
1 bulan, 2 bulan bahkan sampai 7 bulan berlalu, Raja dan Kenan belum bisa menemukan keberadaan Viola yang hilang bak ditelan bumi.
Selama 7 bulan Raja sudah berpindah-pindah Negara untuk mencari keberadaan Viola, dia bahkan mengerahkan seluruh koneksinya dan melibatkan pihak kepolisian untuk mencari wanita itu.
Namun hasilnya nihil, mereka semua tidak dapat menemukan kabar tentang Viola dan semua itu membuat Raja murka dan hampir kehilangan kewarasannya.
Mama Vivi dan Alea juga turut mencari di mana Viola saat ini, mereka berdua membayar beratus-ratus orang untuk mencari wanita yang telah mereka usir dan mereka sakiti.
"sebenarnya di mana kamu, Viola? apa kamu baik-baik saja?" lirih Mama Vivi, rasa sesal terus menggerogotinya sampai hari ini, bahkan Raja sendiripun jarang sekali berbicara padanya walaupun lelaki itu sudah melupakan apa yang Mama Vivi lakukan terhadap Viola.
Sementara Alea sama sekali belum mendapat maaf dari Raja, lelaki itu selalu menghindar saat Alea ingin menemui. Mereka tinggal satu rumah tetapi bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal.
"Semua ini benar-benar salahku, Ma! aku telah berdosa pada Viola. Andai waktu bisa diputar ulang, aku pasti tidak akan pernah melakukan ini padanya." Alea terisak di samping Mmaa Vivi, dia benar -benar merasa menyesal dengan segala perbuatan yang telah dia lakukan.
Mama Vivi menepuk bahu Alea guna untuk menyemangati menantunya itu. "semua sudah berlalu, Al! dan bukan hanya kau saja yang merasa bersalah, Mama jauh lebih merasa bersalah terhadap Viola. Entah apa yang sudah terjadi padanya, sampai saat ini Raja belum bisa menemukannya."
Mama Vivi juga ikut terisak, kedua wanita itu menangis dengan tersedu-sedu meratapi semua perbuatan yang telah mereka lakukan.
Dari kejauhan, tampak Raja memperhatikan apa yang Mama Vivi dan Alea lakukan. Sejujurnya, dia sudah memaafkan perbuatan mereka. Tetapi hatinya tetap merasa sesak saat mengingat apa yang telah mereka lakukan, terutama Alea, dia bahkan enggan untuk melihat wajah wanita yang selama ini dia cintai.
"Ka-kau sudah pulang honey?" Alea berdiri saat melihat Raja masuk ke dalam rumah, dia mengusap air mata yang masih membekas diwajahnya.
Raja hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Alea, dia lalu berjalan kearah kamar tanpa berbicara pada Alea dan Mama Vivi.
Alea terus melihat kearah Raja sampai lelaki itu tidak terlihat lagi, sejak kepergian Viola, dia tidak pernah berbicara lagi dengan Raja.
Jangankan bicara, bahkan Raja saja enggan untuk melihat wajahnya. Hatinya begitu sakit bak teriris sembilu, sungguh dia tidak menginginkan hal ini terjadi dalam rumah tangganya.
"Kau mau ke mana Al?" Mama Vivi menahan tangan Alea yang sudah ingin melangkahkan kakinya, dia tau kalau Alea pasti ingin menemui Raja.
__ADS_1
"aku, aku ingin menemui Raja, Ma!" lirihnya, dia melihat kearah Mama Vivi dengan mata berkaca-kaca.
Mama Vivi sebenarnya kasihan melihat nasib Alea, karna sudah sekian lama, Raja belum juga mau berbicara dengan wanita itu.
"Sayang, kau tau sendiri kalau Raja masih tidak ingin berbicara denganmu, Mama tidak ingin kalau dia semakin marah dan membencimu," ucap Mama Vivi.
Hubungan rumah tangga antara Raja dan Alea kini sudah berada diujung tanduk, beberapa kali Alea mencoba untuk meminta pengampunan dari Raja, tetapi lelaki itu tetap tidak ingin untuk berbicara dengannya.
"sampai kapan, Ma? sampai kapan dia akan mendiamkan aku seperti ini?" teriak Alea, dia menutup wajah ya dengan kedua tangan diiringi tangisan yang terdengar begitu pilu.
Mama Vivi memeluk Alea dengan erat seraya menenangkannya, untuk kali ini dia tidak mau lagi membela ataupun berbicara pada Raja mengenai Alea. Dia tidak mau lagi membuat masalah yang akan semakin menambah beban putranya itu.
"Aku, aku sudah memikirkan semuanya, Ma! aku ingin pergi dari sini."
Mama Vivi langsung melepaskan pelukannya saat mendengar ucapan Alea, sementara wanita itu hanya tersenyum tipis melihat kearah Mama Vivi.
"apa kau ingin menambah masalah?" ucap Mama Vivi dengan emosi tertahan, dia mencoba untuk bersikap tenang saat ini.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan? hah! apa kau ingin menambah beban untuk Raja?"
Alea menggelengkan kepalanya, sungguh dia tidak bermaksud untuk menambah masalah. Akan tetapi, saat ini itulah keputusan yang dia ambil.
"Aku tidak akan menyusahkan Raja lagi, Ma! sejak kepergian Viola, aku sadar kalau ternyata Raja sangat mencintainya. Rasa cinta yang sejak dulu dia berikan untukku, kini dia telah menyerahkan semuanya pada Viola. Lalu, apa lagi yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?" Alea menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.
"aku juga sangat mencintai Raja, Ma! Aku sangat mencintainya, bahkan aku lebih mencintainya daripada diriku sendiri, dan karna rasa cintaku itu, aku menjadi orang yang egois dan mementingkan diriku sendiri. Hingga, hingga aku memisahkan Raja dengan Viola," sambung Alea, dia mengusap air mata yang menetes diwajahnya.
"Mama tau kalu kau menyesal, Al! tapi bukan berarti kau bisa pergi begitu saja dari sini!" Mama Vivi tidak setuju dengan apa yang ingin Alea lakukan, dia tidak mau kalau Raja semakin sedih dengan kepergian wanita itu.
"Aku janji kalau aku akan menemukan Viola, Ma! Aku janji kalau aku akan menyatukan Raja dengannya, dan, dan aku juga akan melihat perut Viola yang pasti sudah membulat sekarang,"
__ADS_1
"lalu? Kau akan apa lagi?"
Mama Vivi dan Alea menoleh kearah tangga, terlihat Raja sedang berdiri ditangga tersebut sembari menatap mereka dengan tajam.
"Raja?"
"apa belum cukup kau membuat aku seperti ini, Al? apa kau ingin menghancurkanku sampai tak bersisa lagi?
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.
Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.
Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?
__ADS_1
Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul " Young Mommy "