya aku mendengarnya," ucap Viola dengan gugup.


"lalu, ke mana Kakak akan pergi?" tanya Vedri kembali.


Viola bingung harus menjawab apa pada adiknya itu, karna memang dia juga tidak tau ke mana dia harus pergi besok. "itu, itu ...."


"datanglah ke sini, Kak! kita akan pergi kesuatu tempat yang tidak akan pernah ditemukan oleh suamimu itu!"


"A-apa?"


"Kakak tenang saja, aku mengenal seseorang yang bisa membantu kita. Dan akan kupastikan, kalau keluarga suami Kakak itu tidak akan pernah bisa menemukan kita!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?


Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh.

__ADS_1



__ADS_2