
Hari-hari terus berganti, minggu berganti bulan dan bulan berganti dengan tahun. Sejak kehadiran baby Rayen dalam keluarga besar Ganendra, rumah itu selalu ramai dikunjungi sanak saudara.
Mulai dari yang dekat sampai yang jauh, semua keluarga turut bahagia atas lahirnya penerus keluarga besar mereka. Sesekali keluarga Alea juga ikut melihat baby Rayen, walaupun mereka masih memusuhi Viola sampai saat ini.
"Cih, hanya karna uang dia rela menjual diri!"
Itulah cibiran yang selalu Viola dengar, tapi tentu saja telinganya sudah kebal dan tidak mempan dengan ucapan-ucapan mereka.
Sementara itu, kedekatan antara Rio dan Alea semakin hari semakin menjadi. Banyak para pelayan yang mulai berbisik-bisik karna kedekatan mereka, dan Viola selalu menjadi tameng dan pembela untuk Alea dan Rio. Bahkan, Mama Vivi sampai menanyakan perihal kedekatan itu dengan Alea.
"Alea, akhir-akhir ini Mama perhatikan kau sangat dekat dengan Rio!"
Obrolan ringan saat semua orang sedang berada dimeja makan untuk menikmati sarapan, Alea yang sedang sibuk menyuapi baby Rayen teralihkan oleh ucapan Mama Vivi.
"Iya Ma, dia sering bermain dengan Rayen." mengambil suapan kedua untuk bayi mungil itu.
"Bukan dengan Mamanya Rayen?" Mama Vivi menyipitkan mata kearah Alea.
Alea tersipu malu. "Tidak lah Ma, dia hanya ingin bermain dengan sih gembul ini." Alea menarik pipi Rayen yang bulat seperti bakpao.
Viola dan Raja tersenyum simpul mendengar ucapan Alea, begitu juga Mama Vivi yang sudah memperhatikan kedekatan antara Rio dan menantunya.
"selamat pagi semuanya!"
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, semua orang melihat kesumber suara yang hampir setiap hari mereka dengar.
"Pagi juga, Rio! ayo kita sarapan!" Mama Vivi mengambilkan sepotong roti yang sudah dilumuri dengan selai untuknya dan diterima dengan ucapan terima kasih oleh lelaki itu.
"ungkel!" tiba-tiba terdengar celotehan Rayen yang sepertinya sedang memanggil Rio.
__ADS_1
"helo, Boy! wah, jelepotan sekali makannya." Rio terkikik geli melihat wajah Rayen yang sudah penuh dengan selai.
"mamam!" jawab bayi mungil itu sembari menunjukkan apa yang sedang dia makan.
"dia belum pernah memanggilku Papa! kenapa dia sudah memanggilnya uncle?" muncul kecemburuan sosial dihati seorang Ayah pada anaknya.
"setiap harikan Rayen bermain dengan Rio, tentu saja dia sudah hapal dengan panggilannya!" seru Viola, dia lalu mengusap wajah Rayen dengan tisu agar tidak belepotan lagi.
"Cih!" Raja mendengus sebal dengan jawaban Viola dan itu berhasil membuat semua orang geleng-geleng kepala.
"mulai besok, aku harus memberi banyak pekerjaan pada Rio supaya dia tidak bisa bermain dengan anakku!" itulah tujuan mulia yang ingin Raja lakukan untuk kedepannya.
Selesai sarapan, Raja dan Rio berangkat ke kantor. Tidak lupa bermain sebentar dengan Rayen, lalu dengan para Mamanya. 🤭
"apa kau tidak berniat untuk berhubungan serius dengannya?" tiba-tiba Raja bertanya pada Rio saat dalam perjalanan menuju kantor.
"apa maksudmu?" Rio merasa bingung dan tidak mengerti
"hah?" tiba-tiba Rio diselimuti kegugupan, dia seperti sedang tertangkap basah selingkuh dengan istri saudaranya sendiri.
"sangking cintanya jadi tidak bisa menjawab yah!"
"hah! apa, apa maksudmu? bukan seperti itu kok," suaranya lirih terdengar, mulutnya berkata tidak tapi wajahnya bersemu merah.
"aku tidak tau bagaimana perasaannya, tapi yang aku tau, kalau kau sudah jelas mencintainya!" seperti seorang dukun yang bisa melihat hati seseorang.
"dia istrimu, Raja! tidak mungkin-"
"tentu saja dia istriku, dan aku mencintainya! tapi ..."
__ADS_1
"tapi sejak menikah dengan Viola, kau jadi tidak menginginkannya lagi?" tuduh Rio.
Raja menghela napas kasar. "Aku akui kalau saat ini Viola sangat berarti untukkku, dan aku sangat mencintainya. Tapi bukan berarti aku tidak mencintai Alea lagi, dia tetap berarti dalam hidupku!"
Begitulah penjelasan singkat mengenai perasaannya terhadap Viola dan Alea, karna baginya kedua wanita itu benar-benar sangat berarti.
"tapi kalau dia mencintai lelaki lain, dan bahagia bersama lelaki itu. Maka aku akan melepasnya!" sambung Raja.
"dia mencintaimu, Raja! seharusnya kau sadar itu," Rio mencoba mengingatkan Raja tentang pengorbanan yang telah Alea lakukan.
"tentu saja dia mencintaiku, tapi ... dia juga mencintaimu sekarang!"
Tubuh Rio terasa kaku, dadanya bergemuruh hebat mendengar ucapan lelaki itu.
"kalau kalian saling mencintai, maka aku akan mendukungnya. Asal kau bisa membuatnya bahagia lebih dari apa yang aku lakukan padanya, dan jangan menyakitinya seperti apa yang sudah kulakukan!"
Suasana menjadi hening, sepertinya hanya itu saja yang bisa Raja lakukan saat ini. Dia melepaskan Alea bukan karna tidak mencintainya lagi, juga bukan sudah adanya Viola dan Rayen dalam hidupnya.
Tetapi dia belajar dari kejadian yang telah terjadi pada mereka, yaitu tidak bisa ada dua wanita dalam satu rumah tangga. Bagaimana pun hati wanita akan sangat sakit jika harus berbagi suami dengan wanita lain.
"aku akan melakukannya, aku akan membuatnya jauh lebih bahagia!"
•
•
•
Tbc.
__ADS_1
Yeay, akhirnya aku buat bonus chapter untuk kalian 😘 semoga kalian semua merasa senang 😍 dan aku akan kasi 2 bonus chapter untuk kalian semua 🥰 setelah itu cerita ini benar-benar berakhir 🤗
Mohon dukung karya-karya baru aku juga yang akan rilis hari ini yah 🙏 terima kasih 🥰