
Catharina sedang mengadakan pesta teh. Ia mengundang Nona-nona bangsawan yang sekiranya berpengaruh di Kekaisaran. Ternyata banyak Nona-nona yang memenuhi undangan karena penasaran dengan Catharina. Sebagai Tuan rumah, Catharina menyambut hangat kedatangan Nona-nona dengan senyuman cerah dan gaun mewah. Sehingga penampilannya itu membuat semua pandangan lekat menatap Catharina. Mendapatkan perhatian, Catharina tersenyum dalam hati. Ia bangga dapat mencuri perhatian.
"Selamat datang, para Lady. Maafkan saya karena mengundang secara tiba-tiba, dan terima kasih telah memenuhi undangan tak berarti saya." kata Catharina bersikap ramah selayaknya Lady bagsawan.
Semua Nona menunduk dan melakukan salam yang sama seperti Catharina, karena mereka juga bagsawan. Jadi harus bersikap layaknya bangsawan dan beretika. Catharina pun meminta semua tamunya duduk. Dan Nona-nona pun duduk dengan tenang. Beberapa Nona berpikir kalau Catharina itu cantik dan ramah, juga murah senyum. Beberapa terlihat biasa saja dan bahkan ada menggunjung. Lady yang menggunjing Catharina adalah Liliana Edmud. Putri dari keluarga Duke Edmud. Karena diundang dan karena penasaran, ia pun memenuhi undanga Catharina.
"Ternyata ini, wanita yang dikabarkan dibawa pulang oleh Kaisar. Aku mengira seperti apa rupanya, ternyata biasa saja. Wajahnya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Yang Mulia Permaisuri. Bagiku, hanya Yang Mulia Permaisuri Ellena lah wanita tercantik di Kekaisaran ini. Beliau adalah bunga kekaisaran yang menjadi dambaan semua pemuda termasuk Kakak. Ahhh ... sayang sekali, beliau harus menikah dengan Yang Mulia Kaisar. Kalau saja beliau menikah dengan Kak Lion. Pasti aku akan sangat senang," batin Liliana.
"Apa ada masalah, Lady Edmud?" bisik seseorang disamping Liliana.
"Ah, Lady Grace. Tidak ada apa-apa. Maaf saya melamun," jawab Liliana berbisik.
"Jujur saya kurang tertarik dengan pesta teh ini. Saya datang hanya karena penasaran dengan Lady Rosaro. Saya ingin pulang, tapi acaranya saja baru dimulai." kata Fiona Grace berbisik.
"Jangan bersikap tidak sopan, Lady. Jaga wibawa Anda sebagai Lady. Bagaiamapun kita sudah memenuhi undangan. Mau suka atau tidak, kita harus melakukannya sampai akhir. Anda pasti bisa," bisik Liliana memberi semangat.
Liliana senang, ada satu orang lagi selain dirinya yang tak menyukai Catharina. Dan sepertinya beberapa Lady juga demikian, karena tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang kurang sopan pada Catharina terkait dibawanya Catharina ke istana.
__ADS_1
"Lady Rosaro, ceritakan pada kami, bagaimana bisa Lady dibawa oleh Yang Mulia? tanya seorang Lady.
Catharina merona, "Bagaimana menjawabnya, ya. Beliau meminta langsung pada Ayah saya setelah berperang, alasannya saya tidak tahu." dusta Catharina.
"Wah, saya iri pada Lady." jawab Lady yang tadi bertanya.
"Saya juga." Sahut Lady lain.
"Benar. Saya juga iri. Saya tidak sangka Yang Mulia Kaisar akan melirik wanita lain. Padahal kan beliau sudah memiliki Permaisuri." kata Lady yang lain lagi.
"Oh, soal itu ... mungkin Beliau tidak diperlakukan baik. Ah, maksud saya Kaisar suka wanita yang bisa menghiburnya. Yang Mulia Permaisuri memang sangat baik, tapi sepertinya Beliau lebih mementingkan pekerjaan daripada Yang Mulia Kaisar. Kira-kira seperti itu yang saya dengar," kata Catharina dengan wajah sendu.
"Cih! bisa-bisanya wanita ini mengatakan hal buruk tetang Yang Mulia Permaisuri. Padahal kan pelayannya memang salah. Aku tak akan membiarkan ucapanmu mempengaruhi para Lady, dasar wanita tercela." batin Liliana.
"Maaf menyela ... " kata Liliana angkat suara.
Semua mata menatap Liliana dan mendengarkan Liliana bicara, termasuk Catharina.
__ADS_1
"Saya merasa perkataan Anda berlebihan, saat berkata Yang Mulia Permaisuri tak punya hati nurani. Jika Anda berada di posisi Yang Mulia permaisuri saat itu, apakah Anda akan diam saja? tubuh Anda tersiram teh, bukan hanya gaun tapi lengan Permaisuri. Bisa para Lady bayangkan apa yang terjadi kalau tehnya panas. Bukankah kulit Yang Mulia Permaisuri akan melepuh? Untung saja tehnya tidak panas. Menurut saya tindakan Yang Mulia Permaisuri tidaklah kejam. Beliau hanya menjalankan prosedur yang berlaku. Seseorang yang berani melukai anggota Kakaisaran harusnya kan langsung dieksekusi. Lady Rosaro harusnya berterima kasih, karena pelayan Lady hanya dicambuk, dan dikurung. Jika hal itu terjadi pada saya, Kakak saya ... ah, maksud Saya Tuan Duke pasti akan langsung mematahkan tangan dan kaki pelayan itu." kata Liliana panjang lebar.
"Nah, bagaimana kau akan membantah, Lady Rosaro. Tahu dirilah sedikit. Sudah bagus kau tak diusir Yang Mulia Permaisuri," batin Liliana.
Semua Lady kembali berbisik-bisik. Mereka membernarkan perkataan Liliana yang masuk akal. Melukai Yang Mulia Permaisuri sama saja mencari mati. Mendengar perkataan Liliana, Catharina pun menjadi kesal. Niatnya mencari perhatian dan membuat Lady membenci Ellena digagalkan Liliana.
"Sialan! siapa Lady ini? dia bilang Kakaknya adalah Duke? di Kekaisaran ini hanya ada lima kelaurga Duke. Kalau Kakak, apa mungkin dia Lady Edmud? berani sekali dia mengacau di acaraku. Wanita sialan!" batin Catharina.
"Sa-saya minta maaf, jika salah berkata. Saya hanya bercerita dan mengungkapkan perasaan saya karena sangat bersedih. Saya tahu pelayan saya bersalah, hanya saja ... hiks ... " kata Catharina menangis.
"Apa maksudnya dia seperti itu? dia begitu karena ucapanku? apa dia ingin aku dilihat sebagai wanita jahat? dasar ular!" batin Liliana.
"Maafkan saya jika berkata tidak sopan dan apabila perkataan saya menyakiti Anda. Saya juga hanya menyampaikan isi pikiran saya. Saya membayangkan, bagaimana kalau saya yang mengalami hal serupa seperti Permaisuri. Tentu saja itu bukan hal yang mudah untuk dimaafkan. Meskipun pelaku berkata tidak sengaja, kan?" kata Liliana.
"Kau kira aku tak bisa membalasmu? lihat, kau hanya diam mematung. Sebelum bertindak da berbicara seperti itu, kau setidaknya harus tahu seperti apa lawanmu, Lady Rosaro." batin Liliana.
Catharina terdiam tidak bisa berkat-kata. Begitu juga para Lady, yang sepertinya tak mau ikut campur perseteruan antara Catharina dan Liliana. Mereka berbisik-bisik, menebak siapa yang paling kuat diantara dua orang itu. Karena tak mau memperpanjang masalah dan tidak bisa lagi melawan Liliana, Catharina pun memilih membahas topik lain dan melupakan permbicaraan sebelumnya. Catharina memamerkan gaun dan perhiasannya, yang mana ia berkata bahwa Kaisar lah yang membelikannya untuknya. Liliana tidak tertarik pada gaun ataupun perhiasan Catharina. Baginya ia bisa membeli puluhan bahkan ratusan barang yang sama, jika ia ingin. Liliana menggatai Catharina sebagai wanita murahan yang menjijikan.
__ADS_1
"Wajar saja, dia kam hanya bangsawan kelas bawah. Dan juga sebenarnya Ayahnya hanyalah rakyat jelata sebelum menjadi bangsawan dengan status Baron. Fufufu ... menggelikan sekali." batin Liliana menertawakan Catharina.