
Catharina mengujungi Winter sambil membawa teh. Winter tahu teh apa yang dibuat Catharina untuknya. Dalam teh itu sudah pasti ada ramuan cuci otak yang sudah didapatkan Catharina dari seseorang misterius beberapa hari sebelumnya. Dengan basa-basi dan bujuk rayu, Catharina meminta Winter meminum teh buatannya.
Winter sempat menolak. Winter berkata kalau ia baru selesai minum teh. Catharina memasang wajah sedih melasnya menatap Winter. Ia berkata kalau Winter harus meminumnya agar ia senang. Catharina terkesan memaksa Winter, dan ia sampai membawa-bawa nama Ayahnya, Baron Rosaro.
"Kenapa kau memaksaku meminum teh buatanmu, Lady? apakah ada sesuatu di dalam teh itu?" tanya Winter.
Catharina terkejut, "A-apa maksud Anda, Yang Mulia. Tidak ada apa-apa dalam tehnya." jawab Catharina.
"Dia tidak mungkin tahu aku mencampueka ramuan cuci otak dalam tehnya, kan? dia bertanya seperti itu pasti hanya untuk mengujiku saja," batin Catharina.
Winter menatap Catharina, "Rupanya benar. Ada ramuan itu dalam tehnya. Meski ia menjawab tidak, tatapan mata dan bahasa tubuhnya berkata sebaliknya. Ia bahkan tidak sadar sudah beberapa kali meremat gaunnya itu karena gelisah. Karena sudah begini, apa tak sebaiknya aku membuat pertunjukan menarik, ya? Ramuan penawar yang diberikan Ellena pasti bisa menangkal efek ramuan cuci otak yang diberikan Catharina, kan. Aku ragu, tapi apa boleh buat. Kalau tidak mencoba, maka tak akan tahu." batin Winter.
Winter langsung mengambil cangkir teh dan meminum teh buatan Catharina sampai habis. Melihat Winter meminum teh buatannya, Catharina tersenyum cantik. Ia yakin rencananya tak akan gagal. Setelah meminum teh buatan Catharina, Winter langsung memegangi kepalanya dan mengeluh tiba-tiba sakit kepala.
"Ya-yang Mulia, Anda baik-baik saja?" tanya Catharina memegang lengan Winter.
"Apa efek obatnya langsung bekerja? Wah, hebat! ramuan ini ternyata sangat bagus," batin Catharina.
Winter melirik ke arah Catharina sekilas, ia langsung menunduk begitu melihat Catharina menatapnya. Winter hanya berpura-pura. Ia ingin Catharina senang dan percaya kalau efek ramuan cuci otak sudah bekerja. Padahal Winter sama sekali tak merasakan apa-apa.
"Ayo kita lihat. Seberapa jauh kau bisa bermain, Catharina. Dengan begini aku bisa merencanakan serangan balasan, karena kau lengah setelah tahu aku sudah mulai terpengaruh efek ramuan cuci otak yang kau berikan." batin Winter.
__ADS_1
"Yang Mulia ... " panggil Catharina.
Winter menatap Catharina, "Ya?" jawabnya.
Catharina mendekatakan wajahnya ke wajah Winter, "Ada baik-baik saja?" tanya Catharina.
"Ya? apa ada sesuatu? dan kenapa kau terlihat sangat cantik?" kata Winter.
"Tenang Winter, tenang. Kau tidak boleh terlihat kesal karena wanit jahat ini. Ingatkah, ini semua demi rencanamu." batin Winter.
Catharina kaget, "Apa Yang Mulia baru saja memuji saya? benarkah saya cantik?" kata Catharina.
Winter tersenyum tampan dan menganggukkan kepala. Ia pun menarik tangan Catharina sehingga Catharina jatuh ke pangkuannya. Kali ini Winter tak main-main dengan balas dendamnya. Ia akan benar-benar menyeret Catharina dalam pesonanya dan membuat Catharina membayar perbuatan atas kehidupan sebelumnya.
***
Winter mengirim Carlos untuk menyampaikan sesuatu pada Ellena. Ternyata Winter mengajak Ellena bertemu secara rahasia di luar istana, tepatnya di pasar. Winter meminta Carlos mengunakan sihir penyamaran padanya, juga pada Ellena, dan Janette. Karena ini adalah hal yang perlu diketahui Carlos dan Janette, maka Winter pun mengatakan apa yang ingin disampaikannya. Bahwa ia saat ini sedang berakting sedang dalam pengaruh cuci otak. Winter menceritakan apa yang terjadi padanya, sampai rencananya.
"Aku berencana membongkar kejahatan mereka berdua. Sepertinya Catharina dan Erwan memang saling berkaitan. Jadi, aku minta kita berkumpul untuk memberitahu akan hal ini. Kalian mengerti?" kata Winter.
Ellena, Carlos dan Janette kaget. Janette dan Carlos langsung mengiakan perkataan Winter, sedangkan Ellena hanya diam. Ellena langsung meminta Janette dan Carlos tinggal karena ia harus bicara berdua saja dengan Winter. Ellena menarik paksa tangan Winter ke tempat sepi dan gelap. Di sana Ellena marah, ia mengatakan kalau ia tak setuju dengan rencana Winter.
__ADS_1
"Apa Anda sadar apa yang Anda lakukan? bagaimana bisa Anda meminum ramuan itu? dan saya sama sekali tidak setuju dengan rencana Anda." kata Ellena.
Winter mencoba menjelaskan dengan lebih detail rencananya, tentu saja dengan bahasa halus dan lembut agar dimengerti Ellena. Winter membujuk Ellena, dan mengatakan kalau ia pasti akan baik-baik saja.
"Tetap saja itu berbahaya. Kita kan tidak tahu sampai kapan penawar itu bisa menangkal efek ramuan cuci otaknya. Bagaimana jika ternyata efeknya lebih kuat dan penawarnya tak berpengaruh?" Kata Ellena.
"Maka saat itu juga bunuhlah aku. Jika kau tak melakukannya, maka aku yang akan melukaimu. Dengan aku yang terpengaruh cuci otak, maka mudah saja untuknya memanfaatkaku. Bisa saja aku melakukan hal-hal gila yang tak masuk akal tanpa sadar. Karena itu ... tugasmu adalah menghentikanku." kata Winter menatap dalam mata Ellena.
Ellena kaget, dahinya langsung berkerut. Ia tak percaya Winter akan mengatakan kata-kata mengerikan seperti itu. Ellena menjawab, bagaimana bisa dia membunuh Winter? Dan ia menolak, karena itu akan bisa ia lakukan.
"Jangan mengatakan hal tak masuk akal seperti itu. Saya tidak mau, dan tidak akan pernah melakukannya." kata Ellena.
"Kalau begitu, kau hanya harus percaya padaku dan mengikuti rencanaku. Mungkin ini akan membuatmu sakit hati. Mengingat aku harus terus berkata manis dan tersenyum pada Catahrina. Kau juga akan melihat aku yang berbeda. Namun, aku harap kau mengerti kalau itu semata-mata hanyalah akting dengan tujuan menghancurkan mereka. Ingatlah satu hal ini, jika wanitaku hanya satu. Dan wanita itu adalah Ellena De Veloz. Hanya kau ... " kata Winter.
Ellena kaget. Baru saja ia ingin mengatakan sesuatu, Winter tiba-tiba memeluk pinggangnya dan mencium bibirnya. Mata Ellena melebar, ia tidak percaya Winter menciumnya.
"Di-dia menciumku? Apa maksudnya ini?" batin Ellena.
Winter melepas ciumannya dan membelai wajah cantik Ellena, "Aku tak akan pernah memberikan hatiku pada wanita lain, selain kau yang adalah istriku." kata Winter.
"A-anda berlebihan. Bagaimana bisa Anda mencium saya tiba-tiba begini? Bagaimana jika ada orang yang melihatnya?" kata Ellene dengan wajah bersemu merah.
__ADS_1
"Kenapa aku harus peduli apa kata orang lain. Yang aku cium kan istriku sendiri, bukan istri orang lain. Lagi-lagi kau berpikir rumit, istriku." jawab Winter.
Ellena tidak habis pikir. Semakin hari Winter dirasanya semakin aneh. Mulai sejak awal Winter kembali dari perang, sampai Winter berdiri di hadapannya saat ini. Dirasanya ia tidak bisa memahami apa yang Winter pikirkan dan lakukan. Semua sangat melenceng jauh dari yang seharusnya dilakukan Winter.