
Pesawat yang Raja dan Kenan tumpangi kini telah mendarat dengan sempurna di Jakarta, kedua lelaki itu langsung turun tanpa ingin membuang waktu sedetik pun. Terutama Raja, yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya.
"Tuan, mereka sudah memeriksa kepergian Nyonya Viola. Ternyata Nyonya memesan tiket menuju Singapura," lapor Kenan saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Singapura? apa dia pergi kerumah sakit?" ucap Raja, dia mulai berpikir kalau saat ini Viola sedang bersama dengan Adiknya.
"Aku akan memerintahkan seseorang untuk memeriksanya, Tuan!"
Raja menganggukkan kepalanya, dia merasa sedikit tenang saat mengetahui kalau Viola pergi ke Singapura, dan sekarang dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Viola pergi dari rumah seperti itu.
Tidak berselang lama, Raja dan Kenan sudah sampai dirumah. Mereka berdua bergegas turun dari mobil dan berjalan cepat untuk masuk ke dalam rumah.
" bagaimana, Alea? apa kau sudah mendapat kabar ke mana Viola pergi?"
Raja terpaku di depan pintu saat mendengar suara Mama Vivi sedang berbicara dengan Alea, dan telinganya menangkap kalau mereka sedang membahas tentang Viola.
"aku tidak bisa menemukannya, Ma! lagipula, saat ini Viola sudah terbebas dan tidak ada hubungan lagi dengan kita. Jadi, kita juga tidak boleh-"
"apa maksudmu tidak berhubungan lagi?"
Alea dan Mama Vivi terlonjak kaget saat mendengar suara Raja, mata mereka membulat sempurna saat melihat Raja dan Kenan sedang berdiri tepat dihadapan mereka saat ini.
"Ho-honey, kau, kau sudah pulang?"
"jawab pertanyaanku, Alea!" bentak Raja.
Alea dan Mama Vivi kembali terlonjak kaget dengan suara bentakan Raja yang baru pertama kali mereka dengar, bahkan saat ini kedua wanita itu memandang Raja dengan mata berkaca-kaca.
"Ra-Raja, dengarkan Mama,"
"di mana, Viola?"
deg, Mama Vivi dan Alea saling lirik mendengar pertanyaan dari Raja. Mereka berdua tampak takut untuk menjawab perihal kepergian Viola.
"Apa kalian tidak bisa menjawab pertanyaanku?"
__ADS_1
Pyar! Sebuah vas berukuran besar terjatuh membentur lantai akibat didorong oleh Raja, lelaki itu tampak sangat murka melihat kebungkaman Alea dan juga Mama Vivi.
"jawab aku selagi aku masih bertanya, kalian berdua tau kalau aku bukanlah orang yang punya rasa sabar!" ucap Raja kemudian, kalau sampai Alea dan Mama Vivi tetap tidak menjawabnya, maka dia akan pergi dari rumah itu tanpa melihat ke belakang.
"be-begini Raja, Viola, Viola sedang pergi. Saat ini, saat ini dia-"
"benar! dia sedang pergi, dan dia pergi tepat setelah keberangkatanku dan tidak kembali lagi kerumah ini," potong Raja.
Mama Vivi dan Alea saling mengeratkan jemari tangan mereka dengan keringat dingin yang mengalir diseluruh tubuh.
"kenapa? kenapa Viola pergi? hah! kenapa kalian membiarkannya pergi?" teriak Raja, habis sudah kesabarannya menghadapi dua wanita yang sangat dia sayangi itu.
"ti-tidak, Raja! bukan seperti itu,"
"lalu seperti apa, Alea? hah! seperti apa?"
Alea menundukkan pandangannya karena merasa takut melihat kemarahan Raja, sementara Mama Vivi juga takut untuk mengatakan semua yang dia lakukan pada Viola.
"tolong jawab pertanyaan Tuan, Nyonya! anda berdua tau kan, siapa yang akan menanggung akibat dari kemarahan Tuan!" ancam Kenan, dia yang sejak tadi berdiri di samping Raja ikut geram melihat Mama Vivi dan juga Alea.
"kebaikan? kebaikan apa yang Mama katakan? dan tolong jangan berbelit-belit dan jawab pertanyaanku dengan jujur!"
Mama Vivi menelan salivenya melihat kemarahan sang putra, untuk pertama kalinya dia melihat kebencian dimata Raja yang terpancar jelas kearahnya.
"Mama, Mama memutuskan hubungan pernikahanmu dengan Viola. Mama juga mengatakan padanya, ka-kalau semua perjanjian yang telah disepakati sudah berakhir."
Tubuh Raja limbung beberapa langkah ke belakang saat mendengar apa yang Mamanya katakan, sementara Kenan yang melihat itu langsung bertindak cepat dengan menyanggah tubuh Raja agar lelaki itu tidak terjatuh.
"me-memutuskan hubungan? berakhir? Mama mengusirnya?" lirih Raja, dunia seakan runtuh dan menimpa tubuhnya hingga dia merasa lemas dan tidak bertenaga.
"Mama tidak mengusirnya, Raja! Mama hanya-"
"tidak mengusirnya Mama bilang? apa yang Mama lakukan padanya adalah wujud dari pengusiran secara tidak langsung!"
Mama Vivi terdiam dan tidak dapat membantah apa yang Raja ucapkan, begitu pula Alea yang hanya bisa diam dengan kepala tertunduk saat ini.
__ADS_1
"bagaimana, bagaimana mungkin kalian tega melakukan itu padanya?" Raja mengusap wajahnya dengan kasar sembari kembali berdiri tegak dihadapan Alea dan Mama Vivi.
"Bagaimana kalian bisa jadi setega ini, hah? apa yang telah dia lakukan sampai kalian mengusirnya di belakangku? bukannya kalian sendiri yang sudah membawanya ke rumah ini!"
Tubuh Alea dan Mama Vivi bergetar mendengar semua kemarahan yang diluapkan oleh Raja, tidak ada satu katapun yang bisa mereka bantah karna apa yang diucapkan Raja adalah benar adanya.
"aku tau! Aku tau kalau semua ini adalah ulahmu, Alea! aku tau kalau kau tidak menyukainya, sampai kau tega mengusir-"
"benar! yang kau ucapkan adalah benar! semua memang ulahku, karna aku yang meminta Mama untuk mengusir Viola pergi dari tempat ini," teriak Alea, dia yang sejak tadi diam karna takut dengan Raja kini mencoba untuk membela diri.
"kau-"
"kenapa? hah! apa aku salah kalau aku tidak suka dengan wanita yang sudah merebut cinta suamiku? apa aku salah kalau aku mengusir wanita itu agar aku kembali mendapatkan kasih sayang dari suamiku? apa aku salah kalau aku-"
"salah, Alea! kau salah besar! jangan lupa, kau sendiri yang telah membawa Viola masuk ke dalam hidupku, dan kau jugalah yang telah membuka hatiku untuk mencintainya!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?
Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.
Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?
__ADS_1