
Semua orang tampak sangat khawatir atas menghilangnya Viola dan juga putranya, terutama Raja yang hampir menghancurkan seisi rumah sakit karna tidak menemukan keberadaan istri dan juga putranya.
"cari di manapun Nyonya Viola berada! pastikan kalian membongkar semua tempat milik Daniel dan tangkap orang-orangnya!" Perintah Kenan pada semua anak buahnya setelah mendengar kabar hilangnya Viola dari Raja.
Anak buahnya lalu menganggukkan kepala dan berlalu pergi untuk mencari keberadaan istri dari majikan mereka, sementara Kenan sendiri langsung berangkat kerumah Daniel karna dia akan bertemu dengan Raja ditempat itu.
"dasar bajing*an! kenapa dia selalu saja menyusahkan kami?" geram Kenan, banyak pekerjaannya yang tertunda akibat masalah yang diciptakan oleh Daniel.
Kenan menekan pedal gasnya agar mobilnya semakin kencang, dia takut kalau Raja lebih dulu tiba ditempat tujuan daripada dirinya.
Sementara itu, Raja yang masih berada di dalam mobil merasa tidak sabar untuk segera menemui Daniel.
Saat ini, dia sedang berada dimobil Rio, lelaki itu memaksa untuk ikut karna ingin melihat bagaimana Ayah kandungnya sementara para wanita tidak boleh ikut campur dan kembali ke rumah Raja.
Beberapa saat kemudian, Raja dan Rio sudah sampai dihalaman depan rumah Daniel. Raja segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah diikuti oleh Rio yang matanya melihat kesekeliling rumah yang tampak tidak asing baginya.
Brak, semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut saat melihat kedatangan Raja.
"Anda sudah sampai, Tuan?" Kenan berjalan menghampiri Raja yang baru masuk ke dalam rumah, rupanya dia telah mengamankan rumah Daniel dan menggeledah kesemua tempat.
"di mana Viola?" tanya Raja, Kenan menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan Raja.
"Daniel dan Disty juga tidak ada dirumah ini, Tuan! mereka pasti membawa Nyonya dan putra anda bersama mereka," ucap Kenan kemudian.
Lalu Raja berjalan kearah salah satu bawahan Daniel yang sedang terduduk di atas lantai, dia mencengkram kuat wajah lelaki itu sembari menodongkan sebuah pistol tepat dikepalanya.
"katakan! di mana Daniel?"
Tubuh pelayan itu bergetar saat melihat apa yang Raja lakukan, keringat dingin mulai mengucur deras dikeningnya saat ini.
"Sa-saya tidak tau, Tuan!"
Brak, Raja mendorong kepala pelayan itu sampai membentur lantai karna merasa emosi dengan jawaban yang dia berikan.
Namun, beberapa saat kemudian. Terdengar dering ponsel Kenan yang langsung mengalihkan perhatian mereka semua.
"apa kalian menemukan Nyonya?" tanya Kenan setelah mengangkat panggilan telpon dari salah satu anak buahnya.
"kami tidak tau apakah Nyonya ada di dalam gudang itu, Tuan! tapi, kami melihat Nona Disty bersama beberapa orang masuk ke dalamnya," jawab sang penelpon.
"baiklah, kirim lokasi kalian padaku sekarang juga!"
__ADS_1
"Baik, Tuan!" Tut, Kenan mematikan panggilan telpon mereka dan kembali berbalik menghadap kearah Raja.
"apa mereka menemukannya?"
"mereka melihat Disty dan beberapa orang masuk ke dalam sebuah gudang, Tuan! kemungkinan besar Nyonya ada di sana," lapor Kenan.
"baiklah, kita ke sana sekarang juga!"
Akhirnya ketiga lelaki itu berangkat ke lokasi yang dikirim oleh anak buah mereka, mobil mereka melaju dengan sangat kencang membelah keramaian jalanan malam.
Sementara itu, Viola yang sedang dicari-cari oleh semua orang tampak sedang duduk disebuah kursi.
Tangan dan kakinya terikat dengan tali, juga mata dan mulutnya ditutup mengunakan kain agar dia tidak bisa melihat dan berbicara sama sekali.
Viola yang tadinya sedang berniat untuk menyusui putranya merasa terkejut saat listrik yang ada dirumah sakit padam, dia merasa kebingungan dan mencari-cari Vedri untuk menyalakan apapun yang bisa menerangi mereka.
Namun, tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepala Vedri menggunakan sebuah kayu membuat adiknya langsung pingsan dan terjatuh ke atas lantai, Viola sangat terkejut dan menjerit dengan kuat mencoba untuk meminta pertolongan.
Tetapi, orang-orang yang masuk ke dalam ruangannya tidak membiarkanya begitu saja. Mereka menutup mulut Viola dan membuatnya tidak sadarkan diri.
Saat ini Viola terus menggeliatkan tubuhnya berusaha untuka melepaskan diri, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil karna tali yang mengikatnya itu sangat kuat.
Viola lalu diam saat mendengar suara tangisan bayi, dia mengenal suara bayi itu yang langsung membuatnya terus bergerak-gerak tidak beraturan.
"sebenarnya apa yang terjadi padaku? dan siapa yang melakukan semua ini?" Viola merasa lemas karna terlalu banyak mengeluarkan energi.
"kenapa? sudah lelah?"
tiba-tiba terdengar suara baritone seseorang yang langsung membuat Viola mengangkat kepalanya.
Kain yang menutup mata Viola seketika dibuka oleh lelaki tersebut, dia juga membuka ikatan pada mulutnya membuat Viola membuka kedua matanya dan berusaha untuk menyesuaikan sinar yang menusuk indra penglihatannya.
"bagaimana? apa kau suka, Viola?"
"Pa, Paman?" Viola terkejut saat melihat Daniel sedang berdiri tegak dihadapannya.
"apa, apa yang sudah Paman lakukan?" teriak Viola, dia menggoyang-goyangkan tubuhnya kembali berusaha agar tali yang mengikatnya terlepas.
"di mana anakku? apa yang kau lakukan pada anakku?" teriak Viola kembali sembari menatap Daniel dengan tajam.
"kau bertanya tentang anakmu? dia tidak ada-"
__ADS_1
"Papa! anak ini terus menangis," teriak Disty sembari masuk ke dalam ruangan yang ditempati oleh Viola.
Mata Viola membulat sempurna saat melihat putranya berada dalam gendongan Disty, sementara Daniel melihat Disty dengan tajam karna merasa emosi melihat putrinya itu.
"kenapa kau datang ke sini? bukannya Papa sudah bilang tunggu di sana saja!" omel Daniel, dia merasa kesal melihat kelakukan putrinya.
"tapi dia terus menangis, Pa! padahal aku sudah memberi susu padanya,"
"kembalikan putraku!"
Daniel dan Disty terlonjak kaget saat mendengar teriakan Viola, sementara Rayen yang sejak tadi menangis kini tampak diam mendengar suara Ibunya.
"aku mohon kembalikan putraku dan lepaskan kami!" pinta Viola, matanya berkaca-kaca melihat kearah ayah dan anak itu.
"melepaskan kalian? heh, tidak mungkin! Aku sudah bersusah payah untuk membawa kalian, mana mungkin aku melepaskannya!" ucap Daniel, dia lalu keluar dari ruangan itu tanpa menghiraukan ucapan Viola.
"Disty! tolong lepaskan aku, aku janji aku akan melakukan apapun yang kau katakan, tapi tolong berikan anakku!"
Disty yang hendak keluar dari ruangan itu menghela napas kasar, dia lalu menarik kursi dan duduk dihadapan Viola.
"dengar, Viola! aku tidak bisa membantumu, karna semua ini adalah sesuatu yang memang harus kami lakukan!" ucap Disty sembari menggoyang-goyang baby Rayen.
"apa, apa maksudmu? apa yang sedang kalian lakukan?"
"membalas dendam! Kami sedang membalas dendam pada Raja, karna dia telah membuat Ibu dan Kakakku tiada," jawab Disty, dia lalu bangkit dan hendak pergi dari ruangan itu.
"Ibumu dan Kakakmu belum mati!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! Dijamin keren dan seru 😍
Blurb.
__ADS_1
Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah seorang gadis Desa berparas Ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum Adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan Cinta dari Seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk dibangku SMP. Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ia memilih bekerja dan mencari Jati dirinya.Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang Muslimah yang di Ridhoi Allah, namun siapa sangka di tengah proses Hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yg tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok Pria lain yang akan menjadi sosok Cinta Sejati Zahrana? mari simak kisahnya dalam novel Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas!