Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 67. Menghilangnya Viola dan Rayen.


__ADS_3

Setelah mengetahui semua kebenaran tentang identitasnya, Rio berniat untuk menemui Raja. Namun, Ibunya melarangnya untuk melakukan semua itu.


"aku harus memberitahukan semuanya pada Raja, Bu!"


"untuk apa? untuk apa, Rio? tidak ada gunanya memberitahu mereka! lagipula, kita sudah rela pergi dari mereka-"


"apa Ibu tidak merasa bersalah? Ibu bahkan berbohong tentang kematian Disty!" ucap Rio dengan tajam, selama bertahun-tahun dia selalu bertanya mengenai keberadaan adiknya, tetapi Ibu Mery malah mengatakan kalau adiknya sudah meninggal.


"itu, itu karna Ibu ingin menyelamatkanmu, Nak! Ibu tidak mau-"


"dan karna kepergian kita, ayah Raja meninggal ditangan Ayahku sendiri!"


Ibu Mery mematung karna tidak bisa membantah ucapan Rio, dia memalingkan wajah ke arah samping karna tidak tau harus berkata apa lagi pada putranya.


"Kita harus meminta maaf pada mereka, Bu!" Rio menggenggam kedua tangan Ibunya dengan lembut, dia yang selama ini merindukan sebuah keluarga merasa senang saat mengetahui kalau dia masih memiliki keluarga yang lain selain Ibunya.


"tapi, tapi Ibu takut, Rio! Ibu takut kalau mereka akan menyakitimu, mereka pasti akan membalas-"


"sekarang aku sudah dewasa, Bu! aku akan mengurus semuanya, dan aku juga akan mengurus masalah Ayah-"


"itu tidak perlu!"


Rio dan Ibu Mery terkejut saat mendengar suara seseorang, sontak mata mereka membulat sempurna saat melihat Raja dan keluarganya ada di dekat mereka.


"Raja?"


"kau tidak perlu mengurusnya, karna aku yang akan membalas semua kejahatan Ayahmu!"


deg, jantung mereka semua berdebar kencang karna ucapan Raja. Sorot mata lelaki itu tampak penuh dengan kebencian dan dendam yang membara.


"Selama ini aku hanya berpikir kalau Daniel itu orang yang serakah dan gila harta, tapi kenyataannya, dia bukan hanya gila harta tapi gila jiwa! dia, dia tega membunuh suamiku, dan dia, dia yang dulu berusaha untuk melenyapkan anakku." Mama Vivi terisak dalam pelukan Alea, dia tidak sanggup akan semua kebenaran yang dia ketahui saat ini.


Ibu Mery dan Rio menundukkan kepala mereka, mereka merasa sangat bersalah dengan apa yang telah terjadi.


"maafkan kami, Raja! karna kepergian kami, Paman, Paman harus-"


"tidak perlu! kalian tidak perlu meminta maaf, karna aku juga tidak akan meminta maaf saat aku membunuh ayahmu!" potong Raja, dia berbalik dan hendak pergi dari tempat itu.


"tunggu, Raja!" tahan Rio, dia mendekati Raja yang masih membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


"tolong, beri aku kesempatan untuk bersamamu. Aku ingin membantumu untuk menangkap, dan membuktikan tentang pembunuhan yang telah Ayahku lakukan,"


"Itu tidak perlu! aku tidak butuh bantuan siapa pun untuk melakukannya, lagipula, bagaimana bisa aku mempercayai putra dari musuhku? kita tidak tau kan, kapan kau akan mencabut pisaumu!" Raja lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan semua orang yang masih terpaku ditempat mereka masing-masing.


Namun, saat baru beberapa langkah berjalan. Tiba-tiba seluruh listrik yang ada ditempat itu padam, keadaan yang gelap gulita membuat seluruh penghuni rumah sakit menjadi penuh dengan keributan.


"apa yang terjadi? kenapa lampunya padam?" seru Rio, dia bergegas mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.


"cih! rumah sakit macam apa ini? bisa-bisanya-" Raja tidak jadi melanjutkan ucapannya, dia ingat kalau Viola masih berada di dalam ruangannya.


"Viola!" Raja mengambil ponselnya dan menghidupkan senter yang ada diponsel tersebut, dia lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan Viola.


Rio, Mama Vivi, Alea dan juga Ibu Mery tampak mengikuti langkah Raja dengan memegang ponsel masing-masing yang digunakan untuk penerang jalan.


Karna suasana gelap dan banyaknya orang-orang yang berlalu lalang, mereka tampak kesusahan untuk melihat keadaan Viola dan bayinya.


Beberapa menit kemudian, listrik yang ada ditempat itu kembali menyala. Raja dan yang lainnya segera mempercepat langkah mereka menuju ruangan Viola.


Betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam ruangan Viola, ruangan yang tadinya rapi kini tampak sangat berantakan.


"Viola!" panggil Raja, dia mencari Viola ke dalam kamar mandi tetapi tidak menemukan keberadaan wanita itu.


"Darah? kepalanya berdarah!" Rio segera memanggil Raja untuk memindahkan Vedri ke atas ranjang, dia lalu memanggil Dokter untuk memeriksa kondisi Vedri saat ini.


"sebenarnya ada apa ini? di mana Viola dan cucuku?" seru Mama Vivi, dia melihat ke sana kemari untuk mencari Viola dan anaknya.


Raja yang melihat semua ini menjadi curiga, dia segera menelpon sekretarisnya dan memerintahkan semua bawahannya untuk datang ke rumah sakit saat ini juga.


"Di mana kamu Viola?" Raja menelusuri setiap sudut rumah sakit untuk mencari keberadaan Viola, sementara Rio segera keruangan cctv untuk melihat sebenarnya apa yang sedang terjadi.


"perlihatkan cctv yang ada dilantai 2, kamar 46!" perintah Rio pada salah satu petugas yang ada ditempat itu.


Petugas segera menjalankan perintah dari pimpinannya, dia mencari rekaman cctv yang diinginkan oleh Rio.


Rio memperhatikan setiap detik rekaman cctv yang sedang diputar, dia lalu memencet tombol pause saat melihat ada dua orang pria menggunakan pakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan Viola.


"Mau apa mereka?" Rio kembali melanjutkan rekaman cctv itu.


Namun, tiba-tiba cctv menjadi error dan hanya menampilkan gambar hitam saja dilayar monitor.

__ADS_1


"Sial! Sepertinya ada orang yang sengaja mematikan cctvnya!" Rio memeriksa semua cctv yang ada dirumah sakit, tetapi semua cctv mati secara serentak pada saat sebelum listrik padam.


Rio merasa ada sesuatu yang sedang terjadi pada Viola, dia lalu bergegas untuk memberitahu Raja tentang apa yang sudah dia temukan.


Raja yang sedang berada di lantai 3 merasa sangat murka saat tidak bisa menemukan Viola, dia bahkan menghancurkan barang-barang yang ada ditempat itu membuat semua orang menjadi takut.


"Raja!"


Raja yang masih sibuk melempar sebuah vas bunga beralih melihat kearah seseorang yang memanggilnya, terlihat Rio sedang berlari mendekat kearahnya.


"Raja, sepertinya, sepertinya Viola dan Rayen sedang diculik,"


"Apa? kau bilanga apa?" Raja mencengkram kerah kemeja Rio sembari menubrukkan tubuh lelaki itu kedinding.


Rio segera menceritakan tentang apa yang tadi sudah dia temukan, terlihat rahang Raja mengeras dengan wajah merah padam saat mendengar cerita dari Rio.


"bajingan! akan ku bunuh kau! aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, Daniel!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.


Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.


Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.


"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.

__ADS_1



__ADS_2