
Ibu Merry menghela napas kasar, dia lalu melihat kearah Rio sembari meyakinkan diri kalau saat ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.
"semua yang dikatakan wanita itu benar, ayahmu, ayahmu adalah adik iparnya!"
"ba-bagaimana bisa, Bu?"
Ibu Mery lalu menceritakan semua yang telah terjadi, termasuk alasan dari kepergiannya.
*Flash bac*k
Disuatu sore, Ibu Mona berniat untuk mengantar makanan dan minuman keruang kerja Renal, ayah dari Raja yang saat itu sedang kedatangan tamu.
Mama Vivi sedang bermain dengan Raja, Disty dan juga Dio, itu sebabnya dia menyuruh Ibu Mona untuk mengantarkannya ke ruangan suaminya.
Pada saat Ibu Mona ingin mengetuk pintu, tidak sengaja dia mendengar percakapan antara Renal dengan seseorang yang membahas tentang suami dan anaknya.
"aku akan membalasnya! Daniel berani melakukan ini pada anakku, maka akan ku pastikan kalau anaknya juga akan mati ditanganku!"
Pyar, makanan dan minuman yang ada ditangan Ibu Mona terjatuh membentur lantai saat mendengar apa yang Renal katakan. Tidak berselang lama terbukalah pintu ruangan yang tadi hendak dia ketuk.
"Mona? apa yang kau lakukan di sini?" tanya Papa Renal.
Tanpa menjawab pertanyaan dari lelaki itu, Ibu Mona langsung bersimpuh sembari memegangi kaki Papa Renal
"tolong jangan lakukan apapun pada anakku, aku mohon!" pintanya dengan air mata yang membanjiri wajah.
Papa Renal dan asistennya lalu membawa Ibu Mona masuk ke dalam ruangan, lalu kedua lelaki itu menunjukkan sesuatu pada Ibu Mona yang membuat wanita itu terkejut.
"Kau lihat, itu!"
Ibu Mona mengambil sebuah ponsel dengan beberapa lembar kertas yang Papa Renal berikan padanya, dia membuka sebuah video yang ada diponsel itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya.
"i-ini, ini tidak mungkin!" tangan Ibu Mona gemetaran saat melihat apa yang ada dalam video itu.
"kau lihat! selama ini, ternyata suamimu lah yang telah berusaha untuk membunuh putraku!"
Bruk, Ibu Mona terjatuh kelantai karna tubuhnya terasa lemas dan tidak sanggup lagi untuk berdiri.
"selama ini aku berusaha keras untuk mencari siapa yang berniat jahat pada anakku, tapi ternyata. Ternyata adikku sendirilah yang sudah berulang kali melakukan rencana pembunuhan pada Raja!" ucap Papa Renal penuh emosi, dia meremmas kertas-kertas yang ada ditangannya dengan kuat.
Ibu Mona terdiam dan tidak mampu untuk mengucapkan apa-apa, dia sudah melihat semua bukti kejahatan suaminya dan membuat lidahnya terasa kaku dengan napas tercekat ditenggorokan.
__ADS_1
"aku tidak akan membiarkannya, Mona! kalau adikku sendiri ingin membunuh anakku, maka aku juga akan melakukan hal yang sama!"
"tidak! jangan lakukan itu, Kak! jangan sakiti anak-anakku, aku mohon!" Ibu Mona kembali bersimpuh dikaki Papa Renal sembari terus memohon belas kasihan dari lelaki itu.
"apa kau tidak ingat semua yang telah terjadi pada Raja? hah!" teriak Papa Renal, masih teringat jelas kenangan pahit tentang kejadian-kejadian yang hampir saja merenggut nyawa putranya.
"aku, aku meminta maaf dan memohon pengampunan darimu Kak. Lakukan apa saja pada suamiku, penjarakan dia! tapi aku mohon jangan sakiti anak-anakku!" Ibu Mona tau bagaimana sikap Papa Renal yang tidak punya belas kasihan, apa lagi menyangkut nyawa putranya, maka lelaki itu akan menjelma menjadi iblis pembunuh.
"Raja pernah terkurung disebuah rumah yang terbakar, dia sampai harus mengalami koma dan dioperasi sebanyak 4 kali. Apa kau pikir, aku hanya akan menjebloskan suamimu ke dalam penjara?" seru Papa Renal, dia kembali mengingatkan betapa kejamnya apa yang telah dilakukan adiknya sendiri.
"aku tidak menyangka kalau Daniel sanggup melakukan semua ini, hanya demi kekuasaan, dia berniat untuk membunuh putraku!"
"aku, aku akan bicara padanya, Kak! aku akan memintanya untuk berlutut dikaki Kakak, bahkan kalau perlu aku sendiri yang akan menelpon polisi,"
"tidak, Mona! aku tidak akan membiarkan dia begitu saja, aku akan membalas setiap rasa sakit yang putraku alami, padanya! aku juga akan membuat dia merasakan apa yang selama ini aku rasakan!"
"aku mohon jangan lakukan itu, Kak! tolong ampunilah aku, kasihanilah anak-anakku. Mereka tidak bersalah, Kak! Kakak boleh menghukumku, tapi jangan sakiti anak-anakku," Ibu Mona terus memohon pada lelaki itu.
Sudah beberapa hari berlalu sejak saat itu, tetapi Ibu Mona tetap dilanda kekhawatiran tentang keselamatan anak-anaknya karna memang Papa Renal tidak berniat untuk mengampuni suaminya.
Dalam ketakutan itu, ada satu hal yang terbesit dihatinya. Dia lalu pergi menemui Papa Renal untuk mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.
"jangan kau pikir dengan perkataanmu ini, aku akan memaafkan apa yang telah terjadi!"
"ti,tidak, Kak! aku hanya memohon belas kasihanmu, tolong jangan sakiti keponakanmu sendiri!" mohon Ibu Mona.
Papa Renal terlihat sedikit mengasihani anak-anak Daniel, tapi kalau kembali mengingat apa yang telah terjadi pada putranya sendiri, darahnya kembali mendidih dan ingin sekali dia menghancurkan semuanya.
Ibu Mona terus memohon pada Papa Renal untuk keselamatan anak-anaknya, lalu Papa Renal memerintahkan satu hal pada Ibu Mona agar dia tidak menyakiti Dio dan juga Disty.
"kau dan Dion akan pergi dari tempat ini, dan aku akan membuat kepergian kalian itu menjadi sebuah kematian! aku tidak ingin kau dan anakmu itu muncul lagi dalam kehidupan Daniel untuk selamanya!"
Akhirnya kesepakatan dibuat, Papa Renal merencanakan kepergian Ibu Mona dan Dio sebagai sebuah kematian. Dia membuat mobil yang biasa dinaiki oleh mereka berdua terbakar tepat di depan mata Daniel, dia juga membayar seluruh Dokter agar menyatakan kalau mayat yang terbakar adalah mayat Ibu Mona dan Dio.
Flash back end
"setelah Kak Renal merencanakan semuanya, Ibu lalu membawamu pergi ketempat terpencil yang tidak akan pernah bisa ditemukan oleh Ayahmu," ucap Ibu Mery setelah selesai menceritakan semuanya.
Rio terpaku menatap Ibunya dengan mata berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalau kehidupannya akan seperti ini.
"lalu, apa, apa ayah juga yang telah membunuh Ayahnya Raja?" tanyanya pada sang Ibu.
__ADS_1
"Ibu tidak tau, Nak! Kak Renal meninggal karna kecelakaan, tapi Ibu rasa, ayahmulah yang melakukan itu," jawab Ibu Mery.
Tangan Rio terkepal kuat karna merasa bersalah pada Raja, dia juga sedang menahan emosi pada ayah kandungnya yang telah menyebabkan semua ini terjadi.
"jadi, untuk ke depannya kita harus tetap bersembunyi! Ibu sudah berjanji pada mendiang Pamanmu untuk tidak muncul lagi dihadapan ayahmu," ucap Ibu Mona kemudian, walaupun Kakak iparnya sudah meninggal, tapi janji tetaplah jani yang harus ditepati.
"aku memang tidak akan muncul dihadapan Ayah, tapi aku akan muncul dihadapan Raja, sebagai anaknya!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.
Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.
Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.
"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"
Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.
"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"
Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.
Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?
Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
__ADS_1