
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Viola tiba di Singapura. Dia segera keluar dari bandara untuk mencari taxi dan menuju kerumah sakit.
Sepanjang perjalanan, Viola terus merasa pusing. Tubuhnya terasa sangat lemas hingga beberapa kali dia terpaksa memejamkan mata mencoba untuk mengistirahatkan tubuh.
"kita sudah sampai, Nyonya!"
Viola kembali membuka mata saat mendengar ucapan supir taxi yang dia tumpangi, Viola segera membayar biaya taxinya dan berlalu keluar dari mobil.
"Hah! akhirnya aku sampai di sini juga." Viola berjalan dengan pelan untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Beberapa kali Viola teringat saat-saat kebersamaannya dengan Raja, dia mencoba untuk tetap kuat dan melupakan semua hal yang terjadi di masa lalu.
"Kakak!"
Viola yang baru menginjakkan kaki dilobi rumah sakit terkejut saat melihat Vedri dan Dokter Rangga, dia segera mendekati mereka yang juga sedang berjalan kearahnya.
"kalian menyambutku?" tanya Viola dengan tidak percaya, dia merasa tidak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua.
"tentu saja aku harus menyambut kedatangan Kakak!" jawab Vedri, dia memajukan kursi rodanya agar bisa lebih dekat dengan sang Kakak.
"memangnya ini sesuatu yang membahagiakan apa!" cibir Viola, mereka tidak tau saja kalau saat ini hatinya terasa begitu pilu.
"Tentu saja membahagiakan, karna mulai saat ini kakak akan terbebas dari segala ikatan dari manusia-manusia itu. Aku yakin Kakak pasti akan jauh lebih bahagia kedepannya."
Viola tersenyum sembari mengusap bahu Vedri, yah dia tidak tau apakah dia akan bahagia atau tidak, tapi yang pasti saat ini dia sudah merasa senang karna ada adik dan buah hati yang bersamanya.
"bagaimana kabarmu, Viola?" tanya Dokter Rangga, dia tersenyum manis pada Viola yang juga tersenyum padanya.
"aku baik, Dokter. Bagaimana denganmu?"
"Yah, aku baik seperti biasanya." Dokter Rangga tertawa renyah membuat Viola ikut tersenyum lebar melihat tawanya.
"oh iya, ayo, Kak! ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada Kakak," celetuk Vedri tiba-tiba, dia menunjuk kearah luar untuk mengajak Viola pergi ke sana.
Viola menganggukkan kepalanya lalu mendorong kursi roda Vedri dan menuruti apa yang adiknya itu inginkan, dengan diikuti oleh Rangga yang tetap setia berada disisi mereka.
__ADS_1
"Kak Rio!"
Seorang lelaki yang sedang duduk disebuah kursi yang ada ditaman, langsung menoleh kearah Vedri saat mendengar panggilannya. Dia bangkit dengan senyum lebar sembari melihat kearah mereka.
Mata Viola membulat sempurna saat mengenali siapa sosok lelaki yang dipanggil oleh adiknya, lelaki yang secara tidak sengaja bertemu dan berbincang dengannya.
"ayo, Kak! kenapa Kakak malah melamun?" seru Vedri.
"I-iya." Viola kembali mendorong kursi roda Vedri untuk mendekati lelaki yang sedang tersenyum pada mereka.
Viola terpaku saat melihat interaksi antara Vedri dengan lelaki bernama Rio itu, mereka sudah seperti Kakak adik yang sangat akrab. Begitu juga dengan Dokter Rangga, Dokter itu ikut mengobrol ria bersama mereka berdua.
"kita bertemu lagi, Viola!"
Viola tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Rio, sementara Vedri dan Rangga terkejut karna ternyata Rio sudah mengenal Viola.
"i-iya, Rio," ucap Viola sembari tersenyum canggung.
"wah! apa ini? kalian ternyata sudah saling kenal?" seru Vedri.
Vedri dan Rangga mengangguk-anggukkan kepala mereka mendengar cerita Rio, sementara Viola hanya dia sembari memperhatikan lelaki yang tidak dia sangka-sangka akan kembali bertemu dengannya.
"berarti kalian memang jodoh!"
Plak. "Aw!"
Viola memukul kepala Vedri sampai adiknya itu menjerit sakit, dia merasa malu sekaligus kesal dengan ucapan yang keluar dari mulut Vedri.
"dasar mulut lemes! apa dia tidak ingat kalau saat ini aku sedang mengandung? bisa-bisanya dia bilang-bilang jodoh dengan orang lain!" Viola ingin sekali mencekik leher Vedri agar adiknya itu menutup mulutnya.
Rio hanya tersenyum lebar melihat Viola dan juga Vedri, dia yang awalnya hanya sekedar berbincang dengan Vedri, tidak menyangka kalau pemuda itu adalah adik dari seorang wanita yang pernah bertemu dengannya.
"baiklah! kalau begitu, apa kita sudah bisa pergi?" tanya Rio, dia berjalan ke belakang kursi roda Vedri untuk mendorong pemuda itu.
"tentu saja, ayo!" seru Vedri dengan semangat, dia sudah tidak sabar untuk menghirup udara ditempat lain selain dirumah sakit yang sudah seperti penjara baginya.
__ADS_1
"tunggu! kalian mau pergi ke mana?" Viola yang memang belum mengerti dengan semua tampak sangat bingung, terlebih-lebih saat ini Rio juga ikut bersama dengan mereka.
"begini, Kak! tadi malam aku bilang kalau ada seseorang yang bisa membantu kita kan? nah, orang itu adalah Kak Rio! dia akan membantu kita untuk pergi kesuatu tempat yang tidak diketahui oleh orang lain," jelas Vedri, dia juga mengatakan kalau Rio sudah mengganti identitas mereka agar siapa pun yang mencari mereka tidak akan pernah berhasil.
"ta-tapi kenapa? kenapa kau mau membantu kami?" tanya Viola, dia takut kalau nantinya Rio akan meminta imbalan dengan apa yang telah lelaki itu lakukan untuk mereka.
"itu karna aku juga pernah berada diposisi kalian! jadi aku paham betul bagaimana perasaab kalian saat ini," jawab Rio.
Setelah Vedri meyakinkan Viola untuk pergi bersama Rio, akhirnya mereka semua berangkat kesuatu tempat yang akan menjadi tempat tinggal mereka dengan menggunakan identitas baru.
"baiklah, aku ikuti saja semua yang sudah disiapkan oleh Vedri. Bagus juga kalau aku punya identitas baru, agar siapa pun tidak bisa menemukan aku! Aku akan membuka lembaran baru dalam hiduoku bersama dengan Vedri, dan juga anak yang sedang aku kandung!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
Wajah mungkin sama, tapi tidak dengan hatinya.
Ian Xander terkejut ketika dikhianati kekasihnya yang cantik Elevika Zarin, yang meninggalkannya demi pria yang lebih kaya.
5 tahun kemudian, Ian menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya itu walaupun dia berjilbab, berkacamata tebal dan tidak cantik bernama Noura. Ia jatuh cinta dan mengejarnya. Ia pun kemudian melamarnya.
Namun kemudian ia mengetahui bahwa Noura adalah kembaran Vika, mantan kekasihnya dulu. Saat itu juga ia marah dan berniat balas dendam dengan menyengsarakan Noura.
__ADS_1