Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku
Bab. 70. Tertembak.


__ADS_3

Raja dan Viola yang sudah melihat Rio dan Disty merasa terkejut saat melihat keberadaan Alea, mereka segera mendekati wanita untuk melihat keadaan baby Rayen.


"Alea!"


Alea yang merasa dipanggil langsung melihat kearah kanan, dia tersenyum lebar saat melihat Raja sudah berhasil menyelamatkan Viola.


"kau tidak apa-apakan, Vi?" tanya Alea.


Viola menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca, dia terus melihat kearah putranya yang berada dalam gendongan Alea.


"Rayen baik-baik saja, jangan khawatir!" Alea menyerahkan bayi itu pada Viola yang langsung membuat tangis Viola pecah.


Dia memeluk dan mengecup putranya dengan penuh rasa syukur karna anaknya itu baik-baik saja.


Raja juga memeluk Viola dan juga anaknya dengan rasa bahagia karna sudah berhasil menemukan mereka, rasa takut dan khawatir yang sejak tadi menghantuinya, kini hilang ditelan kehadiran istri dan putra tercinta.


"aku senang melihat kalian semuanya baik-baik saja," ucap Alea dengan senyum tulus yang terbit dibibir wanita itu.


Raja merenggangkan pelukannya saat mendengar suara Alea, begitu juga dengan Viola yang melihat kearah wanita itu dengan sendu.


"apa yang kau lakukan di sini, Alea? bukannya aku sudah menyuruhmu untuk membawa Mama pulang?" tanya Raja.


Alea tersenyum mendengar pertanyaan dari lelaki itu. "bagaimana mungkin, aku bisa pulang kalau suami dan sahabatku sedang berada dalam bahaya?" Alea berjalan mendekati Viola.


"aku benar-benar khawatir dengan keadaan kalian, itu sebabnya aku bertanya pada anak buah Raja dan memutuskan untuk datang ke tempat ini," sambungnya lagi, dia lalu mengusap kepala Rayen dengan sayang.


Mata Viola berkaca-kaca melihat perhatian yang diberikan oleh Alea, dia benar-benar merasa terharu dengan apa yang wanita itu lakukan.


"Mama dan-" Alea tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tubuhnya dipeluk oleh Viola, dia merasa terkejut dengan pelukan yang Viola berikan padanya.


"terima kasih, Al! terima kasih karna sudah mengkhawatirkanku dan Rayen," ucap Viola sembari tangannya memeluk erat tubuh Alea.


"apa yang kau katakan? tentu saja aku khawatir! kau adalah sahabatku, dan Rayen juga putra ...," Alea menjeda ucapannya karna merasa tidak pantas menyebut Rayen sebagai putranya.


"Rayen adalah putramu, itu sebabnya kau sangat khawatir," sambung Viola, dia tau kalau Alea pasti ragu untuk mengatakan kalau Rayen adalah putranya juga.


Alea merasa senang dengan apa yang Viola katakan, begitu juga dengan Viola yang sudah memaafkan semua yang telah Alea lakukan padanya.


Tanpa mereka berdua sadari, saat ini Rayen ada di tengah-tengah pelukan mereka. Tubuh bayi itu terjepit antara tubuh Viola dan Alea, tetapi bukannya menangis, Rayen malah tampak senang dan tertawa.

__ADS_1


"dasar gila! apa kalian mau membuat anakku jadi ayam penyet?" teriak Raja, dia lalu menarik tangan Viola agar pelukan mereka terlepas.


"Untung putraku baik-baik saja!" Raja mengambil Rayen dari gendongan Viola lalu sedikit menjauh dari mereka.


Viola dan Alea saling pandang, lalu mereka tertawa melihat raut wajah kesal Raja yang tampak menggemaskan.


"Kak Raja!"


Raja yang sedang sibuk menggendong baby Rayen beralih melihat ke arah belakang, begitu juga dengan Viola dan Alea yang langsung menghentikan tawa mereka dan melihat kearah sumber suara.


"Kau!" Mata Raja membulat sempurna saat baru menyadari keberadaan Disty ditempat itu.


"kenapa Kak Raja tidak memberitahuku kalau Kakakku masih hidup?" tanya Disty, tangannya bergelayut manja dilengan Rio.


"jika aku tau kalau dia adalah Kakakmu, maka aku dulu yang akan membunuhnya!"


Semua orang menelan salive mereka saat mendengar ucapan Raja, terutama Disty yang langsung beralih ke belakang Kakaknya.


"ka-kalau begitu kita harus memberitahu Papa!" seru Disty, dia harus mengatakan semuanya agar apa yang direncanakan Papanya tidak akan pernah terjadi.


"Tidak perlu! karna hari ini aku akan membunuh Papamu itu." Raja menyerahkan Rayen pada Viola dan berjalan ke depan untuk melihat keadaan Kenan dan Daniel.


"tunggu, Disty! itu bahaya!" teriak Rio, dia lalu mengejar langkah Disty karna takut terjadi sesuatu dengan adiknya itu.


Disty yang sudah melihat keberadaan Daniel segera berjalan kearah Papanya itu, dia berteriak memanggil lelaki Daniel agar melihat kearahnya.


Daniel yang mendengar suara Disty menghentikan serangannya terhadap Kenan, dia lalu beralih melihat ke arah Disty yang berada tepat di dekat Raja.


"Bagus, Disty!" Daniel menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya tepat kearah Raja, sepertinya dia salah paham dan mengira kalau Disty sedang menunjukkan keberadaan Raja.


Kenan yang melihat bidikan Daniel tidak tinggal diam, dia segera menjerit dan memanggil Raja agar menghindar dari serangan.


Akan tetapi, semunya terlambat. Peluru yang ada dipistol Daniel melesat tepat kearah seseorang yang dia bidik.


Dor! suara tembakan terakhir dari pistol Daniel menggema ditempat itu membuat semua orang langsung berlari untuk melihatnya.


"tidak! Disty!" Rio berlari dan memegangi tubuh Disty yang sudah terkapar di atas tanah.


Rupanya gadis itu mengetahui kalau Papanya akan menembak Raja, rasa bersalah atas kesalah-pahamannya selama ini membuatnya mendorong tubuh Raja dan mengorbankan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Disty!" Alea dan Viola terkejut saat melihat tubuh Disty sudah bersimbah darah, begitu juga dengan Raja yang tidak menyangka kalau dia akan diselematkan oleh anak dari musuhnya sendiri.


Daniel yang melihat tubuh Disty ambruk ke atas tanah terpaku di tempatnya, pistol yang dia gunakan untuk menembak putrinya sendiri kini terjatuh karna getaran tangannya saat melihat darah segar mengalir ditubuh Disty.


"Di-Disty!"


"Dasar bajing*an!" Raja berlari kearah Daniel dan menghajar lelaki paruh baya itu, sementara Rio masih berusaha untuk membuat Disty sadar dan bertahan atas luka tembakan itu.


"Kakak mohon buka matamu! buka matamu, Sweetu!" Rio menepuk-nepuk pipi Disty berusaha untuk membangunkan sang adik.


"kita harus segera membawanya kerumah sakit!" seru Alea.


Rio segera mengangkat tubuh Disty dan membawanya kerumah sakit ditemani oleh Alea dan Viola yang juga ikut bersama lelaki itu.


Seketika perkelahian yang sedang terjadi langsung berhenti saat Daniel sudah terkapar di atas tanah, darah segar akibat pukulan-pukulan yang dilayangkan oleh Raja membuat lelaki itu tidak bisa untuk bangkit.


"kau benar-benar biada*ab, Daniel! kau bukan hanya membunuh Ayahku, tapi kau juga membunuh putrimu sendiri!" teriak Raja, dia kembali mencengkram kerah kemeja Daniel dan melayangkan pukulan-pukulan mautnya.


Buak, buak, buak. Daniel tetap diam dan tidak membalas semua pukulan yang Raja layangkan ke tubuhnya, dia masih terlalu terkejut karna sudah menembak putrinya sendiri.


"Aku benar-benar akan membunuhmu, Daniel! aku akan membunuhmu!" Raja menodongkan pistol tepat kearah Daniel yang masih diam memandang kearahnya, tatapan lelaki paruh baya itu tampak kosong membuat Raja dan Kenan sedikit heran.


"bersiaplah untuk menerima ajalmu!"


"tidak! jangan lakukan itu!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Yuk, kita sudah hampir dipenghujung cerita. Waah aku udah gk sabar untuk melihat akhir dari kisah mereka semua 🤭 menurut kalian, akhir seperti apa yang cocok untuk mereka semua?


Yuk, kasi masukan untuk aku dong! 😘

__ADS_1


__ADS_2